
setelah itu mereka pun bertemu satu sama di restoran yang sama, kini Adrian berada di antara ketiganya dengan perasaan yang kaku dan rasa takut akan di marahi.
Adrian bertanya kebingungan " ini ada apa yah?"
Helen pun memperingatkan " kami ingin membicarakan sesuatu kepadamu mengenai masalah yang lalu" Adrian pun memasang pendengarannya dengan Baik.
Fiona pun melanjutkan perkataan Helen " kami bertiga sudah memutuskan bahwa"
Eleanor juga melanjutkan kata-kata Adrian " bahwa kami bertiga menerima lamaran mu tapi dengan satu syarat"
Helenpun memberinya syarat." kau harus bisa berlaku adil terhadap kami dan kasih sayang mu juga harus sama dengan kami"
Adrian pun tersenyum senang " baik jika itu mau kalian, Tapi bagaimana dengan orang tua kalian? "
Fiona pun memberitahu kan tentang restu orang tua nya " aku sudah berbicara kepada mereka awalnya mereka keberatan karena aku akan di Madu tapi aku meyakinkan mereka berdua mereka pun merestui kita jadi mereka meminta mu untuk membawa orang tua mu kehadapan mereka"
Eleanor juga sudah memberi tahu orang tuanya " aku juga sudah memberi keduanya Daddy hampir mengamuk tapi aku juga meyakinkannya bahwa tidak akan terjadi apa apa dia percaya dan sama dia juga menyuruh mu membawa kedua orang tuamu"
Helen pun melanjutkan perkataan sebelumnya " Aku juga sudah jadi kau hanya tinggal memberitahukan ini kepada orang tuamu"
Adrian " baik jika keputusan kalian sudah bulat, Fiona Hari minggu aku akan datang menemui orang tuamu, Eleanor Hari selasa giliran ku menemui orang tuamu dan Helen hari kamis giliranmu juga, mengerti? "
mereka pun mengangguk dan mereka bertiga pun menuju ke bandara untuk menaiki jet pribadi milik Adrian untuk kembali ke Jakarta.
di perjalanan pulang Adrian menelfon orang tuanya.
Drrt drrt drrt!!!
Ayah " Halo nak ada apa? kenapa baru menelfon kami? "
Adrian " Ayah lusa aku ingin menemui kalian di Bantaeng " sang ayah pun gembira mendengar pernyataan anaknya dan berkata dengan bahagia.
__ADS_1
Ayah " benarkah kalau begitu kami akan menunggumu datang dan kami ingin bertanya apa makanan kesukaan mu nak?,maklum kami baru bertemu denganmu"
Adrian " ayah aku suka Telur balado tolong di buatkan yah? "
Ayah " tentu nak, tentu ayah tutup dulu yah mau beritahu bundamu"
Adrian " iya Ayah '' tut tut tut
Ayah Adrian di sebelah sana pun menemui sang istri di teras rumah nya bersama dengan ketiga anaknya dan cucu mereka.
Ayahpun membuat istrinya penasaran " Bunda ada kabar gembira untuk kita semua "
bunda dan Adnan bertanya secara bersamaan " apa itu Ayah jangan buat kami penasaran "
Ayah pun memberitahu " lusa Adrian akan kemari"
Bunda bahagia mendengar itu " beneran yah? " suaminya pun mengangguk " kalau begitu kita harus persiapkan semuanya"
Ayah pun menyampaikan permintaan anaknya
Bundapun senang dan lalu memutuskan untuk kepasar " oke kalau begitu, Besok kita kepasar dan kalian bantu kami"
Adnan, Amara, dan Ardyan pun menjawab dengan lantang" Siap bunda "
Tapi sang kakak ipar berkata dalam hati "( aku ingin melihat dari dekat wajahnya mungkin lebih tampan dari pada yang di TV) .
3 hari setelahnya Adrian pun berada di perjalanan menuju ke bantaeng untuk menemui orang tua dan saudaranya. Setelah bertanya di mana rumah kedua orang tuanya dia pun di arahkan menuju kesana.
sesampainya di rumah orang tuanya dia pun di sambut hangat oleh orang tuanya. mereka pun berpelukan hangat sambil menangis karena sudah 23 tahun tidak bertemu.
Bunda pun terharu melihat Putra ketiganya " sudah besar dirimu sekarang nak, kamu juga ganteng sudah lama Bunda ingin melihat mu"
__ADS_1
Ayah juga ikut memeluk Adrian " kamu juga sudah mapan dan juga gagah " sambil mengelus rambut putranya
Adnan, Amara dan Ardyan pun tidak ketinggalan memeluk Adrian.
Adrian pun di persilahkan masuk dan di tanya tentang perjalanannya kemari, setelah itu sang bunda pun menyuruhnya untuk makan dan mereka makan bersama sang ibu sudah memasak banyak makanan seperti perkedel jagung, telur balado, tumis kangkung, sambal matah dan ada krupuk. Terlihat sederhana tapi sangat berbekas di hati Adrian.
Adrian senang dengan masakan sang Bunda
" sudah lama Adrian ingin makan masakan bunda karena di perantauan Adrian hanya bisa makan makanan yang lain"
Bunda pun menawarkan anaknya " kalau begitu datanglah kemari jika kamu ingin makan masakan bunda, bunda siap memasak untukmu nak"
Ayah pun khawatir dengan kesehatan Putranya dan berkata
" kenapa kamu tidak memasak nak makan makanan seperti itu tidak bagus untukmu"
Adrianpun mengeluh soal dirinya " siapa yang ingin memasak untukku Ayah, Ayah tahu para pekerja di rumahku hanya bekerja membersihkan saja mereka hanya memasak jika aku yang memintanya"
Adnanpun mengejek Adrian " makanya nikah dong biar ada yang urus dirimu"
Ayah pun tidak sabar punya menantu dari anak ketiganya itu
" iya nikah wajah mu tampan, kekayaan di mana-mana, gagah apalagi yang kamu tunggu"
Adrian pun menimpali
" aku hanya mencari orang pas untukku,orang yang tidak memandang hartaku"
Bunda juga tidak mau ketinggalan
" cepatlah menikah kami ingin segera menggendong cucu hanya Adnan dan Amara yang memberikan kami cucu sisa kamu dan Ardyan"
__ADS_1
Adrian pun mengiyakan perkataan Bundanya " nanti yah bun"
Setelah makan mereka pun keruang keluarga untuk sekedar mengobrol setelah itu mereka kembali ke kamar masing-masing.