
Pagi hari ini semua orang sibuk. di rumah Adrian karena Adrian harus berangkat ke Amerika untuk melakukan pertandingannya melawan seorang petarung terkuat di UFC. Kali ini Adrian tidak menggunakan pesawat pribadinya katanya sudah lama dirinya tidak naik pesawat komersil.
saat di bandara Adrian pun berpamitan kepada orang-orang yang dia sayangi.
Adrian berpamitan kepada Orang tuanya terlebih dahulu kemudian para mertua dan yang terakhir anak dan istrinya. awalnya Adrian berniat menyuruh mereka ikut tetapi Anak-anaknya Harus mendaftar masuk sekolah.
Adrian pun berpamitan " Bun yah Adrian berangkatkan dulu yah tolong jagain anak dan istriku, Kak aku pamit yah , Ma pa,Dad Mom Adrian pamit dan sayang aku berangkat yah jaga Anak-anak dirumah kalau. ada apa-apa hubungi aku dan anak-anak Papa pergi yah jangan buat mama kalian kerepotan kalian harus jadi anak yang baik "
Dea mengatakan " Pah bawa oleh oleh yah "
Arvin juga tidak mau ketinggalan sambil memeluk sang Papa " Pah nanti aku ikut yah nonton Papa Arvin gak minta apa-apa cuma mau Papa pulang ajarin olahraga lagi yah"
Marshall berkata " Pah yang di sini serahin ke Marshall aja Papa gak usah khawatir "
Adrian pun memeluk ketiga anaknya dengan sayang dan berkata " Papa usahain cepat pulang " mencium kepala mereka satu-satu"
setelah itu dia pun berangkat ke pesawat lalu pesawat pun landing dari bandara soekarno-hatta ke bandara John F Kennedy Amerika Serikat.
Sesampainya di sana Adrian bertemu dengan para timnya yang lebih dulu berangkat dari kemarin.
lalu mereka pun berangkat ke lokasi yang di berikan oleh Dana white.
Sesampainya di sana Adrian di berikan waktu beristirahat sampai 1 minggu kedepannya agar dia punya waktu untuk mengistirahatkan tubuhnya.
...1 minggu kemudian...
selama satu minggu itu Adrian betul-betul beristirahat bahkan hanya mengambil makanan saja harus diantarkan.
Saat ini Adrian berada di dalam sebuah gedung yang di mana sudah terdapat kurungan para petarung yang berbentuk segi delapan dia pun berjalan melewati para penonton yang meneriakan namanya.
Adrian berkata dalam hati " ( Hari ini aku akan merebut Title itu karena selama ini jadwal ku selalu di undur karena suatu permasalahan) "
sesampainya di sana diapun kembali di periksa oleh wasit agar tidak adanya kecurangan saat pertandingan berlangsung.
Setelah itu diapun masuk kedalam dan pembawa acara pun membuka dengan memperkenalkan masing-masing petarung dan wasit yang memimpin. Lalu mereka pun disuruh maju untuk mendengarkan intruksi dari wasit. lawannya kali ini adalah Frank Mir.
__ADS_1
Frank Mir berkata dengan arogan " kau tidak bisa merebut title ku begitu saja aku akan menghabisi mu dengan mudah"
Adrian memprovokasinya " aku tidak takut dengan orang seperti dirimu itu aku yang akan menang "
mereka pun di pisahkan oleh wasit dan kembali ke sudut,Tinggg!!!! suara bel pun berbunyi yang menandakan bahwa pertandingan di mulai.
seperti biasa Adrian hanya tenang setiap pertarungannya. Lalu dia melihat celah yang sangat besar kemudian mengambil tangan Frank memelintirnya setelah itu memukul wajahnya bertubi-tubi hingga Frank tak sadarkan diri.
wasit pun memisahkan mereka Adrian selalu seperti itu jika bertarung semua lawannya akan TKO setelah mendapat serangan darinya.
Di jakarta keluarga kecilnya menonton pahlawan mereka.
Arvin yang selalu mengidolakan Papa nya dan selalu ingin sepertinya pun berteriak " Papa memang hebat aku bangga punya Papa sepertinya "
Marshall berkata sambil melompat" Kamu benar dia orang yang hebat, Papa"
Tapi tidak dengan Dea yang kasihan dengan orang yang dipukul oleh Papa nya " Papa gak ngasih dia kesempatan kasihan pingsan kan dia tapi Papa hebat sih aku pernah ikut Papa latihan dia selalu memukul sesuatu yang tergantung dan patung orang"
para Ibunya tersenyum karena Adrian berhasil membuat ketiga anaknya jatuh cinta dan selalu membuat mereka kagum bahkan ada yang mencita-cita kam dirinya.
Adrian berkata dalam hati "( Aku akan mempertahankannya sehingga aku menjadi petarung yang tak terkalahkan"
Setelah itu dia pun kembali ke Bacstage para timnya pun langsung memeluknya dengan bahagia.
keesokan harinya sesuai janjinya dengan anak-anaknya Adrian pun langsung pulang dengan membawa oleh-oleh dengan menggunakan pesawat pribadinya yang baru dia beli.
singkat cerita Adrian sampai ke Jakarta tanpa memberitahu keluarganya. di perjalanan Adrian memikirkan wajah bahagia ke tiga anaknya itu.
tetapi saat dia turun untuk membeli cemilan untuk anaknya ada sebuah mobil. melaju dengan kencang langsung mengarah kepadanya Dan Adrian pun di tabrak oleh mobil yang di kendarai oleh salah satu mantan rekan bisnis yang Adrian putus kontraknya karena ketahuan memainkan harga.
lalu mobil itu lari meninggalkan Adrian yang tergolek tak sadarkan diri penuh dengan luka. banyak orang yang berbondong-bondong mengangkat tubuhnya lalu membawanya ke mobil yang telah di gunakannya kemudian menelfon salah satu istrinya.
Drrrt drrt drrt!!! Tidak lama itu.
Eleanor mengangkat telfonnya " Halo sayang kamu dimana? "
__ADS_1
warga tersebut " maaf non saya bukan suaminya nona tapi saya mengabari bahwa suami non di tabrak oleh mobil tapi kami sudah mencatat plat mobilnya dan sudah ada dari kami yang melaporkan hal ini"
Eleanor yang mendengar menjadi limbung. tapi Helen menangkap dan mengangkat telfon Eleanor lagi lalu orang itu lagi menjelaskan nya kembali karena terhenti karena Eleanor terduduk mendengarnya , Helen pun pun terduduk.
orang itu berkata lagi " sekarang saya akan membawanya kerumah sakit nanti saya akan mengirimkan lokasi nya " lalu menutup telfonya.
Fiona yang melihat menjadi bingung dan merasa bahwa terjadi sesuatu dan bertanya. Helen yang langsung tersadar lalu menjelaskannya ke Fiona.
mereka pun langsung berangkat menuju kerumah sakit dimana suami mereka di rawat.
Sesampainya di rumah sakit mereka bertiga bertanya ke perawat.
Fiona bertanya, "suster dimana korban kecelakaan yang tadi? ''
suster tersebut menjawab " Oh pasien tadi sudah di bawa ke ruang UGD "
setelah mendapat informasi merekapun berterimakasih dan berjalan ketempat tersebut. sesampainya di sana sudah ada warga dan polisi yang sedang menunggu.
kemudian polisi itu menjelaskan perkaranya dan polisi itu berkata " Kami sudah menangkap orang yang sudah membuat seorang pengusaha besar seperti ini"
Helen dengan marah berkata ke polisi itu " Tangkap mereka saya akan membayar berapa pun agar orang yang menabrak suami kami di hukum mati "
polisi itu " ibu tidak perlu khawatir tapi banyak media yang sudah tahu masalah ini dan ada beberapa wartawan di luar sana yang menunggu tapi saya yang akan berbicara dengan mereka"
Eleanor berkata " Tolong pak yah maaf kami merepotkan "
polisi itu pun pergi untuk mengurus masalah wartawan, yang tahu akan hal ini dan membuat seluruh Indonesia gempar baru saja Adrian pulang dengan kemenangan kini harus terbaring dengan lemah karena orang yang jahat.
setelah polisi pergi dokter yang memeriksa keadaan Adrian keluar.
Eleanor bertanya mengenai keadaan Adrian " Dok gimana keadaan suami kami"
Dokter pun terkejut gadis ini mengatakan kami berarti mereka bertiga adalah istri pasien tersebut.
Dokter dengan tenang berkata " pasien kritis, kepalanya mengalami benturan yang sangat keras dan ada tulang iganya yang patah kalian harus berdoa demi kesembuhan pasien"
__ADS_1
mereka pun kembali menangis karena kondisi suami mereka itu.