
Adnan pun berbicara " Ayah Tahu Paman Hardi dan bibi rahma gak? ". Dengan penasaran Haris pun mengangguk.
Adrian Berkata " Yah bun Adrian Adik kami yang di ambil oleh Paman dan bibi Nelfon sekarang"
Haris dan Rosnia pun kaget dengan diikuti oleh penuh rasa rindu yang sangat mendalam.
Mereka pun Berlari menuju telfon yang berada di dalam rumah.
Sekedar info Dari mana Adnan dan Amara tahu kalo adik mereka di bawa oleh kakak ibunya padahal saat itu mereka tidak ikut kebandara, itu karena mereka di beritahukan oleh orang tua mereka selepas keduanya kembali dari bandara. Awalnya mereka sedih terutama Amara yang sangat ingin melihat wajah adiknya berbeda dengan Adnan yang sedari kecil sudah memiliki sifat dewasa jadi kesedihannya itu dia tutupi walaupun ada rasa sedih di dalam hatinya. Tapi Mereka harus tetap menerima kenyataan bahwasanya adik yang mereka tunggu harus berpisah dengan keduanya.
Kembali ke topik Haris dan Rosnia berlari menuju telfon rumahnya dan cepat-cepat mengangkatnya.
Haris me loudspeaker telfonnya agar suara Adrian Bisa didengar juga oleh sang istri
Haris : Halo, Ayah nggak salahkan ini benar Adrian anak kami( Dengan wajah penuh rasa rindu)
__ADS_1
Adnan : Halo, yang menelfon ini memang Adrian Yah"
Rosnia: Kamu Tahu kami nak.
Adrian: Adrian tahu ayah dan bunda semuanya dari Paman dan bibi. Makanya Adrian berinisiatif menelfon kalian. Bagaimana kabar kalian di sana? Kalian Baik-baik saja kan?
Haris: Iya nak kami Baik-baik saja. Seharusnya kami yang bertanya seperti itu kekamu. bagaimana kabar kamu nak?.sehat? "
Adrian: Iya yah aku baik-baik aja. Ayah sama bunda gak usah khawatir sama adrian. Di sini aku baik-baik aja.
Haris: selama Bertahun-tahun berpisah dari kamu baru sekarang kami bisa mendengar suara dan tahu keadaan mu. Kami rindu kamu nak.
Adrian: Ayah Bunda aku bukannya gak mau pulang Adrian akan tinggal menemani Paman Hardi dan bibi Rahma karena mereka sudah terlalu tua untuk di tinggalkan. walau bagaimana pun mereka yang ngerawat aku hingga saat ini.
Rosnia : Tidak apa apa nak sudah mendengar suara kamu saja itu sudah menenangkan hati kami yang sekarang.
__ADS_1
Adrian : Hmm, yah bun Adrian tutup dulu yah karna banyak yang antri buat nelfon juga nanti aku akan usahakan untuk selalu menghubungi kalian yah.
Rosni: iya nak nggak apa-apa sering-sering hubungi kami yah
Haris: iya Adrian jaga diri kamu baik-baik.
Adrian: iya yah bun.
Adrian pun menutup telfonnya dan kembali kerumah.
Keesokan Harinya Adrian menjadi lebih pendiam dari pada biasanya itu dikarenakan kenyataan yang telah dia hadapi dan rasa ingin kembali ke pelukan orang tuanya. Keterdiaman Adrian membuat ke 3 temannya menjadi bingung dan mulai bertanya
Fabian mulai bertanya "apa yang membuat kamu menjadi diam seperti sekarang sehingga kamipun ikut di diamkan. "
hilman pun ikut bertanya: iya kami salah kalo ada masalah cerita ke kami biasanya kamu yang selalu menjadi pendengar keluh kesah kami sekarang giliran kami mendengar kan keluh kesah mu. " di ikuti oleh anggukan agam
__ADS_1
Adrian pun mulai bercerita mulai dari awal di panggil berbicara oleh Paman dan bibi nya sampai Adrian harus tahu status dirinya di keluarga pamannya.
Mereka pun mulai mengerti kenapa kawan mereka ini menjadi diam dengan tatapan kosong.