
sambil menunggu Hari pernikahannya Adrian dan ketiga gadisnya menyempatkan waktu untuk mencari semua yang di butuhkan di hari pernikahan mereka seperti gaun pernikahan, undangan, souvenir dan cincin kawin.
setelah selesai merekapun pulang kerumah Adrian karena ketiganya ingin tahu di mana rumah Adrian, karena selama ini Adrian yang selalu kerumah mereka tapi tidak tahu rumah calon suami mereka dimana ternyata rumah Adrian 2 kali lipat lebih besar dari pada rumah mereka selama ini
saat ini ketiganya sedang berada di di rumah Adrian bersama dengan keluarga Adrian dengan Adrian yang duduk diantara ketiga calon isterinya.
Ayah mengingatkan mereka berempat " ingat yah kalian setelah nikah jangan pernah menunda punya anak"
Adrianpun malu malu dengan perkataan Ayah nya" belum juga nikah udah di suruh punya anak"
Bunda pun menjelaskan " Ya kan namanya juga orang tua yang berharap di kasih cucu sama anak"
Adnan pun kembali mengolok-olok adiknya itu " Kan kamu udah berhasil jagain Timmy anakku dan Nayaka Anak amara, yah kamu bisa dong bikin sendiri"
Adrian menjelaskan pekerjaannya yang terlalu padat " Nanti ajalah lagian setelah nikah aku banyak banget jadwal kerjaan belum aku punya dua jadwal pertandingan sekaligus ditambah harus ngurus peresmian perusahaanku yang baru"
Ayah menasehati Adrian tentang kewajibannya nanti " nak memang kewajiban kita sebagai suami itu cari nafkah tapi jangan terlalu sering istri-istri kamu juga butuh perhatian lebih pernikahan itu bukan hanya tentang suami istri aja tapi kewajiban kalian masing-masing "
Bunda membenarkan kata-kata suaminya
__ADS_1
" yang di katakan oleh Ayah itu benar nak, kamu harus punya waktu luang untuk istrimu jangan kerja terus."
Adrian pun mengiyakan nasehat orang tuanya.
" iya deh nanti Adrian akan atur jadwal tapi jadwal laganya Adrian nggak bisa di maju atau di mundur, harus finish apalagi nanti itu Adrian akan dekat dengan perebutan gelar sabuknya. " Adrian penuh harap sambil menatap ketiga calon istrinya.
Ayah pun menyemangati anaknya " iya deh kalau itu Ayah nggak mau juga larang kamu tahu aja kalau kami ini suka nonton kamu bertanding"
Adrian bertanya dengan polos" Ayah suka nonton aku" Ayah nya pun mengangguk di ikuti oleh yang lain.
Ayah pun kembali berkata " anak Ayah hebat gampang banget jatuhin lawannya " sambil menepuk pundak kokoh putranya.
Ayahnya pun protes " yah perut Ayah kek gini karena udah tua bun"
Adnan juga tidak Terima dengan perkataan Bunda nya itu " kalau aku kayak gini karena udah ada yang ngurus Adrian nanti juga kayak gitu"
Adrian juga ikut mengejek" masa sih kalau gitu habis nikah aku banyak-banyak nge gym nya supaya nggak gembrot kayak kalian " Mereka berdua pun mendelik mendengar candaan Adrian.
lalu Adrian tertawa geli melihatnya" kan kakak bisa olahraga kecil-kecilan entah pushup atau sering joging supaya nih perut nggak berlemak dan Ardyan kan tubuhnya masih bisa berkembang jadi masih bisa terbentuk. Kamu setiap pagi pushup aja banyak makan yah ini badan kamu kurus banget kayak gak pernah makan" Pesan Adrian.
__ADS_1
Ketiga gadis Adrian hanya bisa mendengar obrolan mereka sambil bermain-main dengan Nayaka karena merasa bahwa keluarga ini, keluarga yang hangat. mereka bertiga juga terlihat sering memandang Adrian ketika berbicara.
Ayah kembali menasehati anaknya itu " Adrian nanti setelah nikah jaga baik-baik mereka yah jangan sakiti mereka cukup kali ini kamu nikah jangan ada lagi pernikahan ke empat yah? "
Bunda lebih parah yaitu mengancam anaknya.
" Adrian kamu harus janji sama bunda kalau kamu coba-coba ingin nikah lagi Bunda akan coret kamu dari kartu keluarga "
Adrian mengeluh dengan ketiga calon istrinya
" Ayah Bunda mereka bertiga aja Adrian gak tahu harus bagaimana ke mereka apalagi kalau lebih banyak dari itu mungkin Adrian mati muda kali" Adnan dan Amara pun tertawa mendengarnya
Adnan mengejek kembali " makanya jangan serakah menikahi istri kan gini jadinya bingunga"
Amara juga ikut-ikutan kakaknya " iya lagian kamu sok kegantengan deh, tapi memang ganteng sih"
Adrian kesal terus di bully kakaknya sendiri" ih jadi ngejekin aku sih"
Ardyan dengan polos berkata" Kak Adrian lebih hebat loh dari pada kak Adnan yang hanya bisa punya satu istri, Nanti aku juga mau punya banyak istri" Mereka pun terkejut mendengarnya terutama Adnan yang namanya disebut oleh Ardyan.
__ADS_1
Adnan pun menjelaskan ketidakmampuannya" yah kakak gak bisa lagi kamu kan tahu kerjaan kakak apa punya satu istri saja itu cukup, beda dengan Adrian punya lebih dari satu istri kan wajar dia punya banyak uang kalo kakak masih numpang sama orang tua " sedih mendengar penjelasan kakaknya dia sudah mapan jadi dia bisa membelikan rumah untuk orang tua dan saudaranya. berkata dalam hati " ( adik semacam apa aku ini tidak tahu kondisi keuangan saudaranya sendiri apalagi kami ini baru bertemu)".