Kisah Pengusaha kaya raya

Kisah Pengusaha kaya raya
Chap 87


__ADS_3

lalu Adrian beranjak untuk mengambil pie itu tapi sebelum itu dia berkata " nak Papa boleh minta dikit yah pie nya" Dia malah minta izin ke anaknya,ketiga istrinya hanya menepuk jidat dengan sikap suaminya itu yang kadang kelewatan polos , anak-anak yang mendengar Papa nya itu langsung berhenti bermain karena Papa nya itu mengajarkan kalau orang tua berbicara kekita maka hentikan dulu kegiatan mainnya untuk menghormati mereka.


Dea yang bingung berkata " Loh kok malah minta izin Pah " Heran dengan Papa nya itu.


Arvin juga berkata " yaelah Pah kalau mau makan makan aja izin kekami lagi"


Marshall berkata " Pah itu kan Papa yang beli, gak perlu izin lagi "


Adrian bertanya lagi " kalian gak marah kan kalau Papa makan? "


Marshall berkata " gaklah Pah makan aja lagian Pah kami ini cuma dibeliin kalau Papa yang makan terserah pak bos dong silahkan "


Adrian berkata sambil tersenyum dengan anak-anak nya yang punya pemikiran yang dewasa " yaudah Papa makan ntar kalau kalian mau kita beli lagi "

__ADS_1


Arvin berkata dalam hati "(Papa ini kadang serius kadang konyol masa makanan aja dia minta,aduh) " Arvin bergumam dalam hatinya.


yah begitulah Adrian yang terkadang terlalu polos didalam keluarga nya, kembali ke Adrian lagi saat ini kini mereka sudah memasuki pekarangan rumah mereka setelah sampai ketiga istri dari Adrian buru-buru keluar untuk segera ke dapur dan memasak untuk suami mereka.


sedangkan Adrian sedang mengurus ketiga anak-anaknya saat sampai kedalam dia melihat ada sebuah undangan yang berada di atas meja ruang keluarganya.


Diapun bertanya kesalah satu istrinya " sayang ini ada undangan pernikahan "


salah satu dari mereka bergegas menuju ke suaminya karena yang lain sedang sibuk membuat makanan lalu istrinya itu kemudian melihat isi dari undangan tersebut.


Adrian berkata " baiklah sayang kalau kalian mau kesana aku juga akan ikut siapa tahu kan aku bisa dapat relasi dari tamu yang lain "


Eleanor berkata " kamu ini kita kesana karena temanku ini menikah bukannya berbisnis huu, dasar Papa " Adrian hanya tersenyum mendengar penuturan dari istrinya itu.

__ADS_1


lalu Eleanor kembali kedalam dapur dan memberitahu hal ini kepada yang lainnya dan tentu saja keduanya senang pasalnya orang yang akan menikah ini adalah sahabat mereka bertiga, mereka semakin tidak sabar untuk bertemu dengannya.


Helen berkata dengan semangat " kalau begini nanti kita cari gaun pesta yang baru karena gaunku yang lain sudah menyusut"


Eleanor berkata " sekalian saja kita carikan juga setelan tuxedo untuk Adrian karena katanya dia juga mau ikut kesana"


Fiona pun bertanya " tumben dia mau ikut biasanya dia paling malas di ajak atau bahkan melarang kita pergi dan menyuruh anak buahnya mengirim amplop saja"


Eleanor versi " katanya dia mau cari relasi bisnis disana makanya dia mau ikut"


Fiona kembali berkata " tuhkan tidak mungkin dia mau ikut kalau tidak punya maksud lain, dasar Papa nya anak-anak memang pintar seperti kancil" kedua sahabatnya yang mendengar menjadi tertawa.


Helen berkata " kalau begitu nanti kita ajak dia ke mall atau butik untuk memilihkannya baju " kalau mereka ingin membelikan Adrian pakaian maka mereka harus menyertakan Adrian ikut karena saat awal awal pernikahan mereka banyak baju yang tidak pas ditubuh suaminya, karena ukuran tubuhnya suami mereka itu sangat besar maka mau tidak mau maka Adrian harus diukur terlebih dahulu lalu dibuatkan berdasarkan ukuran tubuhnya.

__ADS_1


sekedar info Adrian memang malas untuk kesebuah acara-acara pernikahan karena menurutnya itu tidak penting bahkan jika dia sudah melarang maka ketiga istrinya bisa dikunci di dalam kamar selama seharian dan wajar saja ketiga istrinya itu heran dengan tingkah suaminya itu yang tiba-tiba ingin ikut.


Begitulah Adrian punya banyak cara dalam berbisnis dan memperbesar wilayah bisnisnya.


__ADS_2