
...2 Tahun kemudian...
saat ini Adrian dan keluarga kecilnya duduk di dalam kamarnya anak-anaknya juga semakin besar tapi masih sangat lengket dengannya. Sore ini Adrian di minta oleh anak-anak laki-laki nya untuk memperbaiki mobil-mobilnya yang rusak karena terlempar.
Adrian Berkata "aduh kalian ini kalau main kayak perang ini mainan kalian rusak, padahal 2 hari yang lalu kita beli loh"
Fiona bertanya mengejek " kenapa emang Papa gak mampu beliin mereka? "
Adrian menjelaskan " bukan gitu aku bisa kok beliin mereka pabriknya aja aku bisa beli tapi mainan mereka gak ada yang bertahan"
Tiba-tiba Putri kesayangannya datang dan duduk di paha kanannya.
Marshall, Arvin dan Deandra sudah mulai bisa berjalan dan sudah bisa berbicara dengan lancar walaupun masih cadel.
Deandra berkata sambil merayu " Pa Dea mau mandi bola boleh yah pa kita ke mall sama mau beli boneka teddy bear"
Arvin yang tidak ingin ketinggalan juga berkata
Arvin pun ikut-ikutan " Pa aku mau main trampolin di mall"
Marshall si kakak juga ikut-ikutan.
Marshal juga tidak mau ketinggalanl " Pah aku mau beli buku dongeng "
Adrian melihat mereka tersenyum.
Adrian berkata " boleh tapi izin sama mama-mama kalian dulu"
__ADS_1
Dea pun bertanya" Mama-mama ku sayang boleh yah kami pergi main yah? "
Dea ini pandai merayu ketiga Mama nya sehingga membuat ketiganya menjadi gemas karena wajah imutnya.
Eleanor berkata sambil berharap di izinkan ikut" Boleh asalkan mama boleh ikut yah? "
Helen berkata" iya boleh yah sayang "
Dea pun menjawab" boleh ma kita ke salon juga yah? ''
mendengar itu ketiga istri Adrian itu langsung bersemangat karena ajakan putri mereka.
Adrian pun berkata" kalau gitu kalian siap-siap kita berangkat, let's Go"
Mereka bertujuh bersiap dan selesai itu mereka pun berangkat menuju ke mall. Seperti biasa Deandra di gendong oleh Papanya.
Adrian bertanya" ini kita langsung kemana nih mau main atau mau ke salon dulu? "
Papa bertanya dengan bingung" loh katanya kamu mau mandi bola"
Dea tersenyum karena berubah pikiran" gak jadi Pah mau ke salon sama mama aja"
Kali ini Dea yang mengatur mereka hanya bisa mengiyakan, Ketiga mamanya juga setuju karena sudah 2 minggu mereka gak ke salon.
Adrian berkata " ok kalau gitu nanti kalau selesai kita ketemu disini yah"
Mereka pun berpencar ke tempat yang mereka tujuan.
__ADS_1
Setelah Adrian dan kedua Putranya selesai bermain tapi Perempuan itu belum selesai juga perawatannya. Alhasil mereka terpaksa menunggu.
Adrian bertanya " sayang kalian belum selesai juga masa kami harus menunggu lagi"
Fiona" Kamu nunggu aja atau pergi belanja aja dulu"
Dea pun berkata dengan imut" Pah sabar nanti cepat tua"
Ketiga mama dan pegawai salon itu tertawa mendengar suara imut itu.
Adrian pun berkata " Sekarang tidak hanya ketiga mama nya yang sering mengejekku tapi Putrinya juga"
Setelah mereka selesai baru langsung betul-betul pulang.
sesampainya di rumah mereka pun masuk kerumah langsung saja ketiga anak mereka berlarian di dalam rumah, tapi tidak bertahan lama karena Adrian menahan mereka karena sudah waktunya makan malam setelah itu tidur.
Adrian pun menyuruh mereka tidur" Hup sudah cukup ayo kita makan malam baru kalian cuci kaki, cuci tangan dan sikat gigi lalu tidur"
selesai makan Adrian mengantar ketiga anaknya kekamar lalu menidurkannya.
Adrian betul-betul ayah dan suami yang baik dia rela melakukan hal itu agar orang yang dia sayangi bahagia dia juga dengan suka rela mengirimkan orang tuanya uang bulanan setiap bulannya dia berkata .
" jangan pernah menghalangi ku untuk menafkahi kedua orang tua ku kalian tahu aku sangat menyayangi mereka melebihi rasa cintaku kepada kalian karena hanya ini yang bisa aku berikan kepadanya"
Adrian akan marah jika ada orang lain yang mencoba mendidik anaknya kecuali jika itu gurunya nanti.
pernah Adrian marah besar karena ada orang yang mengajari anaknya bermain handphone padahal Adrian melarang anaknya bermain HP karena jika satu kali saja teralihkan karena handphone maka selamanya tidak akan pernah lepas, Bahkan dia sering memarahi istrinya jika mereka memarahinya karena hanya dia yang boleh memarahi mereka.
__ADS_1
makanya ketiga anak itu lebih takut terhadap Papa nya sekali melotot saja maka mereka akan diam, Dia pernah memarahi salah satu anaknya karena hampir memukul mamanya walaupun hanya main-main.
Adrian berkata " jangan membiasakan anak-anak untuk memukul karena jika besar mereka akan berbuat yang lebih mereka hanya di ajari memukul jika mereka. melindungi kita suatu saat nanti"