Kisah Pengusaha kaya raya

Kisah Pengusaha kaya raya
Chap 79


__ADS_3

Pov Helen


Nama ku Helen Grace istri dari Adrian awalnya aku ini selalu dingin terhadap pria karena selalu beranggapan bahwa semua pria itu sama saja selalu menyakiti hati wanita. Karena aku pernah punya kekasih yang sangat aku cinta tapi dia mengkhianati ku dengan bermain dengan banyak wanita itu membuat ku hancur karena selama ini hanya dia pria yang sangat aku sayangi.


Tapi saat aku pertama kali melihat suami ku ini dia adalah Idola ku, aku dan kedua sahabat suka janjian untuk berangkat ke Amerika untuk hanya sekedar menonton penampilannya. aku melihat matanya yang teduh menggambarkan sebuah kelembutan dan kehangatan dan cara bicaranya selalu lembut.


kepercayaan ku kepadanya hampir hilang dikarenakan dia mempertemukan aku dengan Sahabat-sahabat ku yang ternyata juga menyukai nya dan pria itu berencana akan menikah kami semua karena dia tidak ingin kami kecewa.


karena aku sangat menyukainya makan mau tidak mau aku harus berbagi suami kepada mereka tapi sampai sekarang belum pernah sekalipun kami saling iri dan cemburu karena Adrian selalu bersikap adil kepada kami dan anak-anak.


Pada akhirnya aku menikah dengannya banyak kejadian konyol yang terjadi saat bersamanya mulai dari tingkah nya hingga dari semua yang dia miliki. Bahkan orang tuanya pun sangat menyayangi kami seperti anak sendiri.


Tapi jika dalam keadaan marah bahkan sampai berbulan-bulan pun dia tidak akan menemani kami berbicara, seperti saat ayah ku meninggal aku sempat membentak dan memaki-maki nya hingga dia hampir menceraikan aku.


saat itu Aku mengatakan kepadanya " aku menyesel menikah dengan mu yang kampungnya jauh sehingga aku harus meninggalkan Papa ku"

__ADS_1


Raut wajahnya langsung berubah dan menjadi dingin kepadaku dan berkata " baik kalau kau berpendapat begitu " diapun keluar dari kamar ku dan pergi dengan hati yang sakit. Ahhh sayang aku memang istri yang tidak tahu di untung.


saat dia pergi akupun langsung diliputi rasa bersalah yang sangat hingga membuatku tidak tahu harus berbuat apa-apa sampai-sampai Ibu ku memarahi diriku yang kekanak-kanakan, akupun menyesal melakukan hal itu kepadanya pasti dia sangat sakit hati kepadaku.


bahkan sahabat ku sendiri memarahi diriku yaitu Fiona karena telah melakukan kesalahan yang benar-benar fatal.


Hingga pada saat waktu Jam makan siang dirumah ku kedatangan seseorang berjas dan memberikan ku sebuah amplop yang berisi surat, aku begitu terkejut setelah melihat isi dari surat itu.


itu adalah surat cerai yang dikirim oleh Adrian melalui pengacaranya aku benar-benar gemetaran, hati ku tidak karuan dan perasaan ku sesak karena Adrian akan berpisah denganku. aku tidak ingin berpisah dengannya selama beberapa hari saja kami tidak bertemu itu akan sangat membuat ku tersiksa apalagi harus dipisahkan karena kesalahan ku sendiri, aku memang wanita yang sangat bodoh berani menyia-nyiakan pria sepertinya.


setelah membaca isi surat itu aku bergegas menuju kebandara untuk segera terbang menuju ke makassar. Saat aku masuk dirumah yang pernah menjadi kenangan bagiku akan tingkah laku suamiku disana Kini sebentar lagi kami akan menjadi orang lain baginya dimana pernikahan kami berjalan beberapa bulan.


kami pun bertengkar karena aku bersikeras tidak ingin bercerai tapi dia dengan tegas akan menceraikan ku.


Adrian berkata kepada ku " aku ini siapa bagi dirimu hingga kau berkata begitu seakan-akan aku ini tidak dihargai sebagai suami, selama ini aku sangat mencintai dirimu dan kau membalasku dengan begini"

__ADS_1


aku mengatakan kepadanya sambil memeluk kakinya agar dia mau memaafkan diriku " Sayang jangan ceraikan aku maafkan aku aku tidak ingin berpisah "


aku akan menjadi wanita yang benar-benar bodoh jika dia benar-benar menceraikan diriku, sebelum mengenal diriku banyak gadis yang selalu mengantri agar bisa merasakan pelukan nya dan aku beruntung bisa mendapatkan pelukannya.


Adrian hanya diam dan tidak berniat sekalipun memandangku, sebegitu salahkah diriku hingga dia tidak ingin melihat diriku.


wajahnya sangat merah karena menahan marah, jika aku seorang pria mungkin dia akan menghajar ku hingga aku tak bernyawa lagi, tapi dia menahannya.


setelah pertengkaran hebat ku dengannya aku memutuskan untuk tinggal dengannya bersama dengan kedua istrinya yang lain yang notabene nya ada sahabat ku itu walaupun dia tidak menganggap ku ada.


Dia memang pria yang sangat berpegang teguh terhadap prinsipnya jika dia sudah tidak dihargai lagi maka dia tidak akan memberikan lagi hatinya, bahkan dalam urusan batin sekalipun dia akan menunaikan nya hanya setengah hati dan hanya sekedar kewajibannya saja.


Dan jujur aku sangat tersiksa dengannya, aku merasa sudah tidak memiliki lagi hati dan jiwanya, aku selalu menangis di dalam kamar yang terpisah dengan mereka.


Yah kamar ku dengan mereka itu tersendiri karena aku yang memintanya karena tidak ingin menganggu mereka. walaupun dia masih marah kepada ku dia tetap mau ku layani dalam segala hal.

__ADS_1


setiap aku berpapasan dengannya aku selalu menemaninya berbicara seperti, saat aku berpapasan dengannya aku berkata kepadanya " Sayang kapan kamu mau berbicara kepada sudah lama aku tidak mendengar suara mu"


tapi dengan kebesaran hatinya dia mau memaafkan diriku dan sekarang aku membuat kesalahan lagi dengan membentak nya lagi dan menuduh yang tidak Maaf kan aku sayang.


__ADS_2