
lalu Adrian berkata " karena Papa sudah sembuh maka besok Papa antar kalian sekolah, oke" mereka pun langsung bersorak dan memeluk sang Papa.
keesokan harinya Adrian betul-betul menepati janjinya dia sendiri yang mengantar sang belahan jiwa ke sekolah bahkan dia membantu mempersiapkan segala kebutuhan ketiga anaknya, mulai dari memasukkan kotak bekal anaknya kedalam tas hingga merapikan seragam mereka.
dengan di temani ketiga istrinya diapun mengantar ketiga anaknya itu kesekolahnya, sesampainya di sekolah.
Adrian berkata ke anak-anaknya " Anak-anak kita sampai sebentar Papa yang jemput kalian, ingat jika ada yang manggil kalian dengan alasan Papa yang suruh jangan mau, mengerti" memberi arahan terhadap anaknya.
seperti para Ayah yang lain yang selalu mengingatkan anak-anaknya agar hati-hati dengan orang asing yang bisa saja menyamar dan menculik anak kecil dengan iming-iming di suruh Ayahnya si anak.
setelah itu Adrian turun dari mobil dan membukakan mereka pintu mobil dan menurunkan mereka masing-masing, lalu merekapun berpisah.
Adrian berkata ke guru anaknya " tolong jaga anak-anak saya, jangan pernah lepaskan pandangan kalian dari mereka"
setelah itu dia pun kembali masuk kedalam mobil dan berjalan pulang.
Adrian berkata ke istri-istrinya " ingatkan aku yah jam pulang anak-anak jadi aku bisa jemput mereka"
__ADS_1
Helen berkata " segitu pengennya kamu jemput anak-anak yah, oke deh aku pasang alarm dulu"
sesampainya di rumah langsung saja mereka masuk kedalam ruang keluarga Adrian berkata kepada ketiga istrinya.
Adrian berkata " mumpung anak-anak masih di sekolah dan ini juga masih jam berapa kita quick yuk, udah lama nih" katanya sambil memegang miliknya yang masih berada di dalam celana.
ketiga istrinya yang melihat langsung saja mereka sumringan karena selama Adrian koma mereka selalu merasa birahi tapi harus selalu mereka tahan.
Eleanor berkata dengan semangat " ayo sayang siapa yang duluan nih"
Adrian berkata " daripada lama lebih baik kita main secara bersamaan "
karena tidak bisa lagi menahan Adrian membaringkan mereka dan membuka bajunya, kemudian juga mengangkang kan paha mereka milik Adrian yang selalu besar seperti biasa melesak masuk kedalam salah satu istrinya, mereka pu mendesah secara bersamaan, bosan dengan gaya Adrian diatas mereka pun bertukar posisi kini Adrian yang berada di bawa, dimana giliran Helen yang menjadi bulan-bulanan milik Adrian langsung saja Helen berteriak karena miliknya sudah lama tidak merasakan keperkasaan suaminya itu.
setelah itu giliran Fiona yang digauli dari belakang, begitulah seterusnya hingga mereka pun menuju klimaksnya, Adrian pun mencium bibir mereka.
Fiona berkata dengan senyum puas diwajahnya " ternyata bermain secara bersamaan enak juga yah"
__ADS_1
Helen mencibir " aku fikir setelah bangun dari koma keperkasaan kamu berkurang ternyata semakin bertambah dan malah semakin besar" sambil melirik bukti lahirnya ketiga anaknya itu.
Adrian berkata " kalian fikir saja sudah berapa berapa minggu aku tidak mendapat jatah dari kalian semenjak aku koma, Hei aku minta kalian jangan minum pil KB lagi, aku ingin anak lagi "
Eleanor berkata " lalu kenapa kamu tidak meminta jika kamu ingin sayang, aku sudah berhenti minum pil sejak Anak-anak sudah mulai masuk sekolah "
Fiona juga berkata" aku juga sudah tidak minum lagi karena aku tahu kau pasti akan meminta anak lagi"
Helen berkata " aku juga sudah berhenti minum dari kemarin-kemarin ternyata kamu pasti akan mengatakan itu"
Adrian pun tersenyum " untung saja aku keluar di dalam, kalian tahu aku kesepian semenjak anak-anak sudah bersekolah jadi aku menginginkan bayi lagi dari kalian"
Helen protes " Hei sudah cukup anak-anak terlalu dekat denganmu hingga melupakan kami, jadi saat kita punya lagi aku mau kami yang menguasai mereka"
Adrian berkata " terserah yang penting aku ingin menimang mereka"
mereka terus mengobrol tapi jam baru menunjukkan jam berapa jadi mereka memutuskan untuk kembali mengulanginya lagi. kali ini Adrian benar-benar buas hingga tidak memberi mereka kesempatan sekalipun hingga ketiganya pun pingsan.
__ADS_1
lalu Adrian melihat kearah jam tidak terasa mereka bermain hingga 4 jam, maka diapun mandi dan memutuskan untuk menjemput ketiga anaknya.