
Semua menangis mendengar perkataan Ayah dari Adrian itu.
Bunda Adrian berkata " Anak yang kami sayangi ini adalah anak yang sangat kuat dalam menghadapi semua hal kesendiriannya"
Bunda menangis mengatakan hal itu karena anak yang selalu menjadi kebanggaannya terbaring tak berdaya di atas ranjang rumah sakit.
ketiga istri Adrian kembali menangis sejadi-jadinya karena mendengar kata-kata dari mertuanya itu, mereka juga merasakan sebagai seorang wanita yang sedih melihat orang yang kita sayangi tidak berdaya.
Fiona berkata " sayang bangun Bunda nangis ngeliat kamu gak bangun-bangun" sambil mengelus dada Adrian yang terdapat alat-alat yang terpasang di tubuh Adrian.
mereka setia menemani Adrian yang tahu kapan dia akan terbangun dari tidur panjangnya sampai Bunda Adrian menyuruh mereka pulang terlebih dahulu.
Bunda pun membujuk ketiga menantunya itu " Nak kalian pulang dulu yah, kalian istirahat kalau kalian sakit Adrian bisa sedih dan kalian juga punya anak-anak yang menunggu kalian pulang" mendengarkan sang mertua berkata seperti itu mereka pun mau tidak mah mereka harus pulang karena selama seharian ini mereka tidak melihat keadaan ketiga anaknya.
Mereka pun pulang kerumah dengan Adrian yang di temani oleh ibunya. Sesampainya di rumah mereka pun mencari keberadaan ketiga anak kesayangan Adrian itu dan belahan jiwa Adrian.
Ternyata ketiganya kini tengah dalam keadaan tidur siang di kamar mereka. Ketiga istri Adrian itu kembali menangis melihat buah hati mereka dan kemudian teringat dengan Adrian.
Fiona berkata dalam hati "( Sayang mereka sangat menggemaskan sama seperti dirimu) "
__ADS_1
Helen juga berkata "( Sayang mereka nungguin kamu pulang loh kamu gak kangen apa sama mereka) "
Eleanor menangis melihat ketiganya "( Sayang anak-anak sangat menyayangimu kamu bahkan mereka selalu melupakan kami jika kamu ada bersama mereka) "
Mereka bertiga pun membersihkan diri dan ikut bergabung dengan ketiga buah hatinya sambil memeluk mereka dengan sayang. Tidak lama mereka pun tertidur dengan waktu yang lama hingga ketiga anak-anak itu membangunkan mereka mereka langsung bangkit dan bersiap menuju kerumah sakit dengan membawa ketiga belahan jiwa Adrian.
Sesampainya di rumah sakit mereka langsung masuk kedalam ruangan yang terdapat di dalamnya sudah ada ketujuh nenek mereka yang menyambut kedatangannya.
Dea yang melihat sang Papa terbaring di ranjang langsung bertanya.
Dea bertanya sambil melihat kearah sang Papa " Ma kok Papa ada di ranjang rumah sakit sih, dan Papa gak liat kami lagi " katanya sambil berjalan kearah Adrian dan menyentuh kakinya itu dan menggoyangkan nya.
Dea pun mencoba membangunkan sang Papa " Pa bangun dong ini ada Dea dan kakak kemari"
Arvin dengan polos bertanya " Pa Arvin liat Papa di TV kemarin Papa hebat, bangun dong pah kami pengen dengar ceritanya Papa "
Marshall juga yang tidak tahu apa-apa " Pa katanya pengen ngajakin Marshall ke perusahaannya Papa kok Papa sekarang sakit sih ayo dong Pa"
lalu Fiona dan yang lain maju memberi tahu anak mereka.
__ADS_1
Helen berkata ke Dea " sayang Papa lagi sakit jangan di ganggu yah? "
Dea bertanya dengan polos " Kalau Papa sakit kok gak bangun? biasanya Dea kalau sakit suka bangun-bangun "
Fiona pun menimpali pertanyaan putri kesayangan Adrian itu " Sayang kali ini sakitnya Papa lain dan Arvin nanti pas Papa bangun baru dengar ceritanya Papa yang penting sekarang kalian do'ain Papa agar cepat sembuh"
Tanpa mereka sadari bahwa air mata Adrian keluar dengan sendirinya di kala dia tertidur. Kini ketiga istri Adrian ingin membersihkan tubuh Adrian tanpa di mandikan hanya dengan tissue basah saja.
Ketiganya itu kompak dalam membersihkan tubuh suaminya itu Fiona dan Helen yang mengangkat tubuh Adrian agar tubuh belakangnya bisa di bersihkan oleh Eleanor, beruntungnya saat ini Adrian tengah tertidur jadi tubuhnya itu tidak terlalu berat.
setelah membersihkan tubuh itu mereka pun mencium Adrian dan mencium lutut Adrian seperti saat Suaminya itu selesai mandi. Itu menandakan tanda berbakti nya mereka terhadap suami mereka.
Selesai itu Dokter masuk kedalam dan mengecek keadaan Adrian.
Helen bertanya setelah selesai memeriksa keadaan suaminya " Bagaimana keadaan suami kami dok? "
Dokter menghela nafas " Masih belum ada perubahan nona lebih baik kita semua banyak-banyak berdoa saja"
Mereka yang mendengar semakin sedih terutama ketiga anak Adrian karena belum juga ada tanda-tanda sadarnya Adrian. Ketiga istrinya itu kembali duduk di samping ranjang Adrian lalu Ayah mertua mereka bersuara.
__ADS_1
Ayah Adrian berkata " Nak kalian makan dulu yah ajak anak-anak juga makan nanti kalian lapar loh" Membujuk ketiga menantunya itu untuk makan. Kebetulan Adnan dan istrinya dari luar membeli beberapa makanan, langsung saja ketiga iparnya itu memakan makanannya walau terasa berat hati mereka.
Setelah makan mereka kembali ke samping Adrian. Marshall yang melihat ketiga ibunya sedih berkata dalam hati "( Pah cepat bangun yah Marshall kangen sama Papa gak hanya Marshall ketiga mama dan adek-adek nungguin Papa kembali, Marshall janji akan menjadi pemimpin seperti Papa walaupun pun tidak sama seperti Papa)" Kata Marshall sambil menatap kasihan pada keluarganya.