Kisah Pengusaha kaya raya

Kisah Pengusaha kaya raya
Chap 64


__ADS_3

Pagi ini Adrian olahraga dengan mengajak ketiga anaknya itu agar ketiganya tidak malas beraktivitas karena selama ini bocah-bocah itu selalu tidur jam 11 malam dan bangun jam 7 maka Adrian membangunkan mereka walaupun ketiganya menangis.


Adrian berkata " ayo cepat jangan malas"


Helen dengan kasihan kepada anaknya " sayang jangan memaksakan mereka masih kecil "


Adrian mengingatkan ketiga istrinya untuk tidak menghalangi nya " Hei kalian jangan memanjakannya terus nanti kedepannya mereka akan jadi pemalas, gendut dan banyak makan. "


Eleanor berkata dengan kesal " kami tidak memanjakan tapi mereka masih kecil loh sayang mereka gak tahu apa-apa"


Adrian menjelaskan "justru mereka masih kecil jadi harus di biasakan hidup sehat jadi besarnya mereka tidak kerepotan urusan badannya mereka"


Adrian men diktatori anaknya sendiri sampai mereka selesai.


Arvin berkata dengan lelah " Papa kayak monster nyuruh kita olahraga keras kayak gini"


Marshall berkata dengan sombongnya " aku biasa aja aku harus kuat karena aku anak tertua Papa yang kedepannya bisa di andalkan"

__ADS_1


Adrian menasehati " Kalian semua nanti akan Papa andalkan tapi kalian harus bisa menuruti kata-kata Papa dan jangan Malas-malasan"


Deandra berkata dengan polos " Tapi kan Dea perempuan Pa kan bisa Dea di ajarin masak atau dandan"


Adrian berkata dengan sewot " Yeh Papa Ngandelin kamu bukan soal masaknya tapi kedepannya Papa mau tapi nggak maksa yah Papa mau kalian yang urus perusahaan Papa "


Dea berkata " Dea gak mau jadi kayak Papa Dea mau akting dan muncul di TV"


Fiona ikut nimbrung " Kamu mau jadi artis dong kalau itu mama setuju kalau kamu siap mama hubungi manager nya mama"


Eleanor pun ikut ikutan "kalau kamu mau mama hubungi grandpa kamu jadi langsung bisa"


Adrian berkata " Terserah deh yang penting jangan pengangguran yang gak tahu mau kerja apa kerjanya ngabisin beras orang tua aja"


Arvin bertanya dengan polos " Kalau Arvin mau jadi ikut kayak Papa di ring "


Adrian berbicara " Kalau begitu jangan protes kalau di suruh olahraga jangan ngeluh kalau mau jadi fighter harus banyak olahraga "

__ADS_1


Arvin yang mendengar itu langsung bersemangat " Pa kalau begitu pagi-pagi Arvin ikut Papa olahraga "


Marshall juga berkata " kalau Marshall mau jadi bos kayak Papa aja "


Adrian berucap " Kalau kamu mau besok Papa ajak kamu ke perusahaan supaya tau seluk-beluknya"


Adrian dan Anak-anaknya pun masuk kedalam dan langsung mandi karena badan mereka penuh dengan keringat. Adrian mandi dengan anak laki-lakinya sedangkan Dea di mandikan oleh Helen.


Adrian selalu berharap kepada Anak-anaknya bahwa mereka bisa lebih berhasil lagi daripada dirinya yang sekarang dan Adrian selalu berharap nanti Marshall bisa membimbing Adik-adiknya kedepan.


mendengar ucapan Marshall tadi saja sudah membuat beban Adrian terangkat sedikit bahwa dia anak tertua yang akan bertanggung jawab nantinya, sifat Marshall juga terbilang dewasa daripada Anak-anak seumurannya Jika Dea dan Arvin bertengkar hanya masalah kecil maka Marshall yang akan memisahkan, tapi jika dia punya masalah sedikit maka Marshall akan menyembunyikannya dari ketiga ibunya tapi menceritakannya langsung ke sangat Ayah.


mungkin karena dia tahu menceritakannya ke ibunya akan membuatnya dimarahi tapi jika dia menceritakannya ke sang ayah maka dia hanya di berikan arahan atau nasehat saja yang bisa di mengerti oleh otak kecilnya.


Beda dengan Arvin yang selalu kompak dengan Marshall jika Marshall tidak bisa melakukannya maka Arvin yang akan mengerjakannya, jika Marshall di marahi oleh ibunya karena nakal maka Arvin akan membelanya. begitu yang seharusnya di lakukan oleh anak kedua yang selalu menjadi penengah.


Sedangkan Dea lebih cenderung pada ke-tiga ibunya jika ayahnya dan suka membantu ketiganya bahkan tanpa di minta sekali pun dan selalu kompak dengan ibunya dan selalu manja ke ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2