
Setelah satu minggu Adrian masih saja terbaring di atas ranjang dan membuat mereka khawatir karena belum juga ada tanda-tanda dia terbangun dari tidur panjangnya.
Fiona berkata dengan cemas " Gimana ini Adrian belum bangun juga"
Eleanor juga tidak menimpali perkataan Fiona " Jangankan kamu aku juga merasa khawatir"
Helen mencoba memberikan mereka semangat " Udah kalian jangan berpikiran kayak gitu mungkin nanti dia akan terbangun "
Eleanor berkata kepada Helen " Aku tahu tapi bagaimana dengan anak-anak yang selalu nanya tentang keadaan Papanya"
Helen memberi solusi " jika mereka bertanya kalian cukup bilang nanti Papa bangun setidaknya kita gak beri mereka harapan,bukan"
Setelah percakapan antara ketiganya mereka kembali membersihkan lagi tubuh Adrian agar sang pemilik tubuh tidak kegerahan. kini tubuh Adrian terlihat mengurus di akibatkan terlalu lama tertidur dan bulu-bulu tebal yang menghiasa rahangnya pernah kembali tumbuh dan menebal kembali.
setelah membersihkan tubuhnya kini ketiganya kembali menemani Adrian berbicara agar otaknya merespon dan bisa membantu menstimulasi otaknya, Seperti menemani orang yang terbangun pada umumnya.
Tak lama ada satu kalimat yang keluar dari salah satu bibir istrinya membuat Adrian menggerakkan kembali tangannya.
Helen berkata " Sayang kapan kamu bangun kami nunggu kamu loh sayang "
Fiona juga berkata " Sayang anak-anak udah masuk sekolah loh setiap pulang sekolah mereka selalu nanyain kamu"
Eleanor juga tidak ketinggalan " Sayang kamu tahu gak Arvin setiap di sekolah selalu bangga-banggain kamu, katanya kamu Papa yang hebat dia juga bilang bahwa dia ingin seperti kamu loh" Kalimat dari Eleanor yang membuat otak Adrian bereaksi, Adrian berkata di dalam alam bawah sadarnya "( Tolong kembalikan aku , aku rindu dengan keluarga ku terutama para anak-anak ku yang manis) "
Tubuh Adrian pun bergerak dan kedua matanya kembali terbuka walaupun tidak terlalu merespon apa-apa dan membuat ketiga wanitanya terkejut lalu langsung memanggil dokter, mata Adrian langsung melihat sekeliling dan kemudian berbicara walaupun terdengar lemah.
Adrian bertanya mencari keberadaan seseorang " Kemana anak-anak, aku merindukan mereka"
__ADS_1
Eleanor menjawab sambil menggenggam lembut tangannya " sayang anak-anak kesekolah sebentar lagi mereka juga pulang "
tak lama percakapan mereka Dokter dan tim nya datang memeriksa keadaan Adrian, para keluarga dan teman-teman Adrian datang karena mendengar Adrian telah sadar dan sudah berada di tempat itu sambil mendengar perkataan Dokter.
Dokter berkata " Pasien sudah sadar dari Koma nya walaupun agak sedikit tidak bisa merespon, tuan bisa mendengar saya kan? tuan jangan dulu melakukan aktivitas yang berat karena ada beberapa tulang rusuk anda ada yang sakit. " Mengingatkan Adrian, Diapun hanya mengangguk Lalu pergi meninggalkan mereka.
Adrian lalu melihat ketiga istrinya dan menelisik tubuh ketiganya yang agak mengurus.
Adrian berkata dengan kesal " Kalian ini bukannya saat aku terbangun melihat tubuh kalian agak berisi tapi malah semakin mengurus seperti tidak di beri makan" katanya sambil mengomel, ketiga istrinya hanya tersenyum mendengarnya.
Fiona berkata " sayang gimana kami mau makan orang kamu gak mancing nafsu makan kami biasanya kalau ngeliat kamu makan kami juga akan merasa lapar" membela diri.
Adrian kembali mengomel " Oh jika aku tidak bangun maka kalian tidak makan juga, aku tidak mau tahu 1 Minggu kedepan tubuh kalian harus berisi kembali" Dia melirik kesalah satu keluarganya dan meminta John membeli beberapa makanan.
Adrian mengambil dompet yang berada di dekatnya lalu mengambil beberapa lembar uang dan berucap " John beli makanan di luar, kalian setelah makanan datang harus makan, Ayah sama Bunda juga harus makan termasuk para mertua dan kakakku mengerti "
Tak lama itu terdengar suara imut yang datang siapa lagi kalau bukan para kesayangan Adrian. ketiganya melihat kearah ranjang sang Papa dimana orang yang mereka tunggu ternyata sudah bangun dan tersenyum kearah mereka.
lalu ketiganya berlari kearah Papa nya.
Dea berkata " Papa udah bangun selamat datang Papa " menyambut kedatangan Papa nya itu dan membuat hati keluarganya menjadi menghangat.
Marshall juga senang melihat panutannya terbangun " Pa lama banget gak bangun kami kangen tahu " memeluk Papa nya.
berbeda dengan Arvin yang saat pertama melihat Papa nya langsung dia berlari kearahnya dan memeluknya.
Arvin berkata dengan senang " Papa Arvin selalu nungguin Papa loh, jangan tidur lagi yah" kata Arvin. dengan gemas Adrian mencium putranya itu..
__ADS_1
lalu Adrian bertanya " Kalian sudah makan nak? kenapa kalian juga kayak mama kalian kurus gak ada dagingnya "
Dea mengatakan " kan kami nungguin Papa bangun, mau di beliin makanan favorit sama Papa"
Adrian bertanya dengan lembut " Kalian mau makan apa sayang? " Adrian terus mengobrol dengan anak-anaknya sehingga mengacuhkan orang-orang di sekitarnya termasuk ketiga ibu anak-anak itu.
Ketiga istrinya bersamaan berkata dalam hati "( mereka mulai lagi bahkan gak merhatiin kita lagi) " tapi senang melihat anak-anak mereka kembali tersenyum.
ketiga belahan jiwa Adrian di naikkan oleh ibu-ibunya ke ranjang sang Papa lalu memeluk Adrian secara bersamaan dan erat. Adrian bahagia bisa memeluk kembali anak-anaknya.
Setelah itu John kembali dengan membawa banyak makanan dan mereka pun makan dengan hikmat termasuk Adrian. Adrian yang melihat makanan ketiga istrinya yang hampir habis langsung menyuruh ketiga ibu alias mertuanya menambahkan makanannya.
ketiga istrinya itu langsung kesal karena perut mereka sudah kekenyangan tapi kekesalan mereka langsung redam karena Adrian mengelus rambut indah mereka sambil berkata.
Adrian berkata kepada ketiga istrinya " Bagus makan yang banyak nanti cepat berisi" langsung saja ketiga istrinya itu buru-buru menghabiskan makanannya, lalu melihat kearah ketiga anak-anaknya yang juga ikut makan.
Adrian bertanya ke mereka " kalian sekarang sekolah kan nanti pas Papa keluar dari rumah sakit Papa yang antar yah"
ketiga anaknya itu sumringan karena apa yang selama ini mereka inginkan akhirnya terwujudkan juga yaitu ingin di antar oleh sang Papa kesekolah.
Arvin berkata ke sang Papa " Pah nanti kalau ada laga aku ikut yah, boleh yah Pa? "
Adrian berkata " Kan kamu sekolah nak nanti apa kata bu guru kalau kamu gak masuk sekolah "
Arvin cemberut tapi berkata " tapi nanti aku ikut kalau libur sekolah yah? "
Adrian langsung mengangguk anak keduanya itu memang selalu ikut kemanapun dia pergi tidak hanya Arvin kedua saudaranya juga selalu mengekor kemana saja.
__ADS_1
bagi ketiga anaknya itu Adrian adalah seseorang yang sangat hebat dan selalu menjadi idolanya.