
Tak lama kemudian mereka telah sampai di rumah sakit milik perusahaan Adrian.Mereka pun turun dari mobil dan segera menuju ketempat praktek dokter keluarga mereka yang juga adalah sahabat Adrian semasa SMA.
Saat sampai di tempat praktek Dokter kandungan mereka pun memilih untuk menunggu terlebih dahulu, walaupun Adrian punya banyak teman di kedokteran tapi jika dia yang atau siapapun keluarganya yang sakit maka dia memilih seperti pasien yang lainnya yaitu menunggu giliran padahal sahabat sahabat dokternya sudah menyuruhnya untuk sekedar menelfon saja jadi saat datang dia bisa langsung masuk.
Tapi Adrian mengatakan " aku dan pasien lain sama sama pasien jadi aku harus mengikuti prosedurnya" perkataannya itu membuat orang yang mendengarnya menjadi kagum, seorang Taipan kaya raya ingin di perlakukan sama seperti yang lain.
Setelah sampai mereka terlebih dahulu mengambil no antrian agar dia tahu no berapa sekarang yang masuk di periksa oleh dokternya, banyak yang melihat kearahnya ada yang kagum dan ada yang sinis dikarenakan Adrian membawa ketiga istrinya.
Orang 1 berkata " lihat itu Adrian wah dia suamiable banget "
orang 2 berkata " iya dia juga perhatian banget sama istri-istrinya "
orang 3 berkata " ketiga istrinya juga gak ada yang berantem karena di madu tapi malah terlihat biasa biasa saja"
orang 4 berkata " Hmm dasar buaya mungkin dia menggunakan trik untuk menaklukan wanita-wanita itu"
orang 5 berkata " kamu benar mungkin dia menggunakan santet kali liat aja istri-istrinya gak ada yang mau berpaling dari Adrian "
Adrian yang mendengar itu hanya tersenyum dia berfikir bahwa apa yang mereka katakan hanya sebuah angin lalu buatnya, dia yang merasakan kehidupan rumah tangganya bukan mereka dan baginya dia hanya berdiri diatas kakinya sendiri buka dari ocehan mereka.
salah seorang pria mendekatinya dan meninggalkan istrinya yang sedang hamil dengan wajah meremehkan dia tidak tahu siapa orang yang di depannya ini.
Pria itu berkata " Hai kalian siapa nama kalian dan kenapa kalian bersama dengannya " dengan wajah sombongnya yang ternyata dia hanya seorang karyawan di salah satu anak perusahaan Adrian.
__ADS_1
ketiga istri tidak ada yang menyahut karena bagi mereka yang bisa mendengar suara mereka hanya keluarganya saja dan itu membuat pria itu menjadi kesal dan melihat kearah Adrian dengan sinis.
Pria itu berkata " apa yang kau gunakan sehingga mereka bertiga tidak bisa berpaling darimu mengingat dari pakaian yang kau gunakan kau hanya orang yang biasa-biaaa saja" dengan wajah sombongnya dan Adrian hanya menggelengkan kepalanya yang tidak tahu bahwa akan ada kejadian klasik seperti sekarang ini.
Adrian berkata dengan wajah datar " untuk apa aku menggunakan hal seperti itu untuk menjadikan mereka miliku, mereka sendiri yang datang kepadaku" dengan wajah dingin menusuknya itu dan tatapan tajam mengarah kemata pria itu dan diapun kembali melanjutkan " Aku juga melihat diujung sana istri mu juga dalam keadaan hamil dan kau datang kemari untuk menggoda istri-istriku dasar brengsek" perkataan Adrian itu dengan nada kasar dan suara besar dan menggundang pasien lain yang melihat kearah mereka.
pria itu dengan wajah jeleknya berkata " kau dasar kurang ajar beraninya kau berkata seperti itu kepadaku"
perawat yang berjaga mengatakan " pak tolong jangan ribut ini rumah sakit"
Adrian berkata dengan marah " bagaimana aku tidak marah dia sudah berani menggoda istri-istriku di depan ku dan sudah meninggalkan istrinya yang hamil, dasar bajingan"
Orang-orang mulai prihatin dengan pria itu yang tidak tahu akan ada bahaya yang mendekatinya dan tidak tahu siapa yang telah dia usik.
Dokter Ferdi sahabat Adrian keluar dari ruangannya lalu melihat dan mendengar ucapan Adrian tiba-tiba dia berkata " Adrian jangan kotori tangan mu itu demi manusia bajingan sepertinya"
Dokter Ferdi berkata " bagaimana aku tidak kenal dengan sahabat ku sendiri dan pemilik rumah sakit ini? Dasar bajingan"
Pria itu pun terkejut tadi Dokter Ferdi mengatakan bahwa ini adalah rumah sakit Adrian dia pun menjadi ketakutan dia berfikir dia hanya seorang karyawan biasa tidak bisa dibandingkan dengan Adrian yang seorang pemilik rumah sakit ternama ini.
Pria itu berkata sambil berlutut " pak tolong kasihani saya, saya tidak tahu siapa bapak ini dan saya sudah berani menggoda istri-istri anda"
Dokter Ferdi yang mendengar bahwa pria itu menggoda ketiga istri sahabatnya itu menjadi marah dan maju Dan Buughh, Bughh,Plakk.Dokter Ferdi menghajar pria itu lalu Adrian menahan sahabatnya itu untuk tidak membuat ke rusuh.
__ADS_1
Adrian berkata " kau ini melarang ku mengotori tanganku untuk tidak menghajar manusia seperti dia tapi malah kau yang mengambil tempat duluan"
Dokter Ferdi berkata " maaf sobat aku emosi mendengarnya, dia ini sudah jelek bajingan lagi"
Adrian bertanya kepada pria itu " kau kerja dimana dan apa posisi mu di tempat kerjamu itu"
pria itu menjawab dengan ketakutan " Saya bekerja di anak perusahaan AAF Corporation pak " Orang-orang yang mendengar pria itu menjadi semakin kasihan pasalnya atasan dari pria itu sudah berdiri di depannya dan sudah dia usik.
Adrian tersenyum dan berkata " kau tidak tahu siapa aku ini hah? " dengan wajah sombongnya itu. Pria itu menggelengkan kepalanya dan Adrian pun melemparkan kartu namanya kepada pria itu dan tiba-tiba saat setelah membaca kartu kecil itu dia pun kembali lemas karena orang yang berada di depannya ini adalah atasannya dan dia dengan berani melawan atasannya sendiri.
Tiba-tiba istri pria itu mendekat dan menampar suaminya itu dan berkata " ceraikan aku, aku tidak sudi punya suami yang suka menggoda wanita lain seperti mu dan tidak tahu malunya dirimu kau menggoda wanita lain di depan ku dan di depan suaminya sendiri " Kata-kata istrinya itu menjadi pukulan berat baginya.
Adrian berkata " karena kau sudah tahu siapa aku maka mulai besok kau tidak usah bekerja lagi di perusahaan ku" seketika dunia pria itu hancur di ceraikan oleh istrinya dan dipecat sekaligus dihari yang sama.
istri pria itu berkata " aku juga tidak sudi menikah dengan pria yang tidak punya pekerjaan seperti mu dan jangan temui aku lagi" lalu meninggalkan suami yang sudah menjadi mantannya itu.
dia pun berlutut di kaki Adrian dan meminta maaf agar dia mau di terima lagi bekerja oleh Adrian tapi Adrian yang paling tidak suka jika istrinya di gudang oleh pria lain langsung meninggalkan pria itu berlutut di lantai.
sebelum dia melangkah pria itu berdiri dan mengejar Adrian untuk berusaha memberi Adrian pelajaran.
pria itu berkata " Dasar bedebah kau sudah menghancurkan hidupku" tapi sebelum dia menyentuh Adrian, Adrian terlebih dahulu mengunci leher pria itu.
Adrian berkata " kau bersyukur aku hanya memecat dan tidak mengirim mu ke kandang singa peliharaan ku tapi belas kasihan ku ini tidak kau indahkan dan malah ingin membunuhku"
__ADS_1
pria itu berkata " pak tolong lepaskan saya, saya berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatanku"
tapi bukan Adrian namanya jika mempercayai kata-kata itu, diapun menyuruh security untuk membawa pria itu kekantor polisi dan berkata " buat pria itu membusuk di dalam penjara aku akan menghubungi pengacara ku dan kau jangan harap kau bisa bebas untuk selamanya " diapun pergi meninggalkan pria itu lalu masuk kedalam ruangan Dokter Ferdi.