
Beberapa bulan setelah pertandingannya Adrian memutuskan untuk menelfon ketiga gadis itu untuk mengajak mereka jalan.
Adrian pun menelfon Fiona pertama
Kali ini Adrian berada di jakarta karena tidak mungkin kan terbang dari makassar ke Jakarta hanya untuk berkencan semata.
Drrt drrt drrt!!!!
Fiona " Halo selamat malam, Dengan siapa yah"
Adrian " Hai selamat malam juga, ini aku Adrian apa kau punya waktu ", Fiona pun langsung bangun dari duduknya yang membuat orang tuanya terkejut dengan tingkah putrinya. Fiona terkejut karena Pria yang selama ini berada di benaknya ternyata saat ini sedang menelfonnya, Diapun berlari ke kamarnya.
Fiona " Adrian iya aku punya waktu kok, ada apa yah? " jawabnya Penuh semangat.
Adrian " Ini kalau kau punya waktu Hari sabtu bisa tidak kita pergi jalan? kemana gitu ke mall, nonton atau makan" tawarnya
Fiona pun terkejut dengan tawaran itu dan buru-buru menjawab " Kalau kamu tidak keberatan aku mau kok, Jam Berapa kira-kira? "
Adrian " Nanti aku akan mengabarimu kamu siap-siap saja yah aku akan jemput kamu sudah dulu yah? "
Fiona " oke kalau begitu dah" dan berteriak kegirangan " yes yes yes aku akan jalan dengannya tunggu aku sayang"
Di bawa orang tuanya hanya menghela nafas karena tingkah gila putrinya.
Adrian di sebelah sana pun kegirangan "(Sudah satu sisa dua lagi jika mereka menolak Fiona tapi bagaimana di saat aku melamar mereka, mereka semua mau menikah dengan ku? Ah nanti saja di fikirkan yang penting bujukan nya untuk kencan berhasil) ''. Kemudian mematikan lampu dan langsung tertidur.
Kemudian hari sabtu saatnya Adrian dan Fiona bersiap untuk berkencan di salah satu restoran Adrian yang memakai baju kerja biru, celana hitam, dan sepatu putih dan tangannya di hiasi dengan jam tangan rolex. Dia langsung menuju kerumah Fiona dan menjemputnya.
__ADS_1
Sesampainya dirumah Fiona diapun di sambut oleh orang tua Fiona. Karena Fiona masih sibuk berdandan.
Ayah Fiona menanyakan kabar " apa kabar nak Adrian, Kapan lagi laga selanjutnya?" Sambil duduk bersama Adrian di ruang tamu rumahnya.
Adrian menjawab pertanyaan Ayah Fiona " Baik om, hm mungkin bulan depan om"
Ayah Fiona bertanya kembali seperti polisi yang bertanya ke seorang tersangka " bagaimana dengan usahamu lancar nak"
Adrian menjawab patuh " iya om"
Tidak lama itu Fiona pun turun dari kamarnya dengan pakaian yang elegan Gaun berwarna biru senada dengan warna sepatu high heels yang berwarna putih. Dia pun menuju ke ruang tamu untuk menemui Adrian dia pun langsung menyapanya.
Adrian yang melihat itu pun terkesima melihatnya.
Adrian bertanya dan langsung pamit " Sudah?, yuk berangkat, om tante kami berangkat dulu" tersenyum menatap wajah Fiona.
Fiona ikut-ikutan pamit " yuk kami pergi ma pa" orang tuanya pun hanya bisa mengangguk.
Fiona terus menatap Adrian "( Ah Ternyata melihat dari dekat seperti ini tampan banget) "
Dia pun terus menyusuri sekitar wajah Adrian dan sekitar tubuhnya.
Sampailah mereka di restoran seperti tadi Adrian membukakan pintu untuk Fiona dan merangkul tubuhnya masuk kedalam ruangan yang berada di restoran itu yang sudah dia reservasi. mereka di sambut baik oleh para pelayan restoran. kemudian mereka pun memesan makanan yang menurut mereka enak.
Pesanan mereka pun tiba lalu mulai menyantapnya sambil mengobrol.
Adrian bertanya basa basi" Kamu sibuk apa sekarang? "
__ADS_1
Fiona pun menjawab dan ikut bertanya balik " Nggak sibuk sih karena aku belum ada tawaran syuting lagi, Kalau kamu? "
Adrian pun membalasnya " Nggak terlalu sibuk cuma lagi sering latihan sih, mungkin bulan depan akan ada laga lagi"
Fiona berkata " Aku sering loh ke Amerika dengan kedua sahabat ku untuk nonton kamu"
Adrian pun bertanya lagi " oh yah kok aku gak tahu? "
Fiona menjawab " iya lah kan kamu pasti sibuk dengan fikiran kamu sendiri pasti juga kamu lagi gimana cara bisa ngalahin dia"
Adrian tidak menimpali " iya juga yah"
Fiona bertanya panjang lebar " oh iya kok kamu bisa sih cepet banget ngalahinnya waktu aku nonton laga yang pertama yah itu makan waktu sampai 1 jam loh, nah kamu cuma paling lama itu cuma 5 menit paling cepat 1 menit setengah"
Adrian pun menjawab nya " Kalau kita bertarung terburu-buru maka lawan bisa memprediksi gerakan kita coba kalau kita tenang semua celah pasti terlihat"
Fiona pun mengangguk mengerti " Aku kira yah kamu ini orang yang kaku jika di ajak berbicara ternyata banyak ngomong juga yah"
Adrian berkata sambil bercanda " Aku kan manusia juga kalau gak nanti di kira kulkas 2 pintu lagi"
Fiona pun tertawa dengan ucapan Adrian. mereka pun melanjutkan acara makan malamnya, sampai waktu tengah malam Adrian mengantar Fiona pulang kerumahnya.
sesampainya di depan rumah Fiona mereka pun berpisah.
Fionapun pamit setelah mencium pipi Adrian " Aku masuk dulu yah, kamu hati-hati di jalan"
Adrian pun menjawab dengan pipi merah " iya selamat malam"
__ADS_1
Fiona pun pamit " selamat malam" sebelum keluar Fiona memberikan ciuman di pipi berbulu Adrian.
Adrian yang mendapat perlakuan seperti itu pun langsung blushing dan berkata dalam hati "( bibirnya lembut) ". Kemudian langsung mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya yang berada di Kuningan.