
sedih mendengar penjelasan kakaknya dia sudah mapan, diapun berniat membelikan rumah untuk orang tua dan saudaranya. Karena selama ini orang tua dan saudaranya itu hanya hanya tinggal di rumah yang sederhana
Adrian pun mencoba menawarkan pekerjaan ke Adnan.
Adrian pun menasehati adik bungsunya " boleh punya impian seperti itu tapi Ardyan harus kejar cita-cita dulu kan kalau udah mapan kan bisa menafkahi istri kamu sendiri" Adrian pun menawarkan Adnan pekerjaan agar hidup kakaknya bisa maju apalagi kakaknya itu punya anak.
Adrian bertanya kepada kakaknya " Ijazah terakhir kakak apa? kalah boleh tahu"
Helen pun bertanya " loh diakan kakakmu masa kamu tidak tahu tentang dia? "
Adrian menjelaskan kenapa dia tidak tahu tentang kehidupan kakaknya
" Aku gak tahu karena selama 23 tahun ini aku pisah sama mereka ke Jepang untuk ikut sama orang tua angkatku dan baru ini aku pulang ke mereka dari perantauan"
mereka bertiga pun memukul Adrian dengan pelan karena kesal.
Eleanor mencubit pinggang Adrian " ih dasar anak durhaka lupa sama orang tua sendiri"
sambil mencubit perut sixpack Adrian.
__ADS_1
Fiona juga memukul pundaknya " iya masa selama itu kamu ninggalin orang tua kamu tanpa menegok mereka"
Helen menarik telinga Adrian" yang lebih parah dia nggak tahu keadaan orang tuanya"
Adrian pun menjelaskan " aku juga baru tahu kalau mereka orang tuaku selama ini orang tua angkat ku menutup akses ku berkomunikasi dengan mereka berdua di tambah dari kecil hanya paman dan bibiku yang aku tahu" dengan muka memelas. dan " makanya aku nanya ke kakakku" mereka pun tertawa melihat Adrian di siksa oleh ketiga calon istrinya.
Adnan menjawab pertanyaan adiknya dengan muka heran " sudah kakak akan jawab, kakak lulusan beasiswa S1 jurusan Manajemen"
Adrian bertanya lagi ke kakak keduanya " Kalau kak Amara gimana? "
Amara menjawab pertanyaan adiknya " kalau kakak lulusan beasiswa S1 jurusan akuntansi "
Adnan merasa tidak enak kepada adiknya
" kalau kami ikut kamu gimana dengan Ayah, Bunda dan Ardyan siapa yang mau mengurus mereka jika tidak ada kami, kalau Amara wajar dia perempuan harus ikut suaminya kalau kakak kan Laki-laki dek"
Adrian mengutarakan niatnya yang ingin membelikan rumah orang tuanya " Adrian berniat membelikan Ayah dan Bunda rumah di makassar agar aku dan mereka tidak saling berjauhan kan kalau rindu aku bisa langsung menemui mereka"
Ayah yang merasa berat meninggalkan rumah mereka yang penuh kenangan " tapi bagaimana dengan rumah kita nak siapa yang akan tinggal disana? "
__ADS_1
Adrian memberikan solusi " Ayah jual saja rumahnya lagian sebentar lagi kan Ardyan mau masuk SMA, Adrian mau Ardyan sekolah di sekolah yang terbaik dan aku juga mau lihat Ardyan punya minat di bidang apa entah kah olahraga atau bisnis jadi aku bisa bantu dia"
Bunda bertanya kepada anaknya " Terus kamu mau kasih pekerjaan apa ke kakak-kakak kamu nak? "
Adrian kembali berkata " Kalau soal itu biar Adrian yang urus kalian tenang aja sehabis nikah kan aku mau bawa mereka bertiga tinggal di rumah aku sendiri jadi kita bisa dekat yah bunda" dan Adrian pun melanjutkan lagi " Aku juga mau membelikan kakak-kakakku rumah agar mereka tidak terlalu pandang sebelah mata oleh keluarga pasangannya" Adnan dan Amara pun kembali terkejut di buatnya.
Adnan merasa kagum dengan adiknya yang penuh kejutan " Dek kamu ngasih kami kerjaan aja itu cukup apalagi kamu beliin kami rumah "
Amara berkata " Dek cukup yah "
Adrian bersikeras membelikan rumah untuk mereka" nggak itu gak cukup, Kak Adnan kan Adrian punya perusahaan semen di makassar dan ada perusahaan ekspedisi juga Adrian mau kakak yang handel itu mulai dari keluar masuknya kapal, tugas kirim mengirim semen dan juga mengontrol mobil-mobil Kontainer yah dan kalau ada yang kurang kakak bisa tanya aku, setelah nikah Rumah kakak sudah bisa di tempati tapi jangan lupa nengok Ayah sama bunda yah? "
Adnan semangat mendengarnya " siap dek, percayain sama kakak yah? " Adrian pun memberikan jempol.
Adrian juga memberikan pekerjaan kepada kakak perempuannya Satu-satunya " kalau kak Amara dan kak donny ( suami Amara) kan aku punya beberapa perumahan di makassar aku mau kakak yang meng-handle semuanya, juga kan kak donny juga kerja di pelabuhan jadi aku mau kak donny juga ikut sama kak Adnan kerja disana kerjanya juga sama seperti kak Adnan mengerti? "
Donny juga bersemangat karena sudah diberikan pekerjaan yang layak " iya dek kakak siap percayain kakak sama kak Adnan yah" sambil menepuk pundak adik iparnya dan berkata dalam hati "( aku fikir dia anak yang songong karena dia kaya ternyata dia tulus memberikan pekerjaan kepadaku)"
Amara mengiyakan perkataan Adrian " oke kakak akan handle perumahan kamu"
__ADS_1
Ketiga calon istri Adrian pun tersenyum dengan pernyataan calon suami mereka.