
"Setelah aku mati, menikahlah dengan Yongle dan jadilah
permaisurinya," kata Yihua.
Miaojin terbelalak mendengar permintaan kakaknya, tak
disangkanya di saat sakit begini dia justru memintanya menikah dengan Kakak
Iparnya.
"Apa, kau memintaku menikah dengannya?" Tanya
Miaojin dengan wajah terkejut.
Yihua mengangguk dengan mantap
"Ya, jadilah permaisuri Yongle agar pengaruh klan Xu di
istana ini tetap ada, tolonglah demi kepentingan klan kita. Lagi pula kau sudah
lama menjanda dan suamiku juga tertarik kepadamu sejak melihatmu pertama kali
sewaktu melamarku."
Miaojin bagai disambar geledek mendengar kata-kata Kakaknya,
hampir tak percaya ternyata Kaisar sebenarnya lebih menyukai dirinya daripada
kakaknya. Tetapi bagi Miaojin, Yongle adalah monster haus darah yang
menakutkan, seorang psikopat yang kejam. Dia tahu, Kaisar Yongle paling suka
melihat musuh-musuhnya disiksa dengan cara yang kejam.
Hih, hanya orang gila yang suka menonton orang menderita
karena disiksa dan mati perlahan-lahan, batin Miaojin.
Miaojin memastikan lagi
"Kakak Ipar tertarik kepadaku sudah sejak lama?"
"Ya, aku tahu setiap dia memandangmu terlihat dari
matanya, dia begitu menginginkanmu, namun dia berusaha menutupinya jika di
depanku," ungkap Yihua.
Mendengar pernyataan kakaknya Miaojin seketika merasa
bersalah, ternyata kakaknya diam-diam sudah lama mengetahui bahwa suaminya
sebenarnya lebih menyukai dirinya. Mendadak wajah Miaojin membesi dengan
pandangan mata penuh dendam.
"Kakak, apa kau tak ingat dengan apa yang dilakukan
Kaisar Hongwu mertuamu terhadap ayah kita? Semua orang tahu ayah adalah orang
yang berjasa ikut berjuang mengusir pasukan Mongol dari China. Tapi lihat, apa
balasan Hongwu kepada ayah kita? Dia tahu ayah menderita luka di tulang
belakangnya karena terjatuh dari kuda ketika melawan pasukan Mongol di masa
mudanya. Luka itu tak akan bisa sembuh seumur hidup ayah. Kau ingat ketika ayah memakan daging angsa
luka itu kembali kambuh hingga bernanah. Sehingga tabib melarang ayah memakan
daging angsa agar luka itu tidak kambuh kembali," Miaojin bercerita
mengingatkan kakaknya kembali.
Xu Yihua tertegun mendengar cerita adiknya, ingatannya
kembali melayang ke masa lalu
"Ya, aku masih ingat Miaojin," jawab Yihua dengan
sedih.
__ADS_1
Mata Miaojin mulai meneteskan air mata, suaranya bergetar
menahan marah
"Tetapi apa yang dilakukan Hongwu terhadap ayah kita?
Tidak sekalipun dia mengingat jasa-jasa ayah kita yang telah mempertaruhkan
nyawanya melawan pasukan Mongol demi menjadikannya Kaisar Dinasti Ming pertama.
Kaisar paranoid itu terlalu curiga dan takut kekuasaannya akan direbut oleh ayah kita. Dia mengirimkan utusannya
membawa bebek panggang kepada ayah dan memerintahkannya untuk memastikan ayah menghabiskan semua bebek
panggang itu. Ayah tak mampu menolaknya, dia tahu inilah saat kematiannya, Hongwu
telah menganggapnya pesaing politik yang membahayakan tahtanya. Dengan perasaan sedih karena merasa dikhianati
dan tidak dihargai, ayah memakan semua bebek panggang itu. Keesokan harinya ayah mulai merasa sakit di
punggungnya. Luka di tulang punggungnya kembali mengalami pendarahan dan
bernanah membuat ayah berteriak kesakitan kemudian meninggal dunia karena tidak
dapat menahan rasa sakit itu. Mungkin saja kaisar juga memberikan racun dalam
angsa panggang itu sehingga mempercepat kematian ayah."
Yihua terisak mendengarkan cerita Miaojin
"Aku tidak melihat ayah memakan bebek panggang itu
karena saat itu aku sudah menikah dan tinggal di istana. Aku hanya mendengar
berita kematian ayah dan rumor mengenai kematiannya. Pada saat itu aku sangat
marah kepada mertuaku karena tidak menghargai jasa-jasa ayah dan masih saja
meragukan kesetiaan ayah terhadap dinasti Ming. Mertuaku lebih percaya dengan
kata-kata telik sandi dan Pasukan elitnya. Padahal sejatinya mereka takut
dengan orang-orang Kaisar yang loyal yang mengancam pengaruh mereka pada
Yihua masih ingat, ketika dia mendatangi mertuanya Kaisar
Hongwu, ayah mertuanya hanya mengatakan
"Ayahmu sudah mendapatkan semua yang diinginkannya,
bahkan anaknya menjadi seorang Ratu. Tetapi kekuatan politik ayahmu
menakutkanku. Suatu saat dia bisa saja memberontak dan menggulingkanku, aku
hanya ingin menjaga kekuasaanku saja."
Miaojin menangis sesenggukan kemudian berkata kembali
"Seharusnya ayah mendengarkan kata-kata Paman Tang
sahabatnya. Paman Tang juga seorang jenderal yang membantu Hongwu menghabisi
pasukan Mongol di perbatasan. Ketika dia berhasil naik tahta, Hongwu menawarkan
harta dan jabatan kepada para jendral yang membantunya. Namun hanya Paman Tang
yang menolak semua penawaran kaisar, dia memilih mundur dari kancah politik dan
pulang ke desanya menjadi petani. Dia pernah mengatakan kepada ayah
"Jangan menerima segala pemberian dari Hongwu, karena
dia tidak pernah memberikan sesuatu secara cuma-cuma. Nantinya kalian semua
pasti akan membayarnya"
Dan perkiraannya ternyata benar terjadi, Hongwu kemudian
juga membunuh para jenderal yang dulu membantunya menjadi Raja secara
keji. Hanya Paman Tang yang selamat dari
__ADS_1
pembunuhan yang dilakukannya."
"Ya aku ingat, waktu itu sehabis perang Paman Tang
berkunjung ke rumah kita setelah dia mendengar bahwa Yongle akan dinikahkan
denganku. Sayang sekali waktu itu ayah terbuai dengan harta dan kekuasaan yang
dijanjikan Hongwu kepadanya, yang akhirnya harus dibayarnya dengan
kematiannya," ucap Yihua.
"Dan sekarang kau menyuruhku menikahi monster jahat
itu?" Tanya Miaojin dengan nada marah.
"Miaojin, apa kau tidak tahu bagaimana sifat suamiku?
Kau menolak atau tidak dia akan tetap menjadikanmu selirnya jika perlu
memaksamu. Kau tidak memikirkan keselamatan klan kita jika kau menolak
lamarannya?" Tukas Yihua dengan suara bergetar karena emosi.
Tiba-tiba Yihua
terbatuk-batuk keras karena terlalu banyak berbicara.
Miaojin memandang kakaknya dengan cemas lalu segera berlari
ke meja menuangkan air minum dan meminumkannya kepada Yihua.
"Kakak, minumlah dulu."
"Terimakasih Miaojin," kata Yihua.
Yihua kembali membaringkan tubuhnya di ranjang dan mencoba
menenangkan dirinya. Dia masih mencemaskan dengan menghilangnya pengaruh klan
Xu di istana dan nasib kerabatnya yang bekerja untuk kaisar jika dia meninggal
nanti.
Setelah melihat kakaknya mulai tenang, Miaojin berkata
"Baiklah Kakak, aku pulang dulu, beristirahatlah jangan
memikirkan hal-hal yang berat lagi. Besok aku kemari lagi menjengukmu."
Yihua mengangguk lemah, menggenggam tangan Miaojin erat-erat
dan berkata
"Miaojin, pertimbangkanlah permintaanku ini. Lakukanlah
demi klan Xu, jika tidak habislah orang-orang dari klan kita di kabinet Kaisar.
Para Kasim itu sekarang sudah mulai berani mempengaruhi Kaisar dan sialnya
Kaisar lebih percaya kepada mereka daripada sahabat-sahabatnya di masa lalu
yang masih setia."
Sejenak keraguan membayang di wajah Miaojin, namun sebuah
firasat yang buruk melintas di benaknya membuatnya ragu untuk memenuhi
keinginan kakaknya. Tetapi Miaojin tidak
ingin mengecewakan Kakaknya, dia ingin di saat terakhirnya Yihua bisa lebih
tenang dan tenteram batinnya.
"Baiklah Kakak, aku akan mempertimbangkannya nanti.
Tapi sekarang kau kan masih sebagai permaisuri Kaisar, tidak pantaslah jika
kita membahas soal ini. Aku tak ingin membahas soal ini lagi denganmu. Jaga
kesehatanmu ya, semoga kau cepat sembuh," ucap Miaojin dambil memeluk
__ADS_1
kakaknya sebelum berpisah.