KSATRIA YANG TERBUANG

KSATRIA YANG TERBUANG
Sahabat yang Dikhianati


__ADS_3

"Setelah aku mati, menikahlah dengan Yongle dan jadilah


permaisurinya," kata Yihua.


Miaojin terbelalak mendengar permintaan kakaknya, tak


disangkanya di saat sakit begini dia justru memintanya menikah dengan Kakak


Iparnya.


"Apa, kau memintaku menikah dengannya?" Tanya


Miaojin dengan wajah terkejut.


Yihua mengangguk dengan mantap


"Ya, jadilah permaisuri Yongle agar pengaruh klan Xu di


istana ini tetap ada, tolonglah demi kepentingan klan kita. Lagi pula kau sudah


lama menjanda dan suamiku juga tertarik kepadamu sejak melihatmu pertama kali


sewaktu melamarku."


Miaojin bagai disambar geledek mendengar kata-kata Kakaknya,


hampir tak percaya ternyata Kaisar sebenarnya lebih menyukai dirinya daripada


kakaknya. Tetapi bagi Miaojin, Yongle adalah monster haus darah yang


menakutkan, seorang psikopat yang kejam. Dia tahu, Kaisar Yongle paling suka


melihat musuh-musuhnya disiksa dengan cara yang kejam.


Hih, hanya orang gila yang suka menonton orang menderita


karena disiksa dan mati perlahan-lahan, batin Miaojin.


Miaojin memastikan lagi


"Kakak Ipar tertarik kepadaku sudah sejak lama?"


"Ya, aku tahu setiap dia memandangmu terlihat dari


matanya, dia begitu menginginkanmu, namun dia berusaha menutupinya jika di


depanku," ungkap Yihua.


Mendengar pernyataan kakaknya Miaojin seketika merasa


bersalah, ternyata kakaknya diam-diam sudah lama mengetahui bahwa suaminya


sebenarnya lebih menyukai dirinya. Mendadak wajah Miaojin membesi dengan


pandangan mata penuh dendam.


"Kakak, apa kau tak ingat dengan apa yang dilakukan


Kaisar Hongwu mertuamu terhadap ayah kita? Semua orang tahu ayah adalah orang


yang berjasa ikut berjuang mengusir pasukan Mongol dari China. Tapi lihat, apa


balasan Hongwu kepada ayah kita? Dia tahu ayah menderita luka di tulang


belakangnya karena terjatuh dari kuda ketika melawan pasukan Mongol di masa


mudanya. Luka itu tak akan bisa sembuh seumur hidup ayah.  Kau ingat ketika ayah memakan daging angsa


luka itu kembali kambuh hingga bernanah. Sehingga tabib melarang ayah memakan


daging angsa agar luka itu tidak kambuh kembali," Miaojin bercerita


mengingatkan kakaknya kembali.


Xu Yihua tertegun mendengar cerita adiknya, ingatannya


kembali melayang ke masa lalu


"Ya, aku masih ingat Miaojin," jawab Yihua dengan


sedih.

__ADS_1


Mata Miaojin mulai meneteskan air mata, suaranya bergetar


menahan marah


"Tetapi apa yang dilakukan Hongwu terhadap ayah kita?


Tidak sekalipun dia mengingat jasa-jasa ayah kita yang telah mempertaruhkan


nyawanya melawan pasukan Mongol demi menjadikannya Kaisar Dinasti Ming pertama.


Kaisar paranoid itu terlalu curiga dan  takut kekuasaannya akan direbut oleh ayah kita. Dia mengirimkan utusannya


membawa bebek panggang kepada ayah dan memerintahkannya untuk  memastikan ayah menghabiskan semua bebek


panggang itu. Ayah tak mampu menolaknya, dia tahu inilah saat kematiannya, Hongwu


telah menganggapnya pesaing politik yang membahayakan tahtanya.  Dengan perasaan sedih karena merasa dikhianati


dan tidak dihargai, ayah memakan semua bebek panggang itu.  Keesokan harinya ayah mulai merasa sakit di


punggungnya. Luka di tulang punggungnya kembali mengalami pendarahan dan


bernanah membuat ayah berteriak kesakitan kemudian meninggal dunia karena tidak


dapat menahan rasa sakit itu. Mungkin saja kaisar juga memberikan racun dalam


angsa panggang itu sehingga mempercepat kematian ayah."


Yihua terisak mendengarkan cerita Miaojin


"Aku tidak melihat ayah memakan bebek panggang itu


karena saat itu aku sudah menikah dan tinggal di istana. Aku hanya mendengar


berita kematian ayah dan rumor mengenai kematiannya. Pada saat itu aku sangat


marah kepada mertuaku karena tidak menghargai jasa-jasa ayah dan masih saja


meragukan kesetiaan ayah terhadap dinasti Ming. Mertuaku lebih percaya dengan


kata-kata telik sandi dan Pasukan elitnya. Padahal sejatinya mereka takut


dengan orang-orang Kaisar yang loyal yang mengancam pengaruh mereka pada


Yihua masih ingat, ketika dia mendatangi mertuanya Kaisar


Hongwu, ayah mertuanya hanya mengatakan


"Ayahmu sudah mendapatkan semua yang diinginkannya,


bahkan anaknya menjadi seorang Ratu. Tetapi kekuatan politik ayahmu


menakutkanku. Suatu saat dia bisa saja memberontak dan menggulingkanku, aku


hanya ingin menjaga kekuasaanku saja."


Miaojin menangis sesenggukan kemudian berkata kembali


"Seharusnya ayah mendengarkan kata-kata Paman Tang


sahabatnya. Paman Tang juga seorang jenderal yang membantu Hongwu menghabisi


pasukan Mongol di perbatasan. Ketika dia berhasil naik tahta, Hongwu menawarkan


harta dan jabatan kepada para jendral yang membantunya. Namun hanya Paman Tang


yang menolak semua penawaran kaisar, dia memilih mundur dari kancah politik dan


pulang ke desanya menjadi petani. Dia pernah mengatakan kepada ayah


"Jangan menerima segala pemberian dari Hongwu, karena


dia tidak pernah memberikan sesuatu secara cuma-cuma. Nantinya kalian semua


pasti akan membayarnya"


Dan perkiraannya ternyata benar terjadi, Hongwu kemudian


juga membunuh para jenderal yang dulu membantunya menjadi Raja secara


keji.  Hanya Paman Tang yang selamat dari

__ADS_1


pembunuhan yang dilakukannya."


"Ya aku ingat, waktu itu sehabis perang Paman Tang


berkunjung ke rumah kita setelah dia mendengar bahwa Yongle akan dinikahkan


denganku. Sayang sekali waktu itu ayah terbuai dengan harta dan kekuasaan yang


dijanjikan Hongwu kepadanya, yang akhirnya harus dibayarnya dengan


kematiannya," ucap Yihua.


"Dan sekarang kau menyuruhku menikahi monster jahat


itu?" Tanya Miaojin dengan nada marah.


"Miaojin, apa kau tidak tahu bagaimana sifat suamiku?


Kau menolak atau tidak dia akan tetap menjadikanmu selirnya jika perlu


memaksamu. Kau tidak memikirkan keselamatan klan kita jika kau menolak


lamarannya?" Tukas Yihua dengan suara bergetar karena emosi.


 Tiba-tiba Yihua


terbatuk-batuk keras karena terlalu banyak berbicara.


Miaojin memandang kakaknya dengan cemas lalu segera berlari


ke meja menuangkan air minum dan meminumkannya kepada Yihua.


"Kakak, minumlah dulu."


"Terimakasih Miaojin," kata Yihua.


Yihua kembali membaringkan tubuhnya di ranjang dan mencoba


menenangkan dirinya. Dia masih mencemaskan dengan menghilangnya pengaruh klan


Xu di istana dan nasib kerabatnya yang bekerja untuk kaisar jika dia meninggal


nanti.


Setelah melihat kakaknya mulai tenang,  Miaojin berkata


"Baiklah Kakak, aku pulang dulu, beristirahatlah jangan


memikirkan hal-hal yang berat lagi. Besok aku kemari lagi menjengukmu."


Yihua mengangguk lemah, menggenggam tangan Miaojin erat-erat


dan berkata


"Miaojin, pertimbangkanlah permintaanku ini. Lakukanlah


demi klan Xu, jika tidak habislah orang-orang dari klan kita di kabinet Kaisar.


Para Kasim itu sekarang sudah mulai berani mempengaruhi Kaisar dan sialnya


Kaisar lebih percaya kepada mereka daripada sahabat-sahabatnya di masa lalu


yang masih setia."


Sejenak keraguan membayang di wajah Miaojin, namun sebuah


firasat yang buruk melintas di benaknya membuatnya ragu untuk memenuhi


keinginan kakaknya.  Tetapi Miaojin tidak


ingin mengecewakan Kakaknya, dia ingin di saat terakhirnya Yihua bisa lebih


tenang dan tenteram batinnya.


"Baiklah Kakak, aku akan mempertimbangkannya nanti.


Tapi sekarang kau kan masih sebagai permaisuri Kaisar, tidak pantaslah jika


kita membahas soal ini. Aku tak ingin membahas soal ini lagi denganmu. Jaga


kesehatanmu ya, semoga kau cepat sembuh," ucap Miaojin dambil memeluk

__ADS_1


kakaknya sebelum berpisah.


__ADS_2