
Ma Jingtao melirik ke arah Jendral Sheng yang tampak gelisah
dan tidak tenang. Sesekali matanya melirik ke arah Fu Shen. Ma Jingtao
menangkap gelagat aneh Jendral Sheng.
Sepertinya Jendral Sheng sudah tidak independen lagi, pasti
dia sudah sering menerima sesuatu dari Fu Shen, batin Ma Jingtao.
Ma Jingtao melirik ke arah Jendral Sheng dan berkata
“Baiklah Jendral Sheng, kukira cukup sampai di sini saja
kerjasama kita. Kasus ini akan langsung kutangani sendiri!”
Terkesiap Jendral Sheng mendengar kata-kata Ma Jingtao, dia
hanya bisa melongo memandang koleganya.
“Jendral Ma, kau tidak bisa melakukan hal itu kepadaku, kita
memiliki jabatan yang sama. Hanya Kaisar yang dapat memecatku!”
Ma Jingtao mengeluarkan sebuah lencana emas lalu berkata
“Kaisar telah memberikan wewenang penuh kepadaku untuk
bertindak atas nama dirinya dalam operasi ini. Jadi aku dapat menghukum bahkan
memecat seorang Jendral sepertimu!”
Terkesiap Jendral Sheng melihat lencana emas itu, habis
sudah karirnya dan dia harus menghadapi hukuman dari kaisar.
“Ma Jingtao, apa kau sudah punya bukti yang kuat bahwa aku
telah berkhianat?”
Ma Jingtao tersenyum sinis dan berkata
“Jendral Sheng, bukankah anda tahu sendiri bagaimana
kepribadian Kaisar Yongle? Dia selalu mencemaskan para jendralnya akan merebut
kekuasaannya atau memberontak. Untuk itu dia telah menyebar telik sandi dari
Dongchang dan orang-orang Jinyiwei untuk mengawasi para jendralnya di
perbatasan. Sebagai seorang pejabat yang memegang kekuasaan penuh mewakili
Kaisar, aku sangat serius dalam menjalankan tugasku.”
Ma Jingtao menoleh pada para pengawalnya
“Prajurit, tangkap mereka!”
Para prajurit segera menangkap Jendral Sheng dan Fu Shen.
“Kau tidak bisa memperlakukan aku seperti ini!” Seru Jendral
Sheng.
Beberapa praqurit yang melakukan penggeledahan di gedung
kantor Fu Shen datang menghadap
“Jendral Ma, kami telah menemukan bukti-bukti orang-orang
yang bekerjasama dengan Tuan Fu!”
Seorang prajurit menyerahkan sebuah buku catatan
“Ini adalah catatan para pejabat negara yang telah menerima
uang suap dari Fu Shen.”
Terkesiap Fu Shen melihat catatan rahasia itu telah berada
di tangan prajurit Jinyiwei.
“Bohong, itu bukan catatanku!”
Mendadak seorang pria menghampiri Fu Shen dan berkata
“Tuan Fu, bukankah anda yang menyuruh saya mencatat daftar
nama ini?”
Fu Shen terkejut melihat orang di depannya, Ah Lung
sekretaris kepercayaannya telah mengkhanatinya. Dengan geram dia berseru
“Ah Lung, pengkhianat kau!”
__ADS_1
“Tuan Fu, saya adalah prajurit Jinyiwei yang ditugaskan
untuk mengawasi anda selama ini. Kau akan mendapatkan keringanan hukuman jika
kau bisa mengatakan siapa Tuan Han sebenarnya.”
Wajah Fu Shen merah padam menahan amarah
“Kalian semua telah menjebakku, tidak aku tidak akan pernah
mengatakannya kepada kalian!”
Baru saja Tuan Fu selesai berbicara tiba-tiba sebuah senjata
rahasia berupa sebilah pisau terbang melayang dan menancap di leher Fu Shen.
Saudagar kaya itu langsung tersungkur jatuh ke tanah. Semua orang berteriak
terkejut, sementara Ma Jingtao memandang ke sekelilingnya
“Siapa Itu!”
Tak lama kemudian sebuah pisau terbang kembali melayang mengincar leher Jendral
Sheng dan juga Ma Jingtao. Ketika merasakan adanya sambaran angin dari pisau
terbang, reflek Ma Jingtao menangkis serangan pisau terbang itu dengan pedangnya.
“Traang!”
Pisau terbang berhasil ditangkis dan mencelat menancap di
batang pohon Siong, namun Jendral Sheng tidak sempat menghindari serangan itu
sehingga pisau terbang itu menancap di dahinya. Terkesiap ma Jingtao melihat
kejadian itu, kali ini dia berhadapan dengan seorang ahli senjata rahasia. Serangannya
mematikan dan begitu cepat. Satu sosok bayangan berkelebat di atap rumah, Ma
Jingtao langsung melayang ke atap rumah mengejar sosok yang diduga sebagai
pelempar pisau terbang. Namun sosok itu begitu cepat bergerak, dalam sekejap
bayangan itu sudah bergerak cepat meninggalkan lokasi.
“Sial, gerakannya cepat sekali, ilmu meringankan tubuhnya
ternyata hebat juga,” gerutu Ma Jingtao.
sejenak. Hidungnya mengendus bau harum parfum bedak. Di bawahnya terdengar
suara orang-orang berteriak panik di lokasi terbunuhnya kedua orang itu. Dia segera kembali ke lokasi, dan melihat
banyak orang sudah berkerumun di tempat itu. Nyonya Fu Shen sudah berada di
lokasi meratapi jenazah suaminya beserta anak-anaknya. Tak lama kemudian Chen Nie sudah datang ke
lokasi itu menemui Ma Jingtao
“Komplotan Tuan Han tak ingin rahasia mereka bocor ketika
mengetahui gerakan mereka sudah kita ketahui. Tampaknya dia telah memasang
banyak mata-mata di berbagai tempat bahkan dalam komplotannya sendiri,” kata
Chen NIe.
“Aku akan menulis surat ke istana untuk meminta pengganti
Jendral Sheng. Apakah kau sudah menemukan petunjuk siapa Tuan Han sebenarnya?”
Chen Nie nenggeleng
“Belum, orang itu begitu licin dan misterius, bahkan
orang-orang di sini tak ada yang tahu kapan dia datang dan pergi, atau darimana
asalnya.”
“Tadi aku sempat mengejar si pelempar pisau terbang tadi,”
kata Ma Jingtao.
Chen Nie dengan antusias bertanya
“Lalu apakah kau sudah mengetahui siapa pembunuhnya?”
“Hanya sebatas dugaan saja, tapi aku tahu orang itu juga
berada di sini,” jawab Ma Jingtao sambil berlalu menemui Nyonya Fu yang sedang
meratapi kematian suaminya.
******
__ADS_1
Sementara itu Wan Ling Ketua Sekte Air Perak telah kembali
ke kampungnya di kaki gunung Kun Lun. Di sebuah ruangan dia mengambil sebuah
kotak dan mengeluarkan isinya. Sebuah permata berwarna Biru Aquamarine telah
berada di tangannya, sinarnya berpendar kebiruan ditimpa cahaya matahari dari
jendela ruangan. Permata itu adalah
Permata Air yang diduga hilang ketika terjadi banjir besar. Dia kemudian
mengeluarkan permata Api yang diambilnya dari Wiraksara dan disandingkan dengan
permata Air.
“Tinggal permata Tanah dan Logam yang belum kutemukan, jika
ke 2 permata ini sudah kutemukan, aku akan menjadi penguasa di dunia
persilatan. Aku akan memiliki kekuatan yang tak terbatas,” gumam Wan Ling.
Sebuah suara di belakangnya mengejutkan Wan Ling yang sedang
memandangi kedua permata itu
“Permata Api itu bukan permata yang asli!”
Wan Ling terkejut dan menoleh
“Tetua Lo, aku mendapatkannya dari pendeta wanita Kuil
Kahyangan Api. Tidak mungkin permata ini permata Api yang palsu.”
“Kau mendapatkan permata ini pastilah dengan cara merebut
paksa dari pemiliknya. Sudah pasti dia telah berjaga-jaga mengamankan
permatanya yang asli. Bisa jadi dia memiliki banyak permata kaca seperti itu.”
Wan Ling terkejut mendengar pernyataan Tetua Lo
“Darimana anda tahu permata ini palsu?”
“Jika permata itu asli, dia akan memancarkan cahaya kuning
kemerahan seperti api jika terkena sinar matahari. Kau lihat sendiri, hanya
permata Air milik kita yang berpendar sinarnya.
Wajah Wan Ling langsung membesi
“Kurang ajar mereka telah menipuku! Aku telah melumpuhkan
mereka dengan racun Penghancur Sukma, lalu mereka menukar Permata Api dengan
penawar racunnya. Tapi ternyata yang diberikan adalah permata palsu.”
Wan Ling langsung keluar ruangan, Tetua Lo mengejarnya
“Mau kemana Wan Ling?!”
“Aku mau mengejar pendeta wanita itu dan temannya, permata
api yang asli harus bisa ku kuasai!”
Tetua Lo masih terus mengejar dan mencegah kepergian Wan
Ling
“Wan Ling, sudahlah, hentikan ambisimu untuk menguasai ke 4
permata elemen itu. Hampir separuh hidupmu kau habiskan demi memburu permata
itu. Ingat kau sudah tidak muda lagi, lagi pula permata Tanah dan Logam itu
belum tentu masih ada di dunia ini!”
Namun Wan Ling tak peduli, dia terus keluar ruangan dan
memerintahkan beberapa pengikutnya untuk mempersiapkan keberangkatan mengejar
Wiraksara dan Maheen.
*****
Wiraksara dan Maheen telah tiba di kota Urumqi di Uyghur.
Kota di jalur sutera itu ramai dikunjungi para pedagang yang mampir
beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan mereka. Mereka mampir di sebuah
kedai makan yang hari itu sedang ramai dipenuhi pelanggan. Ketika hendak masuk
kedai seseorang menyapa mereka
__ADS_1
“Wiraksara!”