KSATRIA YANG TERBUANG

KSATRIA YANG TERBUANG
Dimsum Beracun


__ADS_3

“Aku pergi mengikuti kehendak angin, bisa saja hari ini aku


akan ke Persia tetapi besok aku berubah pikirian ingin ke Tibet.  Temanku banyak tersebar di seluruh penjuru


dunia jadi tidak masalah buatku mengenai tempat bermalam dan bekal perjalanan.  Penginapan ini adalah milik temanku, jadi aku


bisa menginap gratis di sini,” ujar pemabuk tua itu.


“Beruntung sekali anda memiliki banyak teman, siapa nama


Tuan?” Tanya Wiraksara.


“Aku bernama Kwan Haisan, tetapi kau boleh panggil aku Kakek


Kwan.  Nanti malam temani aku minum


mahyong sambil minum arak.”


‘Tapi aku tidak bisa main mahyong dan aku juga tidak bisa


minum arak pada saat sekarang ini. Mungkin nanti jika tugasku sudah selesai,


aku bisa menemani anda minum arak dan main mahyong.”


“Tugas apa yang membuatmu sampai tidak bisa meminum arak dan


main mahyong?”


Wiraksara tertegun


Orang ini maksa banget sih? Batin Wiraksara.


“Saya….saya harus mengantarkan seseorang, dan  tugas ini sangat berbahaya. Maaf saya tidak


bisa banyak cerita mengenai penugasan saya,” ujar Wiraksara sambil berlalu


pergi.


Baru saja Wiraksara selesai meletakan barang-barangnya di


kamar, tiba-tiba pintunya diketuk, dia membuka pintu dan di luar seor


ang pelayan membawa beberapa kotak tempat makanan.


“Tuan, ini makanan anda,” kata pelayan itu sambil memberikan


2 tumpuk kotak makanan. Wiraksara mengerutkan keningnya


“Aku tidak pesan makanan, mungkin kau salah orang,” kata


Wiraksara sambil menutup pintunya,


“Eh, Tuan Tuan makanan ini memang untukmu, seseorang  menyuruhku memberikan makanan ini kepada


seseorang bernama Wiraksara dan temannya. Bukankah anda bernama Wiraksara?”


“Ya aku memang Wiraksara tetapi aku tidak mengenal siapapun


di kota ini, siapa yang menyuruhmu memberikan makanan ini?” Tanya Wiraksara


dengan heran.


“Seorang wanita cantik memberikannya kepadaku, katanya kau


adalah temannya.”


“Siapa nama wanita itu?” Tanya Wiraksara.


Pelayan menggelengkan kepalanya


“Aku tidak tahu, dia tidak bilang apa-apa lalu langsung


pergi setelah kotak makanan ini kuberikan kepadamu dan temanmu.”


Pelayan meletakan kotak makanan itu di meja yang ada di


kamarnya setelah itu keluar kamar.


Dia membuka kotak makanan di mejanya, di dalamnya ada aneka


macam dimsum yang menerbitkan selera.  Dimsum itu masih hangat dan aromanya menggoda selera.  Wiraksara tertegun, mendadak dia teringat


sesuatu


“Maheen!”


Wiraksara berlari ke kamar Maheen yang masih tertutup rapat,


dia segera mengetuk pintunya


“Maheen…Maheen!”


Wiraksara mendobrak pintu dan terlihat Maheen sudah


terbaring di lantai. Sepotong Hakau Udang yang sudah digigit tergeletak di

__ADS_1


dekat tangannya.


“Maheen!”


Wiraksara segera mengangkat tubuh Maheen dan membaringkannya


di ranjang. Diperiksanya nadinya, denyutnya melemah. Wiraksara semakin panik,


Gadis Suci Kuil Kahyangan Api yang harus dijaganya terancam kehilangan  nyawanya.


Tiba-tiba pintu kamarnya didobrak dari luar, beberapa orang


pria masuk ke kamar Maheen dan langsung menyerang dirinya. Terkesiap Wiraksara


mendapati dirinya dan Maheen berada dalam bahaya, dia keluar kamar dan kembali


bergerak melawan orang-orang bersenjata itu. Pedang mereka berkelebat menyambar


tubuh Wiraksara dari berbagai arah membuat pemuda itu kerepotan menghindar ,


ilmu silat para pengeroyoknya ternyata bukan sekedar ilmu silat cakar kucing.


Sambaran pedang mereka selalu mengarah ke bagian-bagian mematikan di tubuhnya


dan gerakannya sangat cepat berpindah dari satu sasaran ke sasaran launnya.


Segera Wiraksara mengerahkan hawa murninya te telapak tangannya, dalam sekejap


tangannya sudah berwarna putih keperakan. Tangan Wiraksara bergerak cepat menangkap


pedang-pedang  lawannya lalu


mematahkannya.


“Traang…trang…trang!”


Pedang orang-orang itu patah semua dan patahannya berjatuhan


di lantai. Orang-orang itu tampak terkejut mendapati senjata mereka sudah patah


jadi 2. Wiraksara keluar kamar,  kembali menerjang


para pengeroyoknya dan menyerang mereka. Baru beberapa jurus mereka beradu


pukulan tiba-tiba muncul seorang wanita cantik berpakaian warna perak di depan


pintu kamar.


“Wiraksara!”


hormat pada wanita cantik yang baru datang tadi


“Nona Muda!”


“Siapa kamu? Mengapa kamu menyerang kami padahal kami tak


mengenalmu?” Tanya Wiraksara.


Dengan nada jumawa wanita cantik itu berkata


“Aku Wan Ling ketua Sekte Air Perak, berikan Permata Api itu


kepada kami dan Gadis Suci dari Persia itu akan kuberi penawar racunnya.”


Wiraksara marah dan berseru pada wanita itu


“Kamu wanita iblis, menggunakan cara-cara licik untuk


mengambil pusaka milik orang lain!”


Namun wanita berbaju perak itu menertawakan Wiraksara


“Ha ha ha ha permata itu sudah lama kami cari keberadaannya,


setelah Tamaz dari Sekte Kuil Kahyangan Api merebutnya dari Mehrak pengkhianat


Kuil Kahyangan Api, rahasia mengenai kekuatan Permata Api itu bocor ke dunia


persilatan. Mumpung belum banyak orang yang tahu, kami bergerak cepat merebut


Permata Api itu dari kalian!”


Jangan-jangan sekte mereka mengetahui rahasia kekuatan


Permata Api itu, batin Wiraksara.


“Permata Api itu adalah milik temanku dan aku dipercaya oleh


Tuan Tamaz untuk menjaga Permata Api dan Gadis Suci agar sampai dengan selamat


di Negeri Api!” Jawab Wiraksara.


Wan Ling mendengus dan mengejek


“Untuk apa kau berikan kepada Kuil Kahyangan Api? Api abadi mereka

__ADS_1


sudah lama padam. Sekarang kuil itu hanya berisi orang-orang lemah yang sudah


tidak layak lagi memiliki permata itu. Cepat berikan permata itu dan aku akan


memberikan penawar racun kepadanya!”


Wiraksara meggertakan geraham karena marah


“Maheen bukan barang yang bisa ditukar dengan komoditi


lainnya, bersiaplah menghadapi seranganku!”


Wiraksara kembali menyerang Wanling, dengan ilmu Api Azura


Mahda dia menyerang wanita itu. Sinar api muncul dari tangan Wiraksara dan


langsung meluncur menuju Wanling. Wanita cantik itu mengangkat tangannya,


sekarang tangannya sudah berubah membiru. Sinaran api dari tangan Wiraksara


langsung di hadang dengan kedua telapak tangannya yang sudah membiru. Api yang


muncul dari tangan Wiraksara langsung hilang musnah. Kembali Wiraksara terkejut


melihat kemampuan wanita itu menahan semua jurus andalannya termasuk serangan


Api dari jurus Api Suci Azura Mahda darinya.


“Berikan penawar racunnya, dan kami akan memberikan apa yang


kalian minta!” Kata Wiraksara.


Tanpa membuang waktu, Wiraksara kembali menyerang Maheen, tangannya


berubah jadi keperakan.  Tanpa ragu


kembali Wiraksara menyerang Wan Ling yang berdiri di depannya, anak buah Wan


Ling langsung membantu mengeroyok Wiraksara.


Tangan Wiraksara berkelebat menyambar para penyerangnya,


saat salah satu pengeroyok mengarahkan pukulan ke dadanya, tangan Wiraksara


langsung mencengkram tangan lawannya lalu membesetnya


“Sreeek!”


Orang itu langsung berteriak kesakitan


“Aaaarghh…tanganku!”


Kulit tangan orang itu tampak mengelupas, darah mengalir


deras dari tangannya menetes tiada henti. Tangan Wiraksara yang berwarna


keperakan itu, kini bagaikan pisau tajam. Wan Ling kembali menyerang Wiraksara,


kembali tangan Wiraksara berkelebat menyambar  bajunya


“Breeet…breeet…breeet!”


Wan Ling terkejut, barulah dia menyadari pakaian atasnya


sudah terkoyak, sekarang dia tinggal memakai lapisan dalamnya saja tanpa lengan


dan tampaklah bagian atas tubuhnya yang kini terbuka.


“Kau…kurang ajar bajuku kau sobek!”


Ketika Wan Ling kembali hendak menyerang Wiraksara, tiba-tiba


terdengar suara menggelegar membuat daun pintu serasa bergetar seperti mendengar


bunyi ledakan


“Wan Ling, hentikan!”


Wan Ling tampak terkejut mendengar suara orang yang


memanggilnya. Dia menghentikan serangannya dan memandang ke arah sosok yang


baru saja datang.


“Kau lagi... jangan ikut campur urusan kami!”


“Wan Ling, kau ini sudah tua,. sudah jadi nenek,  seharusnya kau momong cucu dan hidup tenang di


gunung Kunlun saja, tak usahlah lagi berebut benda pusaka dengan dia!”


Terkejut Wiraksara mendengar seruan itu


Nenek? Kupikir dia seorang perempuan muda yang cantik.  Apa ilmu yang digunakannya sehingga dia masih


saja tampak cantik di usianya yang sudah menua.

__ADS_1


__ADS_2