KSATRIA YANG TERBUANG

KSATRIA YANG TERBUANG
Permata Hijau


__ADS_3

Dengan tangan gemetar Wiraksara menerima permata  yang masih berlumuran darah Gulya. Pria tua


itu berkata lagi


“Pergilah cepat, selamatkan temanmu, waktunya sudah mepet.”


Wiraksara mengangguk, seorang wanita datang membawakan


mangkuk berisi air


“Bersihkan dulu permata itu sebelum kau bawa pergi.”


Setelah membungkus permata dan menyimpannya dalam kantongnya


Wiraksara dan Hamzah berpamitan pergi dan kembali melanjutkan perjalanan


mencari Maheen.


*****


Sementara itu Wan Ling pemimpin Sekte Air Perak telah


menerima vonis 3 tahun penjara dari hakim yang mengadilnya karena terbukti


melakukan percobaan pembunuhan dan masih harus menjalani hukuman cambuk di


alun-alun besok siang bersama para tahanan lainnya.


Malam itu Wan Ling duduk di sudut penjara yang gelap,


rambutnya yang panjang terurai berantakan. Dia menanti kabar dari para anggota


sektenya yang sempat berhasil menculik Maheen. Namun sudah 2 minggu lebih dia


belum mendengar kabar dari anak buahnya. Hatinya mulai mendongkol karena dia


harus mendekam di sel sempit dan berbau busuk yang penuh dengan narapidana


kelas kakap. Melarikan diri dari penjara tampaknya sangat sulit dilakukan


sendirian karena penjara khusus kriminal itu terletak di bawah tanah yang gelap


dan dingin, sedangkan tangan dan kakinya diborgol. Ditambah lagi dia sama


sekali tidak doyan dengan makanan penjara yang menurutnya seperti pakan babi.


Sehingga tubuhnya melemah karena asupan makanan berkurang.


Tiba-tiba lorong penjara mulai terang dan terdengar suara


orang memanggil Wan Ling.


“Ketua Wan…Ketua Wan, dimana anda berada?”


Wan Ling terkejut, dia bangkit dari duduknya lalu berseru

__ADS_1


“Aku di sini, cepat bebaskan aku dari sini!”


Sejurus kemudian terdengar langkah kaki mendekat ke penjara,


beberapa anak buah Wan Ling datang melongok ke dalam sel. Salah satu


diantaranya mengangkat obornya menerangi bagian dalam sel.  Wan Ling maju mendekat ke pintu penjara dan


berseru


“Cepat keluarkan aku dari sini, aku sudah tidak tahan lagi!”


Para Napi dalam sel Wan Ling mulai ramai bersuara


“Hei cepat, keluarkan kami dari sini juga, kami sudah lama menderita


dalam sel ini!”


Salah seorang anak buah Wan Ling mengeluarkan kawat dan


mulai membuka gembok kunci penjara. Tetapi ketika Wan Ling sudah keluar,


buru-buru pintu sel ditutup sehingga para Napi itu berteriak marah


“Hei, kami juga mau kabur dari sini. Cepat bebaskan kami!”


Namun Wan Ling berkata pada mereka


“Hanya aku saja yang boleh kabur, kalian tetap di sini!”


tak peduli, mereka menyusuri lorong penjara bawah tanah keluar dari penjara.


Beberapa anak buah Wan Ling mengeluarkan sebuah botol dari tas cangklongnya. Di


dalam botol ada bubuk hitam yang kemudian ditaburkan di sepanjang jalan keluar


penjara.


Ketika mereka tiba di depan gerbang penjara, salah satu


pengikutnya mulai membakar bubuk  hitam


itu. Api dengan cepat menjalar ke seluruh penjara, membakar seluruh isi penjara


di bawah tanah itu. Para Napi di dalam sel mulai berteriak-teriak panik dan


takut


“Tolong lepaskan kami…tolong kami, bebaskan kami di sini


panas sekali!”


“Cepat segera keluar dari sini.  Sebentar lagi penjara ini meledak!”


Setelah mereka keluar dari gerbang penjara bawah tanah,

__ADS_1


terdengar ledakan keras


“Blaaar…blaaar…blaaar!”


Penjara bawah tanah meledak karena bubuk mesiu yang


ditaburkan anak buah Wan Ling.  Anehnya


tidak ada satu penjaga penjara yang datang melihat apa yang terjadi.


“Apa yang telah kalian lakukan terhadap mereka? Kemana para


pengawal penjara ini?” Tanya Wan Ling dengan heran.


Salah satu anak buahnya menunjuk ke depan, yang lainnya


mengangkat ibirnya menerangi seluruh lingkungan


“Lihat, para penjaga penjara di sini telah kami berikan racun


bubuk Penghancur Sukma. Sekarang mereka semua sudah mati dan kita bisa


melarikan diri dengan mudah!”


Wan Ling melihat ke sekelilingnya dan melihat para prajurit


yang menawannya tadi sudah mati kaku terduduk di tempatnya. Segera dia keluar


dari tempat itu bersama anak buahnya. Wan Ling dan para pengkutnya terus


berlari menembus gelapnya malam.


Di sebuah tempat yang sepi di pojok kota, ada sebuah rumah tua, mereka masuk ke dalamnya. Seorang pelayan menyambut Wan Ling .


"Siapkan air mandi dan sediakan makanan untukku," perintah Wanling.


Usai mandi Wan Ling langsung makan makanan yang sudah disediakan para pelayannya.Dengan rakus Wan Ling mulai memakan makanan yang dihidangkan, Setelah sekian lama dipenjara tidak makan enak membuat Wan Ling makan seperti kesurupan. Usai makan Wan Ling memanggil para anak buahnya dan memarahi mereka


"Kemana saja kalian selama ini? Mengapa tidak segera membebaskan aku dari penjara?"


Dengan nada takut salah satu anak buahnya maju ke hadapannya dan berkata


"Maafkan kami Ketua, kami kesulitan mencari anda, apalagi penjara itu ternyata dijaga ketat. Kalau saja kami tidak menyandera seluruh keluarga Kepala Penjara di sini, sudah pasti kami akan kesulitan membebaskan anda dari penjara itu."


"Lalu bagaimana kabar Gadis Suci dan Permata Api itu? Dimana gadis dan permata itu berada sekarang?" Tanya Wan Ling lagi,


Anak buah Wan Ling saling berpandangan lalu berkata


"Mohon ampun Ketua, orang yang bertugas membawa Gadis Suci dan Permata Api telah gugur dibunuh oleh sekelompok orang tak dikenal. Sedangkan Gadis Suci dan Permata Api menghilang, kami tidak tahu  harus mencari kemana lagi."


Wan Ling terkejut dan bertambah murka karena gadis dan permata Api yang diperjuangkan mati-matian telah hilang.


"Dasar bodoh, kalian semua tidak becus bekerja! Pergi kalian semua. menyusahkan aku saja," seru Wan Ling dengan kesal.


Saat itu tak ada seorangpun yang berani bicara, mereka segera pergi ketika Wan Ling memerintahkan mereka pergi dari hadapannya. Setelah mereka pergi Wan Ling mulai berpikir

__ADS_1


Sekte mana lagi yang menginginkan permata Api? Ah, sial, para pemburu benda mustika itu rupanya sudah tahu dengan keberadaan Legenda 4 Elemen Azura Mahda. Tapi sekte mana lagi yang menginginkan permata itu? pikir Wan Ling.


__ADS_2