KSATRIA YANG TERBUANG

KSATRIA YANG TERBUANG
Pertemuan di Gedung Hitam


__ADS_3

Sementara Ma Yingtao dan Chen Nie sudah kembali bersiap


berangkat ke Gansu dan mencari keberadaan Wiraksara yang menghilang. Namun


kepergian mereka terpaksa ditunda. Pagi itu Komandan pasukan penjaga perbatasan


Yinchuan mengabarkan sesuatu.


“Prajurit di menara pengintai melaporkan adanya rombongan


pasukan berkuda sedang menuju kemari. Mereka membawa banyak pasukan


kemari.  Kurasa persitiwa terbunuhnya


Turgen telah memicu perang, perampok itu memang sengaja di tempatkan oleh pihak


Mongol untuk mengganggu stabilitas  keamanan di jalur sutera yang menghubungkan China dengan negeri-negeri


di sekitarnya.”


“Jadi kami belum bisa pergi dari sini?” Tanya Chen Nie.


“Mohon maaf, anda sekalian belum bisa meninggalkan kota ini


karena tempat ini akan di serang. Kalaupun akan tetap pergi ke Gansu, anda


harus memutar melewati jalur yang lebih jauh.”


Ma Yingtao menghela nafas kesal karena pekerjaannya


terhambat


“Waktunya semakin mepet, 2 bulan lagi musim panas tiba.


Tidak ada jalan lain, Sala harus segera ditemukan,  kita berangkat sekarang dan pergi lewat jalur


selatan,” kata Ma Yingtao.


*****


Malam itu di kota Gansu, di Gedung Hitam sosok misterius


Tuan Han tengah menyelenggarakan rapat bersama para pengikutnya. Tuan Han


mengenakan jubah sutera hitam dan memakai kedok di wajahnya tengah berbicara dengan para


pengikutnya.


“Setelah stempel kerajaan dapat kita curi, kita akan


melakukan kudeta terhadap kaisar Yongle. Tetapi permasalahannya di perbatasan


masih banyak orang-orang kaisar yang setia dan ini menyulitkan kita dalam


melakukan kudeta.”


Fu Shen sang Tuan rumah berdiri di hadapan Tuan Han


“Separuh Kasim dalam pasukan Jinyiwei dan para kasim yang


menjadi pejabat kerajaan  telah berpihak


kepada anda, saya kira itu sudah cukup. Beberapa kesatuan pasukan penjaga


perbatasan juga sudah kita kuasai, apa lagi yang kita tunggu? Kita sudah cukup


lama memanti saat kudeta itu.”


“Tidak semudah itu Tuan Fu, tidak semua Kasim dapat kita


luasai, armada laut China di bawah pimpinan Laksamana Cheng Ho masih sulit kita


kuasai. Mereka sangat loyal pada kaisar, kalian jangan menyepelekan kekuatan


Cheng Ho. Dia memiliki banyak pendukung dari kelompok sukunya yaitu Suku Hui

__ADS_1


bahkan dia bisa saja meminta bantuan pada negara sahabat karena hubungan


baiknya dengan negara-negara di luar China. Kurasa aku masih memerlukan


dukungan lagi terutama dalam hal persenjataan dan prajurit, tukas Tuan Han.


Tak lama kemudian dari ujung ruangan, terlihat pintu masuk


ruang pertemuan terbuka lebar, seorang pria tua berpakaian serba putih masuk ke


dalam.  Pandangan mata orang-orang di


dalam ruangan sontak langsung tertuju pada pria tua itu. Terdengar suara Tuan


Han menyambut kedatangan orang Persia itu


“Mehrak, di mana permata Kuil Kahyangan  yang kau janjikan?”


“Ampun Tuan Han, permata Kuil Kahyangan Api itu telah hilang


diambil orang. Beri saya waktu untuk mencarinya kembali.”


Sontak orang-orang di dalam ruangan langsung geger mendengar


berita hilangnya permata Kuil Kahyangan Api.


Tun Han tampak terkejut, wajahnya berubah


“Kau jangan bohong Mehrak, bukankah aku telah berjanji akan


memberikan sebagian dari wilayahku untukmu jika kudeta ini berhasil.”


“Saya tahu Tuan Han, tetapi apa yang saya katakan itu benar.


Pemuda Jawa itu telah mengambil permata itu,” kata Mehrak dengan geram.


“Bagaimana bisa sampai hilang? Kalau begitu cari sampai


ketemu, saat ini aku benar-benar memerlukan kekuatan dari ke 4 elemen itu,”


Wajah Mehrak bersemu merah karena malu di marahi di depan


banyak orang.


“Baiklah, malam ini juga saya akan pergi mencari orang itu


dan merebut permata itu darinya!”


Jendral Wu Xie buru-buru menengahi


“Tuan Han, Tuan Mehrak baru saja datang, tidak sepantasnya


dia langsung pergi dari sini. Dia juga harus tahu rencana-rencana kita ke


depannya. Biarlah Tuan Mehrak mengikuti rapat ini dulu setelah selesai rapat


dia bisa pergi mencari pencuri permata Kahyangan Api dan merebut permata itu


darinya!”


Mehrak bernafas lega, dia lalu berkata lagi


“Tuan Han, sesungguhnya permata itu jumlahnya ada 4. Mereka


mewakili ke 4 unsur di bumi yaitu Permata Api, Tanah, Logam dan Air. Sayangnya


ketiga permata yang lainnya telah hilang di saat banjir besar melanda seluruh


bumi. Permata yang tersisa tinggalah Permata Api saja sedangkan Permata simbol Tanah,


Logam dan air sudah menghilang. “


“Kalau begitu kau juga harus mencari ke 4 permata itu agar


kekuatan mereka dapat bergabung menjadi satu!”

__ADS_1


Tuan Han menoleh kepada Jenderal Wu


“Jenderal , kerahkan orang-orangmu untuk mencari keberadaan


ketiga permata lainnya.”


Jendral Wu Xie dan Mehrak tertegun, permintaan Tuan Han


dinilainya terlalu berlebihan


“Tapi darimana kita akan mencarinya? Banjir besar itu sudah


ribuan tahun lamanya terjadi dan kita sekarang tidak tahu dimana ketiga permata


itu. Konon kabarnya permata elemen Air sudah jatuh di sebuah samudra yang luas


. Samudera itu tidak mungkin diselami karena terlalu dalam. Tuan, satu permata


Api itu sudah cukup memberikan kekuatan untuk anda. Siapapun yang memiliki


permata itu akan dapat mengendalikan elemen api dengan mudah,” kata Mehrak.


“Benar Tuan, saat ini kita harus fokus pada tujuan kita yang


sebenarnya, lebih baik seluruh daya upaya kita kerahkan untuk kudeta kaisar


daripada mencari permata yang tidak kita ketahui keberadaannya,” ucap Jendral


Wu.


Beberapa orang yang hadir di tempat itu rupanya lebih


condong kepada usulan Jendral Wu. Malam itu sebuah rencana kudeta telah


disusun. Tuan Han kembali masuk ke ruangannya dan  selesailah rapat malam itu.


*****


Perjalanan Wiraksara dan Maheen telah membawa mereka sampai


di Lanzhou,  sebuah kota di jalur sutera.


Hingga malam hari kota Lanzhou dikunjungi para pedagang dari mancanegara yang


singgah untuk berdagang atau beristirahat sebelum meneruskan perjalanan ke arah


timur.


“Maheen, kita mampir di kedai makan setelah itu kita mencari


penginapan,” kata Wiraksara.


“Wiraksara, aku takut anak buah Mehrak masih mengikuti kita,


ada banyak orang-orang Persia di kota ini. Aku kuatir salah satunya adalah anak


buah Mehrak yang diutus memata-matai kita. Sebaiknya kita jangan banyak keluar,


kita cari penginapan yang juga menyediakan makanan. Aku tahu tempatnya, kita


bisa mampir ke penginapan itu,” saran Maheen.


“Kurasa kau benar, apa nama penginapannya?”


“Penginapan Cemara Gunung, letaknya ada di ujung jalan ini.


Aku kenal baik dengan pemiliknya.”


Wiraksara dan Maheen kembali meneruskan perjalanan ke


Penginapan Cemara Gunung .Tetapi tanpa mereka sadari beberapa pasang mata


mengikuti kepergian mereka ke Penginapan Cemara Gunung.


“Ikuti kemanapun mereka pergi, jangan sampai terlepas.”

__ADS_1


Tujuh orang Persia berkelebat mengikuti Wiraksara dan Maheen


__ADS_2