KSATRIA YANG TERBUANG

KSATRIA YANG TERBUANG
Berita dari Gupta


__ADS_3

Berita kematian Gulya


Sang Diva dari Kazakhstan itu menghebohkan banyak pihak.  Masyarakat di kota Urumqi di propinsi Xinjiang


yang berbatasan dengan Kazakhstan juga dikejutkan dengan berita ini. Ternyata


masarakat di propinsi Xinjiang dan beberapa propinsi di utara China juga


mengenal Gulya yang suaranya adalah obat bagi penyakit-penyakit tertentu.


Ma Jingtao sudah tiba di Urumqi bersama Chen Nie mencari


jejak Wiraksara yang menghilang bagai di telan bumi. Di sebuah kedai makan yang


cukup mereka sengaja mampir melepas lelah dan rasa lapar sambil mencari berita


tentang keberadaan Wiraksara. Setelah memesan makanan mereka duduk sambil minum


teh dan mendengarkan pembicaraan orang-orang di kedai. Tidak ada pembicaraan


yang menarik hingga pada akhirnya ada seorang pedagang dari India yang masuk


kedai.


Pedagang India umurnya kurang lebih sekitar 50 tahunan,


jenggotnya yang kelabu tumbuh lebat di dagunya, dia memakai sorban dan berwajah


ramah. Tubuhnya termasuk pendek dengan perutnya yang gendut membuatnya tampak


lucu sekaligus aneh.  Melihat kedatangan pedagang


India itu orang-orang di dalam kedai bersorak menyambutnya.  Tampaknya pedagang India itu cukup dikenal


baik oleh para pedagang di jalur sutera. Seorang pedagang China menyambutnya


dan berkata


“Tuan Gupta, kebetulan sekali aku bisa bertemu denganmu di


sini. Adakah kabar dari negeri Barat?”


Gupta celingukan mendengar namanya dipanggil,melihat


pedagang dari China itu, dia tersenyum dan kangsung menghampirinya.


“Aah, Tuan Chen sahabatku, kali ini aku membawa banyak


cerita untuk kalian!”


Seorang pedagang dari Turki kemudian berseru pada pelayan


“Pelayan, berikan teh mentega dan Pilaf untuk tuan ini.


Biayanya bebankan pada saya.”

__ADS_1


Namun pedagang dari China memprotesnya


“Hei, biar aku saja yang mentraktir Tuan Gupta, aku sudah


lama tidak pernah berkesempatan mentraktirnya.”


“Sudahlah Tuan Chen, simpan saja uangmu, kau bisa


mentraktirku nanti ketika kita tiba di Kazakhstan,” tukas pedagang Turki itu.


“Tuan Gupta, berita apa yang kau dengar dari Barat? Apakah


jalur di sana aman?” Tanya Tuan Chen.


“Tenang saja, jalur ke Barat cukup aman untuk saat ini, tapi


ada berita duka dari Syrdarya,” kata Gupta.


Para pedagang dari berbagai penjuru dunia mulai mengerumuni


Gupta si pembawa berita dan mulai menunggu kelanjutan ceritanya dengan


antusias.


Terdengar suara Gupta melanjutkan ceritanya


“Ketika sedang berada di Kazakhstan, Gulya kebetulan sedang


pentas di Syrdarya, beruntung aku masih sempat menontonnya. Aku senang


mendengarkan suaranya yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Tapi baru


meledakannya. Tampaknya orang-orang yang meledakan itu mengincar sesuatu dari


Gulya,” tutur Gupta dengan ekspresi ketakutan.


Orang-orang berseru terkejut, lalu ada pedagang lain yang


menimpali


“Ya, kemarin aku juga baru tiba dari Syrdarya, aku juga


mendengar berita itu tetapi waktu itu aku tidak menontonnya karena ketiduran


setelah menempuh perjalanan panjang dari Misr. Lalu apa yang mereka cari dari


Gulya? Kurasa Sekte Bumi Hijau bukanlah sekte yang suka membuat keributan


dengan sekte lain. Mereka cinta damai dan memilih tinggal di puncak Tengri Khan,


bertani dan berternak daripada berperang.”


“Lalu bagaimana dengan Gulya? Apakah dia terluka?” Tanya


Tuan Chen.

__ADS_1


“Saat terjadi ledakan para penonton ketakutan dan berlarian


meninggalkan alun-alun. Tetapi aku memilih untuk melihat apa yang terjadi.


Tahukah kalian, usai terjadi ledakan sekelompok orang menyerbu naik ke panggung


lalu berusaha menculik Gulya. Beruntung saat itu ada dua orang pendekar yang  datang menghalangi niat mereka dan mengusir


para pengacau itu,” tutur Gupta.


Seorang pelayan datang menghidangkan teh mentega untuk Gupta.


“Sebentar aku mau minum tehku dulu.”


Pedagang India itu menyeruput teh menteganya lalu kembali


melanjutkan ceritanya


“Akibat dari ledakan itu Gulya terluka, tetapi ada hal yang


aneh terjadi. Gulya meminta dua pendekar itu mengiris perutnya dan mengambil


sesuatu dari dalamnya.”


Orang-orang terkejut dan berseru tertahan


“Lalu apa yang mereka dapat dari perut Gulya?” Tanya Pedagang


Turki


“Mereka mendapatkan Permata Hijau dari dalam perutnya.


Kabarnya permata itu berasal dari di masa sebelum ada banjir besar."


Orang-orang bertambah terkejut dan bertanya lagi


"Permata? Permata apa? Pasti permata itu sangat berharga sehingga orang-orang itu tega membunuh orang demi mendapatkannya."


Gupta menggoyangkan tangannya dan menggeleng


"Aku tidak tahu, aku memejamkan mataku ketika mereka mengobok-obok perut Gulya.Setelah itu aku menemukan anak buahnya memegang sebuah permata hijau sebesar telur ayam di tangannya. Yang jelas permata itu pastilah permata yang sangat berharga dan bertuah."


Sontak orang-orang yang mengerumuni Gupta mulai membicarakan permata hijau milik sekte Bumi Hijau. Tetapi di sebuah sudut, terlihat Wan Ling dengan seksama mengikuti pembicaraan Gupta dengan para pedagang lainnya. Mendadak wajahnya tampak sumringah walau hanya sekejap.


"Kalian dengar cerita dari pedagang India itu? Ternyata dia telah menemukan Permata Bumi. Tak lama lagi pencarianku berakhir di sini.Permata itu ternyata dibawa mengungsi ke puncak Tengri Khan puncak tertinggi di Kazakhstan. Bersiaplah. Kita akan mengumpulkan permata 4 Unsur itu."


"Kalau begitu kita harus merebut permata itu dari kedua pengelana itu," tukas Wan Ling.


Wan Ling menoleh kepada anak buahnya


"Setelah ini kita akan ke Syrdarya mencari jejak permata Hijau yang dibawa dua pengelana tadi,"


Tak terkecuali Ma Jing Tao dan Chen Nie tertarik dengan cerita Gupta


"Aku tertarik dengan cerita pedagang India itu, tampaknya permata itu adalah benda yang tidak hanya berharga tetapi juga menyimpan sebuah kekuatan atau tuah seperti benda-benda pusaka lainnya," kata Ma Jing Tao.

__ADS_1


"Lalu apa kau juga akan berburu permata itu?" Tanya Chen Nie sambil tertawa.


"Tidak, tetapi mungkin saja Wiraksara bersama gadis pendeta itu menuju ke Syrdarya. Chen Nie, setelah ini kita meneruskan perjalanan ke Syrdarya mencari mereka," ujar Ma Jing Tao.


__ADS_2