
Hari pertama Yura jadi sekertaris Yuda, Yuda terus tak henti-hentinya memberikan Yura banyak pekerjaan ,dari mulai segudang tumpukan berkas lalu meyuruh Yura untuk membersihakan ruangannya dan membuatkan kopi sampe bulak-balik karena Yuda terus protes karena menurutnya kopi yang di buat Yura kurang pas dengan apa yang dia perintah dari mulai salah takaran gula lah, airnya terlalu dingin dan masih banyak kejahilan Yuda untuk membuat Yura tersiksa.
Aaah ya ampun sepertinya dia sedang mengerjaiku." gumam Yura sembari memijat-mijat kakinya karena lelah akan perintah Yuda yang menurutnya sangat keterlaluan.
Tapi kamu tidak boleh menyerah Yura kamu harus semangat mengejar cinta mu,buat dia mencintaimu."gumam Yura .
Waktu sudah menunjukan jam 4 sore sudah saatnya Yura pulang ,tapi sampe saat ini Bos nya belum juga keluar dari ruangannya atau menyuruh nya untuk pulang.
Yura pun memberanikan diri untuk masuk ke ruangan Yuda untuk menanyakan apakah boleh dia untuk pulang.
toktoktok,,,
Pak apakah boleh saya pulang sekrang." ucap Yura sambil masuk ke dalam tanpa menunggu perintah dari Yuda.
Seketika Yuda menatapnya tajam seakan-akan ingin melahap Yura hidup-hidup.
Kamu tidak tau sopan santun.? ucap Yuda .
Ah maaf pak ,tidak akan saya ulangi lagi." jawab Yura paham akan maksud dari perkataan bosnya.
Jadi apakah boleh saya pulang sekarang pak.? tanya Yura kembali.
Kamu tau sekertaris itu harus gimana.? kalau bos nya belum pulang atau menyuruhnya pulang berarti kau juga belum boleh pulang." ucap Yuda dengan nada tegas.
Issssssh ,untung cinta jadi masih bisa di maapkan coba kalau enggak cinta udah aku taplokin *** kucing tuh bibir."gumam Yura dalam hatinya.
Baik pak." ucap Yura lalu Yura pun kembali ke ruangannya,sedangkan Yuda hanya tersenyum puas karena telah mengerjainya.
__ADS_1
Tak terasa waktupun sudah menunjukan jam 6 sore, Yura pun sudah di perbolehkan untuk pulang.
••••
Tepat jam 7 malam Yura pun baru sampai di rumahnya karena tadi di jalan dia terjebak macet.
Ah lelahnya." ucap Yura sambil mendudukan bokongnya di kursi raung tamu.
Loh nak kenapa jam segini baru pulang.? tanya mamah Yura.
Iya mah hari ini Yura banyak kerjaan."jawab Yura sambil memejamkan matanya.
Yasudah sekarang kamu mandi terus mamah tunggu di meja makan yah." ucap mamah yura sambil pergi meninggalkn Yura yang masih mengistirahatkan badannya di ruang tamu.
Iya mah." lalu Yura pun bangkit dari duduknya dan berjalan gontai ke kamarnya.
30 menit kemudian Yura pun telah selesai dengan mandinya dan keluar dari kamarnya untuk makan malam.
Iya mah " jawab Yura.
Nak ,papah sudah berbicara dengan om rama mereka setuju untuk menjodohkan kalian dan papah juga sudah mementukan tanggalnya untuk kalian menikah." ucap papah Yura.
Benarkah.? seketika semangat Yura pun kembali bangkit.
Iya, pernikahamu akan di laksanakan bulan depan."jawab papah yura.
Hah, kok cepet banget pah.?tanya Yura.
__ADS_1
Bukankah harusnya kamu senang pernikahanmu di percepat." ucap papah yura.
Iya sih, tapi kan gak secepat kilat juga pah." ucap Yura.
Meskipun Yura mengharapkan dia bisa menikah dengan Yuda tapi dia juga tidak mau secepat kilat untuk menikah dengannya dia masih ragu apakah pernikahannya nanti akan bahagia dia cukup tau resiko menikah dengan orang yang tidak mencintainya pasti akan sangat menyakitkan.Tapi berhubung Yura terlanjur sudah suka sama Yuda dari sejak pandangan pertama dia terus akan berusha untuk membuat Yuda membals cintanya walaupun nanti bakalan ada bumbu bumbu perih di hatinya.
••••
Tepat pukul 9 malam pak rama menyuruh Yuda untuk menemuinya di ruang keluarga karena ada hal yang ingin ia bicarakan.
Yuda sini nak duduk." ucap mamah yuda saat melihat anaknya turun dari tangga.
Lalu yuda pun mengahampiri ibu dan ayahnya yang sudah duduk di ruang tamu yang kala itu sudah menunggunya.
Hal apa yang akan ayah bicarakan.? tanya Yuda yang langsung pada inti pembahasannya.
Yuda ,ayah dan om anwar sudah membicarakan perihal perjodohan kalian dan om anwar pun sudah setuju.Kalian akan menikah bulan depa." ucap pak rama kepda Yuda.
Yuda tidak kaget saat mendengar ucapan ayahanya karena dia sudah memprediksi pasti ayahnya akan mempercepat pernikahannya dengan wanita rusuh itu.
Baiklah terserah ayah saja Yuda ngikutin aja." ucap Yuda datar lalu dia pun pergi ke kamarnya.
Tumben yah dia tidak protes." tanya bu Ratna kepda suaminya.
Entahlah,bukan kah itu bagus kalau dia tidak protes." jawab pak rama acuh.
oke segitu dulu ya manteman,
__ADS_1
jangan lupa tinggalkn jejak.
slam sayang dari aku🤗