Ku Kejar Kau Calon Suami Idaman

Ku Kejar Kau Calon Suami Idaman
Bab 83


__ADS_3

Hari berganti hari bulan berganti bulan tak terasa kini usia kandungan Yura sudah memasuki bulan ke 8 tubuhnya sudah mulai bengkak dari mulai kaki tangan hingga pipi.


Huuuh."Yura membuang napas kasar saat dia melihat dirinya di cermin.


Aku begitu jelek seperti badut."gumamnya sambil memutar-mutar tubuhnya ke kanan dan ke kiri.Dia begitu takut suaminya akan berpaling karena kondisi tubuh Yura saat ini.


Sayang berhentilah bergerak."ucapnya mengelus perut yang sudah membesar karena di dalam sana anaknya begitu aktif.


Kau merindukan daddy mu nak.?tanya nya seolah-olah dia sedang berbicara dengan anaknya secara real.


"Hmmm,,,baiklah kita temui daddy di kantor kita beri dia kejutan,oke.!! ucapnya senang lalu dia pun mengganti bajunya dan sedikit memoles wajahnya dengan make up yang natural.


Yura pun turun ke bawah mencari sopirnya.


Mang,,mang ujang." teriaknya saat keluar rumah


Iya bu ada apa.?tanya mang ujang buru-buru nyamperin nyonya nya.


Anter aku ke kantor mas Yuda."ucap Yura dan di angguki oleh mang ujang,lalu mg ujang pun membukakan pintu untuk majikannya.


Perlahan-lahan mobil pun keluar dari area rumah Yura.Hanya butuh waktu 35 menit akhirnya dia pun sampai di kantor suami tercinta.


Makasih mang." ucapnya saat sang sopir membukakan pintu mobil.


"Oh iya,,mang ujang boleh kembali ke rumah nanti aku pulangnya bareng mas Yuda aja."ucapnya lagi dan di angguki oleh mang Ujang.


Lalu Yura pun masuk ke dalam,semua karyawan memberi hormat dan menyapa Yura dengan sopan dan hanya di balas senyuman oleh Yura.


Beruntung banget ya jadi bu Yura,udah mah cantik,punya suami kaya tampan lagi.Mana sekarang sedang hamil pasti anaknya sangat lucu." ucap salah satu karyawan wanita disana.


Iya,aku juga pengen kayak bu Yura." ucap salah temannya yang ada di sebelah wanita tersebut


Dalam mimpimu." jwab si wanita tadi sambil menyentil kening temannya


^


^


^


Kini Yura pun sudah masuk ke dalam lif yang langsung terhubung ke ruangan Yuda.


Ting,,,,"pintu lif terbuka lalu dia pun keluar.


Tumben Tania gak ada di ruangannya."gumam Yura saat melihat ruangan sekertaris suaminya sekaligus temannya kosong.

__ADS_1


"Apa jangan-jangan mereka sedang rapat."pikir Yura,namun kenyataannya Tania sedang ke pantry untuk membuatkan teh titah bosnya karena kebetulan ada tamu di ruangan Yuda.


Tanpa mengentuk pintu terlebih daluhu Yura pun langsung membuka pintu ruangan suaminya dan seketika dia pun terkejut saat melihat pemandangan di depannya.


Mas..." teriaknya ,seketika Yuda pun kaget saat mendapati keberadaan istrinya di ambang pintu.


Sa,,,ayang.." ucap Yuda gugup


Apa yang kalian lakukan.?tanya Yura dengan tatapan tajam


Mas bisa jelasin Ra ini tidak seperti yang kamu bayangkan." ucap Yuda menghampiri istrinya yang masih berdiri di ambang pintu.


Seketika Yura pun tertawa melihat expresi suaminya yang penuh ketakutan....


Hahahahahahaha,memangnya mas berpikir apa.?tanya Yura masih tertawa sambil memegang perutnya karena takuat menahan geli.


Sebelum Yura datang ,Yuda kedatangan tamu rekan kerjanya sekaligus teman lamanya.Mereka berteman saat kuliah di Luar Negri.


Toktoktok..." seseorang mengetuk pintu ruangan Yuda.


Masuk." jawab Yuda dari dalam.


Permisi pak,di bawah ada pak Dimas menunggu dia ingin bertemu dengan bapak." jelas Tania


Ooh suruh dia kesini lalu buatkan teh untuknya."titah Yuda dan di angguki oleh Tania.


Baik pak saya permisi dulu." ucap Anton sopan lalu dia pun keluar dari ruangan bosnnya.Oh iya perusahaan Yuda berkecimpung dalam dunia perhotelan,juga bangunan seperti Mall,Apartemen dan masih banyak lainnya.


Tak lama teman Yuda pun datang


Totktok,,,


Hai bro." ucap Dimas yang langsung masuk tanpa menunggu perintah dari Yuda.


Hai,,,apa kabar.?tanya yuda bangkit dari duduknya menyambut temannya dengan berjabat tangan.


Baik.." jawab Dimas lalu mereka pun duduk di sofa.


Jadi apa perlu apa loe kesini.?tanya yuda karena tumben-tumbenan temannya mau mampir ke kantor Yuda.


"Bukankah kerja sama kita sudah kita bicarakan 2 bulan yang lalu." ucapnya lagi menyilangkan kakinya.


Yaelah,emangnya gw gak boleh apa main keisni.?tanya Dimas memukul paha Yuda.


"Gw kesini mau kasih undangan sama loe." ucap Dimas sambil mengeluarkan undangan untuk Yuda.

__ADS_1


Widiiih,nikah juga lu akhirnya." ejek Yuda sambil menerima kertas undangan dari Dimas.


Sialan lu." timpal Dimas memukul bahu Yuda.


"Lu datang yah,ajak bini lu." titahnya lagi.


Oke,,,tapi gw gak janji soalnya istri gw lagi hamil besar."jawab Yuda


Wih,selamat yah sebentar lagi lu bakalan jadi babeh." Ucap Dimas menepuk-nepuk pundak Yuda.


Hahaha,thanks bro." jawab Yuda.


Lu sama tamu pelit amat bro,gw gak di kasih minum sama sekali." grutu Dimas sambil memegang tenggorokannya yang kering.


Gw sudah suruh sekertaris gw buat bikin teh tapi kenapa dia lama sekali,bentar gw susul dulu." ucap Yuda bangun dari duduknya namun saat Yuda akan melewati Dimas kakinya tersandung dan dia pun jatuh tepat di atas tubuh Dimas dan saat itu juga Yura datang secara tiba-tiba dan melihat kejadian itu.


••••••


Mas pikir aku cemburu liat mas begituan sama pria.?tanya Yura memaksa untuk berhenti tertawa.


Hahaha,mas cuman takut kamu berpikir mas suka sesama jenis." ucap Yuda menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


Emang mas mau aku berpikir mas gay.? goda Yura


Ya enggaklah,mas itu pria normal buktinya mas berhasil menanam benih di perutmu." Yuda menyombongkan dirinya.


Yayayayay terserah mas aja." ucap Yura malas kalau suaminya sudah sombong.


Oh iya kenalin ini teman mas saat kuliah di Luar Negri namanya Dimas,dia kesini kasih undangan pernikahan." jelas Yuda memperkenalkan istrinya kepada Dimas.


Ah iya Yura." ucap Yura mengulurkan tangan nya.


Dimas."ucap Dimas menerima uluran tangan Yura namun belum juga tangannya bersentuhan dengan tangan Yura sang suami sudah menepis tangan Dimas.


Gak usah bersentuhan,tangan lu banyak kumannya." ucap yuda ketus namun masih dengan nada becanda.


Dasar bucin" jawab Dimas jengah melihat sifat cemburu Yuda yang berlebihan menurutnya.


Lalu tak berselang lama Tania pun datang membawa napman berisikan 2 gelas teh.Di letakannya teh tersebut di atas meja lalu dia pun pamit untuk keluar.


Tan tunggu gw ikut." ucap Yura sedikit berteriak.


Mas aku ke Tania dulu ya." ucap Yura dan di angguki oleh Yuda.


Istri lu cantik banget ya,nemu dimana lu.?tanya Dimas setelah meneguk teh nya.

__ADS_1


Di surga."jawab Yuda asal.Lalu mereka pun kembali berbincang-bincang mengenang masa kuliahnya.


__ADS_2