Ku Kejar Kau Calon Suami Idaman

Ku Kejar Kau Calon Suami Idaman
Bab 77


__ADS_3

Kini pagi pun telah tiba sang pajar telah menampakan sinarnya di muka bumi.Dan sepasang suami istri yang semalam habis bertempur masih terlelap dengan mimpi mereka masing-masing.


Toktoktok.." tiba-tiba seseorang mengetuk kamar pasangan suami istri tersebut.


Siapa sih." gumam Yuda yang terganggu akan tidurnya.Lalu dia pun bangkit dan memakai celana piyamanya.


Ada apa bi.? tanya Yuda saat melihat siapa yang mengetuk pintu kamarnya.


Anu den,ada telpon dari Rumah Sakit." jawab si bibi


Rumah Sakit." Yuda mengulang ucapan pembantunya dan sedikit menyipitkan matanya karena bingung ada apa pihak rumah sakit menelponnya sepagi ini.


Oh,,yaudah sambungkan dengan telpon di kamar saya bi." ucap Yuda lalu si bibi pun menganggukan kepalanya dan pergi meninggalkan majikannya.


Setelah di rasa pembantunya sudah pergi Yuda pun menutup pintu kamarnya.


Siapa mas.?tanya Yura yang sudah bangun dari tadi karena terganggu akan ucapan suami dan pembantunya.Oh iya kebetulan Yuda berangkat ke kantornya siang karena efek lelah akan pertempuran semalamnya.


Bi Minah." jawab Yuda


Ada apa memangnya.?tanya Yura bangun dari tidurnya dan duduk bersender di dinding ranjang.


Gak tau,katanya ada telpon dari Rumah Sakit." ucap Yuda yang sudah memegang gagang telpon kamarnya


Rumah Sakit."gumam Yura tak kalah penasaran.


Hallo." ucap Yuda saat sambungan telponnya sudah terhubung.


Hallo dengan bapak Yuda Aditama Wijaya." ucap penelepon di sebrang sana.


Ya saya sendiri,ada apa ya.?tanya Yuda penasaran.


Saya dari pihak rumah sakit mau menyampaikan bahwa orang tua anda mengalami kecelakan tadi pagi dan mereka ada disini." jelas orang yang di duga adalah petugas rumah sakit tersebut.


APA..??tanya Yuda kaget.


Dimana alamatnya." ucap Yuda tak sabar lalu orang tersebut memberikan alamat dimana orang tua Yuda di rawat.


Kemana mas.?tanya Yura tak kalah panik karena melihat raut wajah suaminya.


Mamah sama papa kecelakan sekarang mereka ada di Rumah Sakit xxx." jelas Yuda buru-buru mengganti bajunya.

__ADS_1


APA..?? ucap Yura yang sama kagetnya.


Aku ikut mas." ucapnya lagi turun dari ranjang dan pergi menuju kamar mandi untuk mencuci muka.


Setelah hampir menempuh jalan sekitar 1 jam akhirnya mereka pun sampai di Rumah Sakit tersebut.


Permisi mbak kamar orang yang mengalami kecelakan tadi pagi dimana ya.?tanya Yuda kepada resepsionis.


Oh,bapak Rama dan istrinya ya." ucap resepsionis tersebut dan di angguki oleh Yuda.


"Bapak lurus aja lalu belok kanan nanti disana ada bacaan ruang oprasi." jelasnya lagi ,tanpa mengucapkan kata terima kasih Yuda pun buru-buru menarik tangan istrinya menuju ruangan yang di tunjukan oleh resepsionis tersebut.


Mas tenang ya.Insa Allah mamah sama papa gak bakalan kenapa-napa kok." Yura mencoba menenangkan suaminya yang terlihat cemas.


Iya sayang." jawab Yuda lalu kini mereka pun telah sampai di ruangan oprasi tempat kedua orang tuanya di tangani.


Setelah menunggu setengah jam akhirnya dokter pun keluar dari ruangan tersebut.


Dok ,,bagaimana keadaan orang tua saya.? tanya Yuda menghampiri dokter tersebut tidak sabar.


Hmmm.." dokter tersebut hanya bisa menghela napasnya sebelum membuka suara.


Maksud anda apa.? tanya Yuda tak percaya.


Ayah anda sudah kritis saat di bawa kesini karena benturan yang cukup keras di kepalanya." jelas dokter tersebut.


Tidak,ini tidak mungkin.Lalu bagaimana keadaan ibu saya dok.?tanya Yuda yang sadar belum menanyakan keadaan ibunya.


Ibu anda sudah meninggal di tempat pak saat kecelakaan." jelas dokter yang lagi-lagi membuat hati Yuda nyeri bak di tusuk pisau.


Tidaaaaaaaaaak,ini tidak mungkin." teriak Yuda luruh di lantai dan Yura hanya bisa menutup mulutnya tak percaya akan apa yang dia dengar.Buru-buru dia pun merangkul suaminya memberikan kekuatan kepadanya.


Mas yang sabar ya, ini sudah kehendak Allah." ucap Yura dengan bercucuran air mata.


Ini tidak mungkin sayang." ucap Yuda di sela-sela tangisnya.


Kamu pasti kuat mas,kamu pasti bisa ngehadapin cobaan ini." Yura terus memberikan kekuatan kepada suaminya dengan memeluk tubuh sang suami erat.


Ini tidak mungkin,kemarin kita masih kumpul dan mereka baik-baik saja.Aaaaaaaaakkkkkh." teriak Yuda frustasi dan Yura pun hanya bisa menangis melihat keadaan suaminya.Ya sekuat-kuatnya pria jika di tinggalkan oleh orang terkasih nya maka dia akan menjadi lemah sama hal nya dengan Yuda yang saat ini menjadi rapuh karena kepergian orang tuanya.


Mas harus kuat, mas pasti kuat." ucap Yura tak henti-hentinya memberikan ketenangan untuk sang suami dan memberikan ciuman berulang kali kepada suaminya.

__ADS_1


Kini jenazah orang tua Yuda pun sudah di bawa ke kediaman rumah orang tuanya, dan sudah banyak para pelayad disana.


Apakah mas sudah memberitahu mbak Rina.?tanya Yura lembut.


Sudah, mereka sudah dalam perjalanan sebentar lagi mungkin mereka sampai." jelas Yuda yang saat ini sedang duduk di depan jenazah kedua orang taunya.


Pukul 13:00 siang akhirnya kaka Yuda pun telah sampai di kediaman rumah orang tua nya.


Assalamu'alaikum." ucap Rina di iringi oleh suami dan anaknya dari belakang.


Wa'alaikumsalam." jawab para pelayad.


Yudaa." lembut Rina menghambur memeluk adiknya lebih tepatnya Rina adalah sepupunya Yuda namun Rina menganggap Yuda sebagai adik kandungnya dan begitupun kedua orang tua Yuda menganggap Rina sebagai anaknya karena orang tua Rina sudah meninggal saat dia masih kecil.


Kaka,,," ucap Yuda membalas pelukan kakanya dengan erat.


Kita harus kuat." ucap Yuda lagi menenangkan Rina yang juga ikut menangis.


Kenapa mereka begitu cepat meninggalkan kita." ucap Rina tersedu-sedu.


Ini sudah takdir ka.Kita harus ikhlas." jawab Yuda mengelus punggung Kakanya.


Kaka bahkan tidak bisa melihat mereka untuk terakhir kali nya." terang kaka Yuda


Kaka yang sabar kita cukup do'akan mamah dan papa." timpal Yura yang ada di sebelah mereka.


Makasih Yura." jawab kaka Yuda memeluk adik iparnya.


Tepat pukul 12:00 jenazah kedua orang tua Yuda pun sudah di kebumikan.Kini semua anggota keluarga Yuda sudah kembali ke kediaman rumah orang tuanya.


Mas,makan dulu yuk dari tadi pagi mas belum makan." bujuk Yura membawa makanan ke dalam kamar suaminya saat masih bujang.


Mas gak lapar." jawab Yuda memandang ke luar jendela kamarnya.


Tapi mas harus makan,nanti mas sakit." ucap Yura masih membujuk suaminya.


Kamu simpan saja nanti mas makan sendiri." jawab Yuda tak melihat ke arah istrinya.


Hmmm,baiklah aku simpan disini tapi mas harus makan ya." ucap Yura menghembuskan napasnya pelan lalu dia pun pergi meninggalkan suaminya sendirian untuk memberikan waktu agar hatinya sedikit tenang.


Aku ke bawah dulu ya,mas kalau butuh apa-apa panggil aku aja." lembut Yura mencium kening sang suami

__ADS_1


__ADS_2