
Hari berganti hari,bulan berganti bulan kehidupan rumah tangga Yuda dan Yura pun semakin harmonis apalagi setelah kehadiran putri pertama mereka yang sangat menggemashkan.Kini usia anak mereka sudah memasuki usia 1 tahun setiap hari selalu aja ada tingkah putrinya yang membuat Yuda dan Yura merasa bahagia.Contohnya saja sekarang Bella sudah bisa berjalan satu atau dua langkah dan itu membuat Yuda dan Yura merasa senang karena bisa melihat secara langsung tumbuh kembang anaknya.
Ayo sini nak." teriak Yuda kepada anaknya saat ini mereka sedang berada di ruang keluarga karena kebetulan hari ini hari minggu jadi dia bisa menikmati waktu bersama keluarga kecilnya.
Dadad..." ucap mulut bella yang mungil seolah-olah dia sedang memanggil ayahnya.
Wah kamu semakin hebat,sekarang sudah bisa memanggil daddy ya." ucap Yuda membawa bella ke dalam dekapannya.
Coba ulangi lagi nak."titah Yuda ,namun sang anak tidak merespon dia malah sibuk memainkan kancing baju Yuda bahkan sesekali di jilati kancing tersebut.
Gak boleh sayang ini bukan makanan." jelas Yuda menjauhkan bibir mungil Bella dari kancing bajunya.
Kenapa mas.? tanya Yura saat dia baru saja datang membawakan secangkir teh dan cemilan untuk suaminya.
Ini Bella jilatin kancing baju mas,mungkin dia pikir ini makanan." jelas Yuda gemash mencium tangan putrinya.
Sini biar Bella sama aku."pinta Yura mengulurkan tangannya.
Nggak ah,mas masih ingin bermain dengannya kamu tidur aja.Mas kan jarang punya waktu sama Bella." ucap Yuda yang sesekali mencoba berbicara dengan anaknya.
Ya nak ya,daddy jarang banget main sama kamu seringnya main sama mami di kasur." canda Yuda kepada anaknya yang tidak paham sama sekali ucapan ayahnya.
Mas ngomong apaan sih." Yura memukul lengan suaminya karena suaminya berbicara yang aneh-aneh.
Gapapa yank,toh anak kita juga gak paham yang mas omongin." jawab Yuda
Iya tetep aja itu memalukan." cebik Yura
Iya,,iya,, gak akan lagi deh mas ngomong gitu." Yuda memelaskan wajahnya karena mendapatkan omelan dari sang istri.
__ADS_1
Lihat nak mammi mu jahat banget kan sama daddy." ucap Yuda seolah-olah dia meminta pembelaan dari anaknya dan hanya di balas celotehan tak jelas dari anaknya.
Mas,,,," ucap Yura
Hmmm." gumam Yuda karena dia begitu asyik bermain dengan anaknya.
Apa benar Vina ngundurin diri dari perusahaan.? tanya Yura karena dia mendapat kabar dari Tania bahwa Vina mengundurkan diri dari perusahaan suaminya.
Iya." jawab Yuda masih acuh tak melihat ke arah istrinya.
Kenapa.? tanya Yura
Loh kamu kan temannya ,emangnya dia gak cerita sama kamu.? sekarang pandangan Yuda beralih melihat wajah sang istri.
Mungkin belum.Jadi apa alasan dia keluar dari perusahaan mas.? tanya Yura penasaran.
Oooh." ucap Yura
Apa iya itu alasannya."batin Yura tidak percaya karena dia tau bahwa disana ada kenangan pahit yang tidak akan bisa Vina lupakan.
"Aku harus bertanya langsung padanya." batinnya lagi
Kenapa melamun.? tanya Yuda saat melihat istrinya tidak bergeming.
Ah...tidak mas,yaudah jika mas ingin menjaga Bella dengan senang hati aku akan istirahat."ucapnya pamit meninggalkan kedua orang tersebut.
Kini Yura pun sudah berada di kamarnya,di ambilnya ponsel yang tergeletak di atas nakas lalu dia pun mulai mencari nomor temannya.
Hallo.." jawab seorang wanita di sebrang sana setelah sambungan telponnya tersambung.
__ADS_1
Hallo Vin.." ucap Yura menjeda ucapannya terlebih dahulu.
Mmm.....gw mau nanya sesuatu." ucapnya lagi melanjutkan perkataannya.
Ooh,,,tentang apa Ra.? tanya Vina di sebrang sana.
Loe beneran resigen dari perusahaannya mas Yuda.?tanya Yura hati-hati..
Ah iya,sorry gw belum sempat kasih tau loe." jawab Vina
*Kenapa.?? tanya Yura penasaran.
Mmmmpp,,,gw mau pindah sama nyokap untuk tinggal di kota B."jelas Vina hati-hati agar temannya tidak curiga.
Loe gak lagi becanda kan.? tanya Yura tak percaya akan alasan temannya
Gw tau kota itu banyak kenangan pahit bagi loe dan gw juga tau bagaimana cara loe buat lupain kenangan pahit itu. Vin...Jujur sama gw apa alasannya." tanya Yura dia yakin temannya sedang menyembunyikan sesuatu*.
Gw serius Ra,gw mau tinggal disana sama nyokap sekalian nemenin nenek gw kasian dia hidup sendiri disana." jwab Vina tidak mau memberitahu alasan yang sebenarnya.
Hmmm,,,oke jika itu alasannya gw percaya,tapi jika loe ada masalah gw harap loe cerita sama gw dan Tania itu pun jika loe masih anggap kita teman." ucap Yura sedikit menusuk perkataannya.
**Iya Ra loe tenang aja,gak ada yang gw sembunyiin dari loe dan Tania kok." jawab Vina lalu panggilan pun berakhir.
*Maafin gw Ra,gw gak bisa kasih tau yang sebenarnya." gumam Vina menatap layar ponselnya yang menunjukan walpaper foto mereka bertiga***.
Ya sejak penolakan Adam Vina memutuskan untuk pergi menjauh dari kehidupannya.Biarlah cintanya dia pendam dalam hati meskipun tidak tersampaikan,baginya melihat Adam bahagia itu sudah lebih dari cukup karena dia tau cinta tak bisa di paksakan,sekeras apapun Vina berusaha jika Adam tidak bisa mencintainya itu pasti akan membuat mereka berdua terluka jika di paksakan untuk bersama.
Untuk kedua kalinya aku merasakan yang namanya jatuh cinta dan untuk kedua kalinya juga hatiku terluka, hingga pada akhirnya aku selalu memutuskan untuk lari dari setiap luka ini tanpa berusaha berdamai dengan hati (ikhlas).Batin Vina menatap jendela kamarnya.
__ADS_1