
Kini Yuda pun sudah masuk ke dalam mobil,disana sudah ada Liza dengan posisi tangan yang terikat dan mulut yang di tutupi oleh lakban.Dan mata mereka pun bertemu dengan tatapan Yuda yang menyiratkan kebencian.
Jalan,kita ke markas." titah Yuda kepada Anton yang duduk di sebalahnya untuk mengemudi.
Baik pak." jawab Anton lalu dia pun menyalakan mesin mobilnya dan mulaju meninggalkan area Bandara.
Setelah menempuh waktu kurang lebih 1 jam akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan.Di tariknya tubuh Liza oleh anak buah Yuda dan dia pun hanya bisa berontak namun usahanya sia-sia.
Kalian boleh pergi." titah Yuda setelah mereka masuk ke dalam markas.
Di dorongnya tubuh Liza hingga dia tersungkur ke lantai,lalu Yuda pun sedikit berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan Liza,di bukanya lakban yang menutup mulutnya dengan sekali tarikan.
Awwww." pekik Liza meringis kesakitan.
Sakit.?tanya yuda dengan nada sedikit mengejek.
Lepaskan aku Yuda, kenapa kamu tega kepadaku.Aku temanmu kita selalu bersama sejak SMP." ucap Liza sedikit memohon dengan derai air mata.
Hah teman.?kau bilang aku temanmu.?Teman macam apa kamu." teriak Yuda yang sudah menahan emosinya dari tadi.
Kau bahkan akan mencelakai istriku,kau menyimpan ular di kamar istriku.Apakah kamu masih pantas di sebut temanku." ucap Yuda lagi
Kau tau, meskipun dulu kamu temanku tapi ketika kamu mencoba melukai orang yang aku sayang maka tidak ada ampun bagimu.Aku akan memberiku sedikit pelajaran agar kamu tidak berulah lagi." Ucapnya lagi dengan tangan Yuda mencengkram pipi Liza.
Hiks...hiks..aku minta maaf Yuda.Aku melakukan itu karena aku mencintaimu aku ingin kamu jadi milikku." Ucap Liza dengan suara tangisnya.
Hahaha,itu bukan cinta Liza tapi itu obsesi.Dan perlu kamu tau aku tidak pernah mencintaimu aku hanya menganggapmu teman tidak lebih."ucap Yuda melepaskan cengkraman tangannya dari pipi Liza.
Kenapa Yuda,kenapa.?kenapa kamu tidak bisa membalas cintaku."teriak Liza frustasi.
Karena cinta tidak bisa di paksakan." jawab Yuda santai namun terdengar dengan nada penuh penekanan.
Aku mencintaimu Yuda hiks..hiks..aku mencintaimu melebihi istri sialanmu itu." Maki Liza yang sudah sangat marah saat mendengar jawaban dari Yuda.
Plak.." satu tamparan hinggap di pipi Liza.
Tutup mulutmu,jangan pernah hina istriku bahkan dia lebih baik darimu." Teriak Yuda yang tidak terima istrinya di hina oleh org lain.
Hahaha,kau berani menamparku.Kau sangat berbeda sekali dengan dulu ,dulu kau selalu bersikap hangat padaku." teriak Liza lagi.
Itu karena ulahmu sendiri." jawab Yuda lalu dia meninggalkan Liza sendirian disana.
__ADS_1
Yudaaaaaa,,,,lepaskan akuuu." teriak Liza dengan tubuhnya terus meronta-ronta.
An kamu urus wanita itu, beri dia sedikit pelajaran lalu bawa ke kantor polisi." titah Yuda saat dia keluar dari markasnya.
Baik pak." jawab Anton sopan lalu dia pun masuk ke dalam mengerjakan apa yang di perintahkan bosnnya.
Aaaaakkkhhh.....aakkkkkkhhh..." hanya jeritan menyedihkan yang terdengar dari markas itu.
Seharusnya kamu berterima kasih padaku Liza,karena aku tidak membunuhmu." gumam Yuda saat dia sudah masuk ke dalam mobil lalu dia pun melajukan mobilnya meninggalkan area markas.
^
^
^
*Di kantor*
Saat ini Yura sengaja memberikan kejutan kepada suaminya untuk melakukan makan siang bersama.
Tap,,tap,,,"suara langkah kakinya menggema saat berjalan di koridor ruangan suaminya.
Sengaja mau ajak mas Yuda makan siang bareng." ucap Yura tersenyum.
Ooh.." Tania hanya ber oh ria saja menanggapi ucapan teman sekaligus istri bosnya.
Mas Yuda ada di dalam kan.?tanya Yura memastikan.
Tadi dia pergi." jawab Tania
Kemana.?tanya Yura mengernyitkan alisnya.
Itu dia gw juga gak tau soalnya tadi gw liat dia kayak buru-buru gitu." timpal Tania
Anton juga pergi.?tanya Yura lagi
Tentu,dia kan ekornya suami loe." ucap Tania sedikit mengejek.
"Yaudah loe tunggu di dalem aja mungkin suami loe lagi ada urusan di luar." titah Tania membukakan pintu ruangan bosnya.
Oh,baiklah.Makasih ya." ucap Yura ramah lalu dia pun masuk ke dalam dan di balas anggukan oleh Tania.
__ADS_1
Kemana mas Yuda ya."gumam Yura saat dia sudah masuk ruangan suaminya,lalu dia pun berkeliling melihat-lihat ruangan suaminya dan pandangan matanya tidak sengaja melihat sebuah foto yaitu foto Yuda saat masih kecil di ambilnya pigura tersebut lalu timbul sedikit senyuman di bibir Yura saat melihat foto suaminya saat masih kecil.
Pantas saja sejak kecil sudah tampan sih."gumam Yura lirih.
"Nak lihatlah daddy mu sangat tampan bukan ,momi yakin kalau kamu cowok pasti kamu akan setampan ayah mu." ucapnya lagi mengelus perut buncitnya yang sudah lumayan besar.Di simpannya lagi foto tersebut lalu dia melihat foto dirinya dengan sang suami yang tepajang di dinding dengan poisis Yuda memeluk Yura dari belakang.
Aku tidak menyangka dia akan membalas cintaku."Ucapnya dengan mata berkaca-kaca karena jika mengingat perjuangan untuk mendapatkan cinta suaminya sungguh itu adalah hal yang paling menyakitkan baginya tapi tidak dengan sekarang dia begitu bahagia karena suaminya bisa membalas cintanya.
Tiba-tiba pintu ruangan pun terbuka dan seketika Yura pun tersadar dari lamunannya.
Sayaaang." ucap Yuda berjalan mendekati istrinya sebelumnya Tania sudah memberitahu kepada Yuda bahwa di dalam ada Yura.
Mas." ucap Yura langsung memeluk suaminya.
"Dari mana.? tanyanya lagi dengan mengandahkan kepalanya melihat wajah sang suami
Mas ada urusan tadi sebentar.Tumben kesini, ada apa.?tanya Yuda mengelus wajah Yura dengan lembut.
Aku mau ngajak mas makan bareng disini,tuh Yura sudah bawa bekal untuk mas." tunjuk Yura ke arah meja yang ada rantangnya.
Oh ya ampun maafin mas ya sudah membuatmu menunggu lama." Yuda merasa tidak enak karena telah membuat istrinya menunggu.
Tidak apa-apa mas,ayo makan.!! Yura menarik tangan Yuda dan mereka pun duduk di sofa.
Waaaahhh,sepertinya ini enak sekali." ucap Yuda saat melihat menu makan siangnya.
Tentu ,ini aku yang masak loh mas." ucap Yura menata makan siangnya untuk sang suami.
Benarkah.? aah mas jadi makin semangat untuk memakannya." ucap Yuda tidak sabar.
Segini cukup.?tanya Yura saat mengambil nasi untuk Yuda.
Ya sayang cukup." jawab Yuda tersenyum.
Lalu Yura pun memberikan piring yang sudah ada nasi dan lauknya kepada Yuda.
Baca do'a dulu mas." titah Yura saat suaminya akan mulai memasukan nasi ke dalam mulutnya
Eh iya lupa.Ayo kita baca doa sama-sama." ajak Yuda lalu mereka pun membaca do'a bersama.
Selesai membaca do'a mereka pun mulai menyantap makan siang nya.
__ADS_1