
Pagi itu tidak seperti biasanya Yuda sudah berangkat ke kantor sangat pagi sekali bahkan matahari pun belum muncul untuk menerangi alam.Ya tepat pukul 5 subuh dia mendapatkan telpon dari Anton bahwa sesuatu terjadi di perusahaannya,seseorang dengan sengaja membakar perusahaan megah milik Yuda.
Walau pun tidak semua terbakar tetap saja ada sebagian gedung yang terbakar.
Bagaimana ini bisa terjadi..?tanya yuda panik saat dia sudah sampai di kantornya.
Saya juga tidak tau pak, tadi saya mendapatkan telpon dari satpam disini." jelas Anton hati-hati.
"Tapi polisi sedang menyelidiki kasus ini pak." ucapnya lagi.
Tak berselang lama datanglah 2 polisi menghampiri Yuda dan Anton.
Selamat pagi pak Yuda." ucap salah satu polisi tersebut
Pagi pak,,!!bagaimana pak mengapa perusahaan saya bisa terbakar.?tanya yuda tak sabar ingin tau jawabannya.
Setelah kami melakukan olah TKP kemungkinan ini di sebabkan karena adanya konsleting listrik pak." jelas polisi tersebut
Konsleting listrik..? gumam Yuda pelan namun berbeda dengan hatinya dia merasa ada yang janggal dari kejadian ini.
Ah,baiklah pak terima kasih atas bantuannya." ucap Yuda kembali.
Sama-sama pak, saya permisi dulu." ucap polisi tersebut lalu meninggalkan Yuda dan Anton.
An ,apakah kamu merasa ada yang aneh dari kejadian ini.?tanya Yuda
Ya pak,,,,ini sangat aneh.Bahkan para penjaga selalu teliti untuk mengecek setiap sudut ruangan di perusahaan ini."jelas Anton yang memiliki pemikiran yang sama seperti Yuda.
Kamu benar, ini pasti ada yang sengaja melakukannya. An cari tau siapa yang melakukan ini dan cari dalangnya juga." titah Yuda dingin.
Baik pak,secepatnya akan saya urus semua ini." jawab Anton dan di balas anggukan oleh Yuda dengan pikiran yang terus bertanya-tanya akan kejadian tersebut.
Namun tiba-tiba suara ponsel Anton berdering membuyarkan lamunan mereka berdua.
Hallo."ucap Anton saat mengangkat panggilan tersebut.
Hallo pak,apakah pak Yuda ada disana.?tanya seroang wanita di sebrang sana yang tak lain adalah pembantu Yuda ,ya yang menelpon Anton adalah pembantu Yuda karena kebetulan ponsel Yuda tertinggal di rumahnya karena buru-buru.
Ada,siapa ini..?tanya Anton
Saya bi Minah pak, tolong berikan ponselnya pada pak Yuda." ucap di bibi dengan nada bergetar.
__ADS_1
Pak ini ada telpon." ucap Anton memberikan ponselnya pada sang bos.
Siapa.? tanya Yuda menerima ponsel tersebut.
Bi minah." ucap Anton
Kenapa dia tidak menelpon ke ponsel saya,.? heran Yuda yang belum menyadari bahwa dia tidak membawa ponsel.
Saya tidak tau pak." ucap Anton.
Aaah,saya lupa ponselku tertinggal." ucap Yuda buru-buru menjawab panggilan dari pembantunya.
Hallo bi, ada apa.?tanya Yuda.
Hallo pak,iii...tuu anu pak,,, mmmm itu." ucap bi minah terbata-bata.
Kenapa bi.? tanya Yuda yang sudah panik.
Nyonya pingsan pak." ucap bi minah.
APAA..??? kok bisa.?tanya Yuda namun bukannya menunggu jawaban dari pembantunya Yuda langsung menutup panggilan tersebut dan memberikan nya pada Anton lalu dia pun dengan cepat lari menuju mobilnya.
Pak ada apa.? teriak Anton heran.
Aaah dasar bucin,,,eh tapi tadi bos bilang nyonya pingsan kenapa ya.? gumam Anton saat melihat mobil bosnya sudah menghilang dari pandangannya.
Hanya butuh waktu 15 menit Yuda pun sudah sampai di rumahnya,buru-buru dia keluar dari mobil dan lari masuk ke dalam rumahnya.
Dimana Yura.?tanya Yuda kepada pembantunya saat dia akan menaiki tangga.
Kamar pak." jawab pembantu tersebut.
Lalu Yuda pun lari menuju kamarnya, dan di kamar sudah ada seorang dokter sedang memeriksa keadaan Yura.
Bagaimana bisa Yura pingsan bi.?tanya Yuda pada bi Minah yang dari tadi menemani istrinya.
Saya kurang tau kronologi pastinya pak,tapi tadi tiba-tiba nyonya berteriak sangat kencang dan buru-buru saya menghampirinya, saat saya masuk ke kamar nyonya sudah tergeletak di lantai." jelas Bi Minah.
Ooh,,,kalau begitu makasih bi sudah jaga Yura bibi boleh pergi." titah Yuda dan bi Minah pun mengangguk dan pamit dari sana.
Bagaimana dok keadaan istri saya.? tanya Yuda cemas.
__ADS_1
Alhamdulillah,,,untung tidak terjadi apa-apa terhadap bu Yura dan kandungannya." jelas dokter tersebut.
Apakah semuanya baik-baik saja dok.? tanya Yuda lagi untuk memastikan.
Iya pak, dan mungkin sebentar lagi bu Yura akan sadar." ucap dokter
Ah baiklah, terima kasih dok." ucap Yuda lega karena istri dan calon anaknya baik-baik saja.
Sama-sama pak,kalau begitu saya permisi dulu." pamitDokter tersebut pergi dari kamar Yuda.
Ah iya dok silahkan, sekali lagi terima kasih." ucap Yuda mengantarkan sang dokter sampai pintu kamarnya.Setelah di rasa sang dokter sudah tak terlihat lagi Yuda pun menutup pintu kamarnya dan menghampiri Yura yang masih pingsan.
Sayang kamu kenapa.? gumam Yuda mengelus kepala istrinya.Dan tak berselang lama Yura pun tersadar.
Mas...! ucap Yura lirih.
Yaa sayang,kamu sudah sadar.? syukurlah."ucap Yuda senang dan buru-buru dia pun memberikan minum kepada sang istri.
Kenapa kamu tiba-tiba bisa pingsan sayang.? tanya Yuda setelah menyimpan gelas di atas nakas.
Tadi aku lagi tidur,lalu tiba-tiba di sampingku ada ular mas, lalu aku mencoba mengusir ular itu tapi ular tersebut malah balik menyerangku dan setelah itu aku pingsan.
Ular.?ucap Yuda heran.
Bagaimana bisa ada ular masuk ke kamar kita,? bi Minah juga tidak menceritakan ada ular di kamarmu dia hanya menemukanmu tergeletak di lantai." jelas Yuda.
Aku tidak bohong mas,tadi beneran ada ular." ucap Yura sedikit menangis.
Aku takut mas." ucapnya lagi.
Sudah-sudah,,,mas disini.!! maaf tadi mas pergi gak pamit dulu sama kamu." ucap Yuda memeluk sang istri.
Memangnya mas habis dari mana.?tanya Yura memandang wajah suaminya.
Mas dari kantor sayang,tadi mas dapat telpon dari Anton bahwa perusahaan kebakaran."jelas Yuda
Kebakaran.? kok bisa.? ucap Yura kaget.
Mas juga tidak tau, kata polisi akibat konsleting listrik tapi mas merasa ada yang janggal dari kebakaran tersebut belum lagi kejadian yang menerpa kepadamu mas semakin yakin bahwa ada orang yang sengaja meneror kita." jelas Yuda panjang lebar.
Mas aku jadi takut." ucap Yura ketakutan
__ADS_1
Mas akan selalu menjagamu,kamu tenanglah." ucap yuda mencoba menenangkan istrinya.
Siapa yang berani bermain-main denganku." batin Yuda geram dan sorot mata tajamnya menyiratkan kemarahan yang sangat memuncak.