
Sudah hampir 3 hari sejak kepergian orang tuanya Yuda mengurung dirinya di kamar bahkan dia sedikit mengabaikan istrinya karena dia cukup kaget akan kepergian orang tuanya yang secara tiba-tiba.
Toktoktok,,,Yuda ini kaka." sejenak kaka nya berhenti bersuara saat tidak ada jawaban dari dalam kamar.
"Boleh kaka masuk." lanjutnya lagi sambil membuka pintu kamarnya.Di lihatnya sang adik sedang duduk di sofa dan menatap ke luar jendela.
Yuda." ucap sang kaka lembut sembari duduk di sebelahnya.
Sampai kapan kamu mau seperti ini, bahkan kamu mengabaikan istrimu yang sedang hamil." ucap sang kaka lagi memegang bahu Yuda.
Seketika Yuda pun tersadar bahwa selama ini dia sedikit mengabaikan istrinya yang sedang hamil.
Kaka tau kamu sedih dan kehilangan, kaka juga sama.Tapi kita harus kuat mamah dan papa pasti juga bakalan sedih disana kalau liat anaknya kayak gini." ucap kaka Yuda memberikan sedikit penjelasan,karena kebetulan kaka Yuda belum kembali ke negaranya.
Yuda hanya belum bisa nerima kenyataan saja ka,ini terlalu mendadak untuk Yuda.Mereka orang yang paling Yuda sayang" jawab Yuda yang mana matanya sudah berkaca-kaca.Karena memang Yuda sangat dekat dengan mamah dan papa nya yang selalu memanjakannya berbeda dengan kaka nya yang sejak kecil sudah mandiri bahkan sejak masuk bangku SMP kaka Yuda tinggal di asrama dengan alasan ingin merasakan gimana rasanya hidup saling berbagi juga hidup sederhana tanpa kemewahan.
Kaka tau,kaka pun sama sedihnya sepertimu.Tapi kamu gak bisa kayak gini terus kamu memiliki tanggung jawab,tanggung jawab perusahaan,tanggung jawab Yura kamu harus bangkit.Tidakkah kamu kasihan kepada istrimu yang sedang hamil karena kamu abaikan.Dia selalu peduli dan perhatian kepadamu dia selalu khawatir akan kondisi kesehatanmu tanpa memikirkan kesehatannya." jelas Ka Rina panjang lebar.Dan seketika air mata Yuda pun mengalir dari pelupuk mata nya tanpa seijinnya.
Maafkan Yuda ka, Yuda terlalu larut dalam kesedihan sehingga Yuda mengabaikan orang-orang di sekitar Yuda.Tidak seharusnya Yuda seperti ini." jawab Yuda menopang kedua tangannya di atas paha sambil kepalanya menunduk.
Sudahlah,sekarang kamu harus bangkit harus kuat.Kamu pria tidak boleh cengeng." ucap ka Rina menepuk-nepuk pundak adiknya.
Iya ka." jawab Yuda mengangkat kepalanya.
Sekarang keluarlah dari kamar, hirup udara segar. Ah iya kaka sampe lupa di bawah ada Anton dia ingin bertemu denganmu." jelas ka Rina lalu dia pun bangkit dari duduk nya.
"Kaka keluar dulu,ingat harus bangkit." ancamnya lagi sambil melangkahkan kakinya keluar kamar Yuda dan Yuda pun hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama Yuda pun turun ke bawah menemui asistennya..
Tap..tap..tap.." suara langkah kaki Yuda saat menuruni anak tangga.Dan seketika semua orang yang sedang berkumpul di ruang tamu pun melihat ke arahnya.
Mas.." ucap Yura menghampiri suaminya dan di balas senyuman oleh Yuda.
Sayang." Yuda merangkul sang istri dan mencium keningnya.
Mas perlu sesuatu.?biar Yura ambilkan." ucap Yura mengelus punggung suaminya.
Tidak sayang, mas mau ketemu sama Anton.Kamu istirahat saja." jelas Yuda mengelus pipi sang istri dan ka Rina pun tersenyum saat melihat adegan tersebut.
Oh yaudah, kalau butuh apa-apa bilang sama Yura." ucapnya lembut.
Iya sayang,mas kesana dulu ya." jawab Yuda menunjuk ruang tamu dan di angguki oleh Yura.
Ikut saya ke ruang kerja." ucap Yuda berjalan ke ruang kerja nya dan Anton pun mengikuti dari belakang.
Ada apa.?tanya Yuda saat kedua nya sudah berada di ruang kerja Yuda.
Pertama saya mau menyampaikan bahwa dalang yang membakar perusahaan kita sudah ketemu." jelas Anton mengeluarkan amplop dari tas nya.
Siapa.? tanya Yuda mengernyit
Bapak bisa lihat sendiri." titah Anton menyodorkan amplop tersebut.Lalu Yuda pun menerima nya dan membuka isi amplop tersebut,dan seketika matanya pun terbelalak saat melihat isi amplop tersebut.
Ini kan." ucapan Yuda terpotong oleh Anton.
__ADS_1
Iya pak, itu adalah foto temannya kakek bapak.Dia bernama Tuan Mirza." jelas Anton
Saya tau,dia adalah kakeknya Liza.Tapi saya tidak tau bahwa kakek saya berteman dengan kakeknya Liza " ucap Yuda yang memang tidak tau bahwa ternyata yang di maksud papa Yuda tempo hari adalah kakeknya Liza.
Dari mana kamu tau bahwa dia adalah dalangnya." tanya Yuda penasaran.
Dari wawan,kami memancingnya dengan cara seperti biasa pak." jelas Anton dan Yuda pun sudah tau cara apa yang di maksud asistennya. Pertama-tama anak buah Yuda akan memotong semua jari-jari tangan orang tersebut untuk mengatakan yang sejujurnya dan jika orang tersebut masih belum mengatakan yang sebenarnya maka dia akan mengeluarkan jurus terakhir yaitu membiarkan hewan buas peliharaannya untuk memakan orang tersebut secara hidup-hidup.
Dari awal aku sudah curiga terhadap Liza,aku yakin dia yang meminta bantuan kepada kakeknya.Tapi kenapa kakeknya tega melakukan hal ini kepadaku bukankah dia teman baik kakekku."Jelas Yuda seolah-olah meminta jawaban kepada asistennya.
Untuk alasannya mengapa saya kurang tau pak.Dan satu lagi pak kecelakaan orang tua bapak itu atas dasar kesengajaan, seseorang dengan sengaja memotong rem mobil tuan Rama." jelas Anton.Ya saat itu orang tua Yuda akan pergi menghadiri acara pernikahan anak teman bisnisnya di kota S sehingga mereka berangkat sangat pagi sekali karena takut terjebak macet dan mereka pergi tanpa supir karena itu permintaan dari papa Yuda sendiri.Namun naas saat di tengah jalan mobil mereka menabrak sebuh truk yang dengan sengaja oleh seseorang di simpan di tengah jalan sehingga mobil orang tua Yuda lepas kendali dan menabrak mobil tersebut dengan kecepatan penuh.
APA..??tanya Yuda geram dia tidak menyangka bahwa kematian orang tua nya sudah di rencanakan oleh seseorang.
Iya pak, saat itu ada salah satu saksi yang melihat bahwa ada orang yang dengan sengaja menyimpan mobil truk di tengah jalan." jelas Anton kembali.
Kurang ajar..!! maki Yuda mengepalkan tangannya.
Apakah kamu sudah menangkap pelakunya.?tanya yuda lagi dengan perasaan penuh amarah.
Sudah pak,saya sudah membawanya ke tempat kita.Dan dia pun sama seseorang menyuruhnya dan bapak tau dalangnya adalah orang yang sama dengan dalang yang menyuruh wawan membakar kantor."Jelas Anton panjang lebar.Ya Anton berinisiatif sendiri untuk menyelidiki kematian majikannya,majikan yang sangat baik terhadapnya.Karena menurutnya kematian majikannya sangat tidak wajar.
Kurang ajaaaar,awas kalian." teriak Yuda yang sudah tidak bisa membendung kemarahannya.
An..kamu tau apa yang harus kamu lakukan."ucap Yuda tanpa melihat asistennya.
Siap pak." jawab Anton yang sudah paham maksud dari ucapan bosnnya.
__ADS_1
Lizaaa,,kamu dan keluargamu harus membayar semua ini." batin Yuda yang mana hatinya sudah di penuhi dengan amarah.