Ku Kejar Kau Calon Suami Idaman

Ku Kejar Kau Calon Suami Idaman
Bab 81


__ADS_3

Setelah selesai makan Yuda kembali melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Yura dia beristirahat di kamar yang berada di ruangan kerja Yuda.


Toktok..."tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Masuk." jawab Yuda tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.


Permisi pak." ucap Anton saat masuk ke dalam lalu Yuda pun menghentikan gerakan tangannya yang sedang mengetik.


Bagaimana.? tanya Yuda


Semua nya sudah selesai pak,nona Liza juga sudah di serahkan ke kantor polisi." jawab Anton yang paham akan pertanyaan bosnya.


Bagus,buat mereka membusuk di penjara bila perlu penjarakan mereka sampai mati disana." ucap Yuda yang masih merasa marah akan perbuatan kedua orang tersebut terlebih lagi mereka telah membunuh kedua orang tua Yuda.


Baik pak,kalau begitu saya permisi dulu." ucap Anton membungkukan setengah badannya sebagai tanda hormat.


Yaa." jawab Yuda lalu Anton pun keluar dari ruangan bosnnya.Setelah Anton keluar dari ruangannya seketika tatapan Yuda pun menjadi sendu di ambilnya pigura yang ada foto kedua orang tua nya di atas meja.


Mah,pah,,Yuda akan belajar ikhlas melepaskan kalian,semoga kalian tenang di alam sana." gumamnya dan tanpa dia sadari air matanya mengalir membasahi pipinya.


Maaas.." tiba-tiba suara sang istri mengagetkan lamunannya buru-buru Yuda menghapus air matanya dan menyimpan kembali foto kedua orang tuanya.


Sayang,,kenapa bangun.?tanya Yuda memaksakan tersenyum.


Aku sudah kenyang tidur mas." ucap Yura yang masih berdiri di ambang pintu kamar ruangan tersebut.


Sini." titah Yuda sembari tangannya memberikan isyarat untuk duduk di pangkuannya.


Lalu Yura pun dengan patuh menuruti perintah suaminya.Di dudukan bokongnya di paha suami lalu Yuda pun memeluk pinggang Yura agar tidak terjatuh.


Apakah aku berat.?tanya Yura sambil menggoyang-goyangkan badannya.


Tidak.!! jawab Yuda mencubit hidung Yura.


Benarkah.?tanya yura lagi dan masih dengan posisi menggoyang-goyangkan tubuhnya.


Sayang,,,stop menggoyang-goyangkan tubuhmu kau bisa membangunkan teman kecilku." goda Yuda dengan mengedipkan sebelah matanya.


Paham dengan ucapan suaminya Yura pun buru-buru bangun dari pangkuan suaminya karena takut terjadi adegan yang akan menguras tenaganya.


Kenapa bangun.?tanya Yuda mengernyit.


Aku lupa bahwa teman kecilmu sangat sensitif." jawab Yura berjalan menuju sofa dan mendudukan bokongnya di sana.

__ADS_1


Hahaha." Yuda hanya terkekeh mendengar ucapan istrinya.


Sayang kapan kamu akan memeriksakan kandunganmu lagi.?tanya Yuda namun tangannya kembali berkutat dangan laptopnya.


Mungkin besok."jawab Yura karena besok tepat dengan usia kandungan Yura jalan 5 bulan.


Kenapa gitu.?tanya yura mengelus perutnya.


Mas akan antar kamu sayang." ucap Yuda bangun dari kursi kebesarannya dan memilih duduk di sebelah istrinya.


Tidak usah mas,jika mas sibuk mas bisa bekerja aku akan pergi dengan mamah kan kebetulan mamah masih disini."jelas Yura tersenyum


Tidak mas tidak sibuk besok,lagian mas ingin melihat langsung perkembangan buah hati kita." jawab Yuda lalu dia pun mencium perut sang istri dengan posisi dia tidur di pangkuan Yura.


Hmmm ,,,baiklah jika itu mau nya mas." jawab Yura mengelus rambut sang suami


Mas sedih mamah dan papah tidak bisa melihat cucunya."gumam Yuda dengan nada sedih.


Siapa bilang,mereka masih bisa melihat cucunya dari atas sana." ucap Yura masih membelai kepala sang suami.


Mas merindukannya." ucap Yuda dengan suara sedikit bergetar.


Menangislah mas jika itu bisa membuatmu merasa tenang." ucap Yura yang sama mengeluarkan air matanya.Yura tau mau seberapa hebat pun suaminya dalam pekerjaan tapi tetap dia pria rapuh saat di tinggalkan oleh org yang dia sayang.


Maafkan mas karena sangat lemah di depanmu." ucap Yuda dengan suara seraknya khas orang menangis.


Tidak apa-apa mas,menangislah keluarkan semua bebanmu." titah Yura yang sama ikut terenyuh hatinya untuk pertama kalinya dia melihat suaminya begitu rapuh.


Makasih..!!sekarang mas hanya punya kamu,ka Rina dan orang tua mu juga calon anak kita.Kalian adalah harta mas." ucap Yuda lagi masih membenamkan wajahnya di perut Yura.


Kami menyayangimu mas." ucap Yura dengan sesegukan.Dan Yuda pun semakin erat memeluk pinggang sang istri.


Aku akan selalu bersamamu mas." batin Yura tak kuat melihat kerapuhan suaminya.


^


^


^


*Di penjara *


Seorang wanita terus berteriak frustasi dia seperti orang gila,wajahnya sudah tidak terlihat cantik lagi dia terus mengamuk membuat seisi ruangan merasa geram akan teriakannya.

__ADS_1


Lepaskan aku,aku tidak mau tinggal di tempat terkutuk ini.Lepaskan akuuuu ."teriaknya terus berulang kali mengucapkan kata itu.


Hei wanita sialan diam kau,nikmati saja hidupmu disini.Salah sendiri kau membuat kesalahan." ucap seorang wanita yang ada di sebrang ruangan Liza.


Sudahlah Liza kita tidak bisa berbuat apa-apa sekarang,kita hanya bisa menerima semua atas apa yang sudah kita lakukan." ucap sang kakek yang merasa pilu melihat keadaan cucuknya saat ini.


Aku tidak mau di penjara kek hiks..hiks.."ucapnya dengan suara pasrah.


Dan sang kakek hanya bisa menyesali perbuatannya andai saja kecemburuannya tidak membutakan hatinya dulu mungkin dia akan hidup damai di masa tua nya tidak seperti sekarang mendekam di jeruji besi.


Ini semua salah kakek nak,maafkan kakek." ucapnya memeluk tubuh sang cucu yang masih menangis.


Sejujurnya Liza adalah wanita baik tapi karena hasutan sang kakek dia menjadi jahat, karena kakeknya tau bahwa dia menyukai cucu temannya sejak lama.


^


^


^


Kini jam kerja pun telah selesai semua karyawan di perusahaan Yuda mulai membereskan pekerjaannya masing-masing termasuk dengan Yuda sendiri dia bersiap-siap untuk pulang karena tidak ingin membuat istrinya kelelahan walau sebenarnya dia masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan dengan waktu yang cepat.


Ayo pulang." ajak Yuda


Hah,memangnya pekerjaan mas sudah selesai.?tanya yura heran


Sudah jangan pikirkan itu,mari kita pulang dan kumpul bersama keluarga.Pasti mamah sudah memasak makanan yang enak." ucap Yuda menarik tangan sang istri.


Lalu mereka pun keluar dari ruangannya dan disana sudah ada Anton ,Tania,dan juga Vina.


Kalian kenapa belum pulang.? tanya Yuda.


Kita mau ikut acara tahlilan di rumah bapak." jawab Vina dengan cepat.


Ooh yasudah." jawab Yuda lalu dia pun merangkul pinggang Yura dan berjalan meninggalkan ketiga karyawannya.


Ayoo." ajak Anton kepada kedua wanita tersebut ,lalu mereka pun berjalan beriringan keluar dari geduh perusahaan.


Vin lu bawa baju ganti kan.?tanya Tania saat ini mereka sudah berada di dalam mobil Vina.


Bawa lah. lu gak bawa ya.?tanya Vina


Bawalah,masa iya gw tahlilan pake baju kayak gini ntar kata orang gw di bilang salah alamat." celetuk Tania dan hanya di balas kekehan oleh Vina.

__ADS_1


Lalu Vina pun mulai menyalakan mesinnya saat melihat mobil Yura sudah mulai berjalan keluar dari gedung.


__ADS_2