
Kini mereka berlima pun masih berada di tempat makan yang tadi,
Dan yang pastinya si bumil satu ini masih setia mengunyah berbagai makanan yang ada di depannya.
Sayang, apakah kamu masih lapar.? Ini hampir abis sama kamu semua loh." ucap Yuda kepada sang istri.
Siapa bilang habis olehku sendiri, dia juga ikut memakannya." ucap Yura menunjuk perutnya yang buncit.
Iya tetap saja kamu yang paling banyak makannya." ucap Yuda.
Mas kenapa sih aku makan segini aja bawel,? mas takut aku gemuk ya.? ucap Yura dengan nada sedih.
Waduh mati gw,salah ngucap nih bibir." batin Yuda yang mana jika sang istri sudah merengek atau tersinggung akan sulit untuk di luluhkan hatinya.
Bukan gitu sayang,,,mas gak masalah kok walau pun kamu makan banyak atau makan semua makanan yang ada disini, mas cuma takut nanti perut mu sakit dan kamu tidak bisa jalan karena efek kenyang." jelas Yuda dengan hati-hati.
Oooh,aku pikir kamu takut uangmu habis karena aku memesan makanan yang sangat banyak." jawab Yura .
Mana ada uang suami loe abis Ra,tujuh turunan pun gak bakalan abis kayak nya." celetuk Tania.
Emang iya mas.?tanya Yura pada suaminya yang memang tidak tau seberapa banyak kekayaan keluarga suaminya.
Jangan dengar omongan temanmu,dia ngawur." sangkal Yuda dan hanya di angguki oleh Yura.
Ra cepet napa makannya.." titah Vina yang sudah ingin merebahkan tubuhnya di kasur.
Emang kenapa sih.? tanya Yura yang masih setia memakan udang di atas piringnya.
"Makan gratisan kok bawel." ucapnya lagi.
Gw udah pengen tidur, efek kekenyangan." jawab Vina.
Yayaya,tunggu dulu ini sayang sedikit lagi kalau gak di habisin." ucap Yura dan yang lainnya pun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat si bumil satu ini.
Setelah menunggu sekitar 30 menit akhirnya Yura pun selesai menghabiskan makananya.
__ADS_1
Selesai.." ucap Yura cuek.
Yaudah kita pulang yuk,An kamu bayar ya." titah Yuda.
Hah,maksud bapak pake uang saya.? tanya Anton.
Nih,,aku tau kamu pelit." ucap Yuda becanda sembari memberikan kartu atm nya.
Haha bapak tau aja,ini uang buat biaya saya nikah kelak pak." ucap Anton mengambil atm bosnya.
Nikah,nikah, calon juga belum punya." ejek Yuda.
Caming soon pak." jawab Anton sembari pergi menuju kasir dan yang lainnya pun menuju mobil.
Ciee,,caming soon..!!Jangan -jangan seberntar lagi asisten An bakalan ngelamar loe Tan." Ucap Vina sedikit berbisik.
Apaan sih loe,belum tentu calonnya gw." jawab Tania berbisik namun berbeda dengan isi hatinya dia sangat berharap bahwa calon istrinya adalah dia.
Ngomongin apaan sih kalian.? tanya Yura
Ah bukan apa-apa kok." ucap tania cepat.
Loh mas kok kita gak bareng sama mereka.? tanya Yura yang ternyata Yuda sengaja menyuruh supir rumahnya untuk menjemputnya.
Udah masuk aja ,kelamaan kalau naik mobil bareng mereka belum lagi harus nganterin teman kamu dulu." jawab Yuda.
Hmmm,,, baiklah.!! Gengs gw duluan ya." teriak Yura melambaikan tangannya.
Oke hati-hati,." ucap Tania
Makasih buat tlaktirannya sering-sering aja ya tlaktir kita."celetuk Vina dan hanya di balas senyuman dan gelengan kepala oleh Yura.
Kalian mau pulang atau akan menginap disini.? tiba-tiba terdengar suara seseorang dari belakang yang tak lain adalah Anton.
Tentu saja pulang." ucap Tania menyeret tangan Vina menuju mobil.
__ADS_1
An saya duluan." teriak Yuda saat mobilnya mulai melaju meninggalkan area tempat mereka makan.
Iya pak hati-hati." ucap Anton lalu dia pun masuk ke dalam dan duduk di belakang kemudi.
Vina rumahmu dimana.? tanya Anton dingin
Oh,jalan mawar no xxxxxx pak." ucap Vina lalu mobil pun langsung melesat meninggalkan area lesehan.
Pak kenapa yang di anterin Vina dulu.? tanya Tania saat di perjalanan.
Vina beda arah dengan kita." jawab Anton pokus mengemudi.
Tap.." belum selesai Tania menjawab ucapan Anton,tiba-tiba Vina buka suara.
Udah sih gak usah protes." ucapnya.
Loe gak peka banget,pak anton nganterin gw dulu itu biar bisa berduaan sama loe." bisik Vina.
Sotau kamu." jawab Tania berbisik.
Setelah menempuh perjalanan hampir setengah jam akhirnya mobil pun sampai di pekarangan rumah Vina.
Makasih ya pak,Tan ge duluan ya." ucap Vina turun dari mobil.
Hati-hati, bye." ucapnya lagi melambaikan tangan lalu masuk ke dalam rumahnya.
Kenapa masih di belakang,,?duduk di depan aku bukan supirmu." titah Anton kepada tania.
Ya." jawab Tania beralih duduk di sebelah Anton.
Cih,dasar bodah." gumam Anton saat melihat cara Tania berpindah duduk dengan hanya melewati sela-sela jok depan.
Bapak ngomong apa.? tanya tania yang sudah mendudukan bokongnya dengan benar.
Kamu cantik." jawab Anton dingin namun membuat wajah Tania merah merona.
__ADS_1
Ya ampun dia bilang gw cantik, demi apa gw seneng banget Ya Tuhan." batin Tania ingin menjerit kegirangan.
Lalu Anton pun mulai menjalankan mobilnya sambil bibirnya sedikit tersenyum.