
Kini Yuda pun sudah sampai di kantornya,dia langsung masuk ke dalam ruangannya.Tak berapa lama Anton pun masuk .
Toktok....
Masuk." ucap Yuda dari dalam.Lalu Anton pun masuk ke dalam ruangan Yuda.
Ada apa.? tanya nya.
Maaf pak salah satu perusahaan yang berada di kota S sedang dalam masalah." ucap Anton tegas
Masalah.? tanya Yuda mengernyit.
Ya pak." ucap Anton.
Dan sepertinya bapak sendiri yang harus turun tangan untuk ke sana." ucap Anton kembali.
Memangnya apa masalahnya.? tanya Yuda penasaran.
Seseorang telah mencuri data perusahaan dan mengakibatkan penurunan saham yang drastis." jawab Anton.
Apakah kamu tau siapa dalang di balik semua ini.? tanya Yuda
Ya pak." jawab Anton.
Siapa.? tanya Yuda
Dia adalah sepupu nona Liza,namun sekarang dia sudah kabur entah kemana saya belum mendapatkan infonya" ucap Anton dan seketika Yuda pun kaget saat mendengarnya.
Ternyata dia belum menyerah juga." gumam Yuda.
Atur waktu untuk kita datang kesana." titah Yuda dan di angguki oleh Anton lalu dia pun keluar dari ruangan.
Saat Anton keluar dari ruangan Yuda dia berpaspasan dengan Tania yang saat itu akan mengantarkan kopi untuk bosnya.
__ADS_1
Apakah sedang terjadi sesuatu yang serius.? tanya Tania saat melihat raut wajah Anton yang serius.
Ya, seseorang telah mencuri data perusahaan di kota S." ucap Anton
Hah, bagaimana bisa itu terjadi." ucap Tania panik.
Kamu tidak perlu bingung memikirkan nya sekarang antarkan saja kopi itu untuk bos dan ingat jangan banyak tanya." ucap Anton panjang lebar lalu Tania pun buru-buru masuk ke dalam mengantarkan kopi untuk bosnya.
•••••
Siang itu Yura terus menangis di dalam kamarnya, sehingga Art nya terpaksa menghubungi Tuannya karena dia tidak berani menghampiri nyonya nya.
📞:Hallo." ucap seorang pria di sebrang sana yang tak lain Yuda.
📞: Hallo tuan ini saya bi Minah ,anu tuan maaf mengganggu." ucap si bibi
📞:Oh ,ada apa bi.? tanya Yuda sembari tangannya sibuk mengetik di laptop.
📞:Kenapa dia bisa menangis,? tanya Yuda panik.
📞: Saya tidak tau Tuan." ucap si bibi
📞: baiklah kalau begitu saya akan pulang sekarang,bibi awasi terus kamar Yura ya." titah Yuda lalu panggilan pun terputus.
Buru-buru Yuda pun menyambar jas nya dan kunci mobil, langsung dia menuju meja Tania.
Tania ,bilang sama Anton saya pulang ke rumah ada urusan suruh dia yang handle semua pekerjaan saya." ucap Yuda baru saja Tania membuka mulutnya untuk menjawab ucapan bosnnya namun bosnnya langsung lari tak mempedulikan mulut Tania yang sudah menganga.
Yeeeh maen lari aja si bos mah, eh tapi ada apa ya kenapa bos panik sekali apa terjadi sesuatu dengan Yura." gumam Tania penasaran lalu dia pun buru-buru menghubungi Anton dan menyampaikan amanah dari bosnya.
••••
Hanya butuh waktu 15 menit untuk Yuda sampai ke ruamhnya, saking paniknya memikirkan istrinya jadi dia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan kilat.hahaha
__ADS_1
Lalu Yuda pun buru-buru masuk ke halaman rumahnya setelah mang jono membukakan pintu gerbang untuknya.Dia pun turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah menuju kamarnya.
Dimana dia bi.? tanya nya saat melihat si bibi sedang duduk di lantai di dekat kamar majikannya.
Di dalam tuan." ucap bi Minah menunjuk kamar majikannya.
Baiklah bibi boleh pergi." ucap Yuda lalu bi Minah pun turun ke bawah.
Perlahan-lahan Yuda pun membuka pintu kamarnya dan masuk tanpa membuat suara.
Di lihatnya sang istri sedang duduk di depan cermin sedang menangis sembari menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
Sayang,,,,kamu kenapa.? tanya Yuda lembut memegang bahu sang istri.
Mas...! ucap Yura lirih buru-buru dia pun memeluk tubuh suaminya
Kamu kenapa menangis sayang,jangan bikin mas cemas.Apa ada yang sakit? tanya Yuda mengelus rambut sang istri dan Yura pun menggelengkan kepalanya.
Lalu kenapa.? tanya Yuda dengan nada lembut.Dan perlahan-lahan Yura pun mengangkat wajahnya menghadap sang suami.
Muka ku ada jerawatnya mas." ucap Yura semakin menjadi tangisannya.
Hah,? ucap Yuda bengong.
Lihatlah muka ku jadi jelek sekarang gara-gara jerawat sialan ini." ucap Yura menunjuk 2 buah jerawat yang hinggap di wajahnya.
Ya ampun aku kira kenapa sampe nangis kejeng-kejeng gini ternyata hanya karena jerawat." batin Yuda tak habis pikir akan tingkah istrinya.
Sayang tenang lah,kamu tetap terlihat cantik meskipun ada jerawatnya lagian jerawat itu pun nantinya akan hilang dengan sendirinya." ucap yuda mencoba menenangkan sang istri.
Ta,,pi aku ti,,d,,ak bisa me,,ma,,kai make up untuk semen,,,tara waktu mas." ucap Yura sesegukan
Ampun dah, aku nyerah Tuhan mengahdapi wanita hamil." teriak Yuda dalam hatinya.
__ADS_1