
Setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam dari bandara kini mereka pun telah sampai di villa milik keluarga Yuda.
Mas ini villa siapa.? tanya Yura baru keluar dari mobilnya.
Villa milik keluarga mas sayang." jawabnya mencium kepala Yura mesra.
Pliiiisss jangan bermesraan di depan gw dong Ra ,jiwa jomblo gw meronta-ronta pengen di manja kek gitu." batin Tania saat melihat kedua sejoli yang sedang bermesraan.
Ya udah ayo masuk." ajak Yuda
An simpen aja kopernya,nanti di ambil sama mang Jaja." ucap Yuda kembali.
Baik pak." ucap Anton mengikuti ke tiga orang yang sudah berjalan memasuki villa.
Wow, villa nya bagus sekali.Aagh senangnya jadi Yura bisa nikah sama orang kaya ganteng lagi." gumam Tania pelan saat melihat isi Villa tersebut.
Gak usah norak,!! ucap Anton dari belakang dengan nada ketus.
Biarin." jawab Tania buru-buru pergi menyusul Yuda dan Yura yang duduk di ruang tamu dan
di ikuti oleh Anton dari belakang.
Nah sekarang pilihlah kamar kalian mau yang mana." ucap Yuda saat asisten dan sekertarisnya sudah mendudukan bokongnya di sofa.
Pak, bisa tidak Yura tidurnya bersama saya.? tanya Tania polos dan seketika di balas tatapan tajam oleh Yuda.
Ah iya maaf pak." ucap Tania yang paham akan tatapan bosnya.
Yaudah sayang ayo kita ke atas, kamu harus istirahat aku gak mau liburan kita tapi kamu malah sakit." ucap Yuda merangkul pinggang istrinya melangkah menaiki tangga.
Waaah sosweet nya." gumam Tania dramatis.
__ADS_1
Lebay." ucap Anton meninggalkannya menuju kamar yang ada di bawah.
Bilang aja syirik." ucap Tania pelan.
* Kamar Yuda*
Sayang." ucap Yuda baru keluar dari kamar mandi dan merangkak mendekati istrinya yang sedang bersandar di ranjang.
Kenapa mas.? tanya Yura mengusap pipi suaminya.
Kamu gak mandi.? tanya Yuda merebahkan kepalanya di paha sang istri.
Nggak ah mas, lagi males." ucap yura mengusap ngusap rambut suaminya.
Ooh yasudah nanti saja sekalian kita nunggu bi Siti menyiapkan makan ,bagaimana kalau kita olahraga sore dulu.? ucap Yuda mengedipkan matanya.
Apaan sih kamu mas, sekarang jadi genit deh." ucap yura mencubit perut suaminya.
Setelah hampir 1 jam melakukan olahraga panasnya, akhirnya mereka pun turun ke bawah menuju meja makan dan disana sudah ada Anton dAn Tania menunggu mereka.
Lama banget Ra, gw udah lapar tau." ucap Tania cemberut.
Maaf." jawab Yura menunjukan deretan gigi putihnya.Lalu dia pun duduk di sebelah Yuda,seperti biasa dia selalu melayani sang suami mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk tuan suami.
Mas pengen sama apa.? tanya Yura
Sama ikan aja yank." ucap Yuda dan di angguki oleh Yura
Makasih sayang." ucap Yuda saat istrinya menyimpan ikan di piring Yuda.
Tuh kan An kalau udh nikah mah enak, ada yang melayani." ucap yuda dengan nada sedikit sombong.
__ADS_1
Cih sombong amat lu bos." batin Anton kesal.
Iya pak." jawab Anton yang keluar dari bibirnya.
Yasudah ayo kita makan." ajak Yura dan seketika meja makan pun jadi hening hanya terdengar dentingan sendok dan garpu.
Namun tiba-tiba Yura meringis kesakitan merasakan sakit di perutnya.
Aduuh." gumam Yura lirih.
Kenapa sayang.? ucap yuda panik.
Gak tau mas perutku sakit." ucap Yura menahan sakitnya.
An, siapkan mobil." titah Yuda dan Anton pun buru-buru menuju garasi yang mana disana sudah tersedia mobil khusus bila sewaktu-waktu Yuda berlibur ke sana.
Aduh mas sakit." ucap Yura lirih.
Sabar sayang." ucap Yuda .
Pak mobil sudah siap." ucap anton dari pintu masuk lalu buru-buru Yuda menggendong tubuh istrinya ke mobil.
Tania ambilkan ponsel dan dompetku di kamar." teriak Yuda dan Tania pun buru-buru lari ke kamar bosnnya.
Ini pak." ucap Tania memberikan ponsel dan dompet kepada Yuda.
Buru kamu masuk." Titah Anton dari dalam lalu Tania pun masuk ke dalam mobil dan duduk si sebelah Anton.
Perlahan-lahan mobil pun melaju meninggalkan Villa menuju rumah sakit terdekat.
Sabar ya Ra." ucap Tania cemas.
__ADS_1