
Kini waktu sudah menunjukan pukul 10:00 Yura pun tengah bersiap-siap untuk pergi ke Rumah Sakit memeriksakan kandungannya.
Sayang, ayo sud..." ucap Yuda terpotong saat melihat istrinya yang masih melilitkan handuk di tubuhnya.
" Ya ampun sayang kenapa belum siap-siap " ucap Yuda menghampiri istrinya yang masih sibuk merias wajahnya.
Maaaaas,ini aku sedang siap-siap." ucap Yura tanpa melihat sang suami.
Iya tapi ini udah ampir 1 jam loh kamu diam di depan cermin ,terus kamu belum mengenakan baju." crocos sang suami.
Ssssssssttt, crewet." ucap Yura membalikan tubuhnya sembari jari telunjuknya dia simpan tepat di bibir Yuda.
Apa sih yank,ini fakta kamu kelamaan dandan nya." protes Yuda memindahkan jari sang istri.
Aduuh mas gini ya, aku tanya sama kamu.Kalau aku tampil cantik kamu senang tidak.? tanya Yura.
Senang." jawab Yuda singkat.
Nah maka dari itu aku harus tampil cantik maksimal saat keluar dengnmu." ucap Yura tersenyum menunjukan deretan gigi nya yang putih nan rapi.
Ya gak gini juga sayang dandannya, ini mah udah kayak dandan mau nikahan aja." grutu Yuda kesal.
Sudah sana dulu ganggu aja,mau makin lama nunggunya." ancam Yura
Iya iya, mas tunggu di bawah awas loh kalau dalam 20 menit kamu belum siap juga." ancam Yuda meninggalkan sang istri di kamarnya.
Iya bawel." jawab Yura kembali memoles wajahnya.
"Dady mu itu menyebalkan ya nak, mami kan ingin tampil cantik untuknya." gumam Yura mengelus perutnya seolah-olah sedang bicara dengan calon anak nya.
Lalu dia melanjutkan kembali sesi merias wajahnya dengan sedikit extra cepat karena sang suami dari bawah terus berteriak.
Dan hanya butuh waktu 20 menit Yura pun sudah siap dengan mengenakan dres maroon selutut yang membuatnya terlihat sangat cantik dan anggun.
Bawel,brisik lagi."sinis Yura saat menghampiri sang suami di ruang tamu.
Abisnya kamu dandan apa bersemedi ,lama banget." jawab Yuda tak mau kalah.
Aaaah syudah lupakan saja,gimana aku cantik tidak.? tanya Yura sambil memutar tubuhnya.
Bangeeeeeeeet." puji Yuda dengan sedikit tersenyum tapi terpaksa😅,karena semenjak istrinya hamil dia merasa istrinya menjadi lebih centil pengennya di puji terus ketika dia selesai merias wajahnya.
Benarkah.? terima kasih atas pujiannya suamiku." ucap Yura bahagia sambil mencium pipi Yuda.
Sama -sama sayang, ini nggak di cium."ucap Yuda menunjuk bibirnya.
Maunya mas itu mah, udah ah ayo kita berangkat." ucap Yura merangkul tangan sang suami.
Lalu mereka pun berjalan keluar rumah dan disana sudah ada sopir yang menunggunya.
Pak hari ini biar saya saja yang menyetir,bapak disini saja." ucap Yuda saat sang sopir membukakan pintu mobil untuknya.
Tapi Tuan." ucap Sang sopir terpotong oleh Yuda
Sudah tidak apa-apa." ucap Yuda tersenyum
Ah baiklah kalau begitu,hati-hati di jalan Tuan ,Nyonya." ucap Sang sopir kepada majikannya.
__ADS_1
Iya pak." ucap Yura lalu dia pun masuk ke dalam setelah sang suami membukakan pintu mobil untuknya.
Saya berangkat ya pak." pamit Yuda kepada sopirnya,lalu Yuda pun masuk mobil dan duduk di kursi kemudi.
Dia pun mulai menyalakan mesin mobilnya dan perlahan-lahan mobil pun meninggalkan pekarangan rumahnya.
Hanya butuh waktu 35 menit untuk mereka sampai di Rumah Sakit tempat Yura periksa kandungannya.
Ayo sayang." ucap Yuda membuka kan pintu mobil untuk sang istri.
Makasih mas." ucap Yura dan di balas senyuman oleh sang suami.Lalu mereka pun masuk ke dalam dengan Yuda menggandeng tangan Yura.
Sayang apa kamu sudah daftar.? tanya Yuda
Sudah mas via whatsaap." jawab Yura lalu mereka pun langsung menuju ruangan dokter kandungan.
Lumayan banyak ya." ucap Yuda.
Iyalah memangnya yang hamil dan mau periksa cuman aku doang." jawab Yura.
Tau gini tadi mas daftarin khusus deh biarin bayar mahal juga daripada harus ngantri kayak gini." ucap Yuda sedikit kesal karena melihat antriannya lumayan banyak.
Justru aku pengennya kayak gini mas merakyat,bisa ngerasain gimana rasanya menunggu saat mau periksa apalagi di temani sama suaminya."jelas Yura lembut.
Tapi tetap saja sayang ini membosankan, masa kita harus menunggu berjam-jam." ucap Yuda memelas.
Gapapa dong itung-itung melatih kesabaran kita." jawab Yura tersenyum
Iya deh iya, istri mas memang yang terbaik." puji Yuda mencium pipi sang istri tanpa peduli orang yang ada di sekitarnya.
Tuh pah liat mereka sangat romantis,papa juga harus kayak gitu sama mamah jangan game terus yang papa manjain." ucap seorang wanita yang duduk tidak jauh dari Yura dan Yuda.
Mereka iri yank sama kita." bisi Yuda saat mendengar ucapan wanita tersebut.
Sssst, udah biarain aja." ucap yura pelan sambil menggelengkan kepalanya.
Iya iya mas diam." jawab Yuda langsung mengantupkan bibirnya
Good." ucap Yura mengacungkan jempolnya.
Setelah hampir menunggu 1 jam lebih akhirnya kini tiba giliran Yura untuk di periksa.
Ibu Yura." ucap sang perawat yang bertugas mendampingi dokternya
Ah saya." ucap Yura berdiri dari duduknya dan di ikuti oleh sang suami.
Mari bu." ucap sang perawat menyuruh Yura dan Yuda masuk.
Selamat siang,eh pak Yuda dan bu Yura." ucap dokter cantik nan ramah.
Siang dok." jawab Yura tersenyum sembari mendudukan bokongnya di kursi.
Apa kabar bu Yura." ucap sang dokter ramah.
Ah saya baik dok." jawab Yura tersenyum.
Syukurlah ,mari kita periksa sekarang." ucap sang dokter lalu Yura pun bangkit berjalan mengikuti sang dokter.
__ADS_1
Silahkan berbaring bu." titah sang dokter lalu Yura pun menuruti perintah sang dokter sedangkan sang suami dengan setia mengikuti Yura di sampingnya.
Buka bajunya sedikit bu." ucap sang perawat dan Yura pun menurutinya lalu perawat pun mulai mengolesi perut yura dengan gel.
Nah kita mulai ya bu." ucap sang dokter mulai menyimpan benda di atas perut Yura menggeser ke kanan dan ke kiri.
"Lihat bu,bayinya sudah berbentuk dengan sempurna bayinya juga aktif." ucap sang dokter.
Ah ya ampun dia sungguh menggemaskan." ucap Yura terharu saat melihat calon anaknya di monitor.
Mas sudah tidak sabar sayang untuk melihatnya secara langsung."ucap Yuda yang tak kalah terharu hingga air matanya hampir menetes.
Iya mas aku juga.Semoga dia sehat terus sampai lahir." ucap Yura dan di amini oleh Yuda.
Dok apa sudah bisa kita melihat jenis kelaminnya." tanya Yuda
Tentu pak, sebentar ya." ucap sang dokter menggerakan benda yang ada di atas perut Yura.
" Hahaha,sepertinya dia malu pak." ucap sang dokter karena si bayi tidak memperlihatkan jenis kelaminnya.
Hahaha, sangat lucu masih di dalam saja kamu sudah jadi orang pemalu nak." ucap Yura terkekeh.
Ah baiklah dok tidak apa-apa ,yang penting dia sehat kan." ucap Yuda
Tentu pak dia sangat sehat semuanya bagus." ucap sang dokter setelah selesai melakukan USG.Lalu perawat pun membersihkan gel yang ada di perut Yura.
Yura pun bangkit dari ranjang dan duduk kembali di kursi.
Ini vitamin yang harus ibu minum ya." ucap sang dokter menyodorkan resep obat untuk Yura.
Ah iya dok." ucap Yura.
Dok bolehkah saya bertanya.? tanya Yuda.
Silahkan pak." ucap sang dokter.
Dok istri saya sangat senang sekali memakai make up selama dia hamil, apa itu tidak berbahaya untuk anak saya.? tanya yuda yang memang sudah dari dulu ingin bertanya akan hal tersebut.
Selama make up tersebut tidak ibu Yura makan,maka tidak akan terjadi apa-apa dan yang penting berbpom dan aman untuk bumil." jelas sang dokter.
Ah gitu ya dok, makasih ya dok infonya." ucap Yuda
Sama-sama pak." jawab sang dokter tersenyum
Maklum dok suami saya parnoan ." ejek Yura sedikit tertawa dan langsung di balas tatapan tajam oleh Yuda.
Tidak apa-apa,itu wajar untuk pasangan yang baru akan memiliki anak." jawab sang dokter.
Baiklah dok kami permisi dulu." ucap Yuda di angguki oleh sang dokter.Lalu Yuda dan Yura pun keluar dari ruangan tersebut.
Mas bahagia sekali sayang saat melihat bayi kita begerak." ucap Yuda ketika mereka berjalan menuju parkiran.
Aku juga mas." balas Yura tersenyum
Sehat-sehat ya sayang di dalam." ucap Yuda mengelus perut sang istri.
Amiiiin.," ucap Yura lalu mereka pun masuk ke dalam mobil dan meninggalkan area Rumah Sakit.
__ADS_1