Ku Kejar Kau Calon Suami Idaman

Ku Kejar Kau Calon Suami Idaman
Bab 84


__ADS_3

Sayang."panggil Yuda menghampiri istrinya saat temannya sudah pergi.


Ya mas." jawab Yura menghampiri suaminya.


" Apakah temanmu sudah pulang.?tanyanya lagi.


Sudah." jawab Yuda mengelus rambut istrinya.


"Ayo ke ruangan mas." ajaknya lagi menarik tangan Yura dengan lembut.


Tan aku kesana dulu ya."teriak Yura dan di angguki oleh Tania.


Kapan yah jodoh gw datang, kalau setiap hari harus lihat kemesraan mereka bisa-bisa gw terkena racun "ngebet nikah".gumamnya sambil membuang napas kasar.


Sayang,,kita belum belanja perlengkapan baby." ucap Yuda padahal sebagian perlengkapan sudah mereka beli saat usia kandungan Yura 7 bulan tapi menurut suaminya itu belum lengkap.


Mas yang kemarin juga udah cukup.Kan mubadzir kalau gak kepake." lembut Yura tersenyum.


Gapapa yank kan ini anak pertama kita,apapun akan mas belikan untuknya." kekeh Yuda masih ingin belanja keperluan calon anaknya.


Hmmm,,baiklah tapi beli yang sekiranya kita butuhkan saja." ucap Yura membuang napasnya pelan ,karena menolak pun percuma jika keinginan suaminya tidak di turuti dia yakin pasti akan terus di bahas. Yura tau kenapa suaminya seperti itu,ini adalah anak pertamanya jadi Yura memaklumi jika Yuda sedikit berlebihan.


Oke,kita berangkat bosque." ucap Yuda dengan hati yang sangat bahagia karena calon anaknya sebentar lagi akan lahir ke dunia walau harus menuggu 1 bulan lamanya.


Kini mereka pun sudah masuk ke dalam mobil dengan posisi Yuda yang mengemudi.


Mas,,apakah kamu sudah memiliki nama untuk calon anak kita.?tanya Yura,saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju Mall ternama di kotanya.


Mmmmmp.." Yuda tampak berpikir memilih nama yang tepat untuk anaknya nanti.


" Ayora Bella Aditama." ucapnya yang tiba-tiba terlintas nama itu di pikirannya.


Wah nama yang bagus,hampir mirip dengan namaku.Aku suka mas." ucap Yura, karena kebetulan calon anak mereka berjenis kelamin perempuan itu terlihat saat mereka melakukan USG.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama akhirnya mereka pun sampai di Mall, lalu Yuda pun memarkirkan mobilnya dan turun membukakan pintu untuk sang istri.


Silahkan nyonya."ucap Yuda sembari tubuhnya sedikit membungkuk seolah-olah memberi hormat sembari tangannya terulur bak Raja.


Hahaha apaan sih mas,kamu terlalu lebay." timpal Yura menepuk tangan suaminya yang terulur untuk Yura.


Issssh,,,ini namanya romantis sayang." bisik Yuda lalu dia pun menggenggam tangan Yura dengan mesra dan mereka pun masuk ke dalam.


Tempat pertama yang mereka datangi adalah tempat pakaian bayi.Dengan antusias yang menggebu Yuda pun memilih begitu banyak baju untuk calon anaknya,dari mulai baju yang berbentuk dres,celana,baju tidur,bahkan dia sudah membeli baju renang untuk anakny dan masih banyak lainnya.


Mas,,,kamu mau jualan baju bayi di rumah.?tanya Yura melongo karena hampir semua model baju di masukan ke keranjang oleh suaminya.


Kok jualan sih,ini untuk calon anak kita nanti." jelas Yuda yang masih sibuk memilih baju untuk buah hatinya.


Tapi gak sebanyak ini juga." tunjuk Yura ke arah keranjang belanjaanya.


Ssstttt diam,kamu duduk saja tuh disana biar mas yang pilih baju untuk anak kita.Mas yakin pilihannya akan lucu-lucu." ucapnya mendorong tubuh sang istri untuk duduk di sofa yang sudah di sediakan oleh toko tersebut.


Huuuh." Yura hanya bisa membuang napas kasarnya setelah mendudukan bokongnya di sofa.


Ah iya." ucap Yura kaku namun masih menunjukan senyum mansinya.


Waah, dia sangat romantis sekali.Sampai mau mengantar istrinya belanja apalagi dia sendiri yang memilihkan baju untuk calon anaknya."puji wanita tersebut penuh dengan kekaguman.


Iya ya bu,calon hot daddy."ucap wanita lainnya yang ada disana.


Iya bener bu.!! Hati-hati loh mbak sekarang lagi marak pelakor,apalagi pelakor yang kayak di drama korea beuuh itu mah bahaya pake banget mbak nya harus siaga 10."ucap wanita tersebut dan benar saja saat ini suaminya sedang di kerumuni oleh para wanita yang ada disana.Seketika Yura pun bangkit dari duduknya dia sangat kesal melihat para wanita yang sengaja mencoba mendekati suaminya saat ini.


Maaf,, saya permisi dulu." ucap Yura ramah kepada ibu-ibu yang duduk di sofa.


Lalu Yura pun menghampiri suaminya yang masih memilih-milih baju,mood nya sudah hancur melihat suaminya ngobrol dengan wanita-wanita yang ada disana.


Maaas." teriaknya sehingga mengundang perhatian sebagian pengunjung di toko tersebut.

__ADS_1


Loh sayang kenapa kes..." belum juga Yuda menyelesaikan ucapanya Yura sudah memotong.


Pulang." titahnya sambil kedua matanya menatap tajam ke arah para wanita yang ada di dekat suaminya.


Loh kenapa.?mas belum selesai memilih baju untuk anak kita." jelas Yuda mengerutkan kening lalu dia pun menghampiri istrinya.


Aku bilang pulang ya pulang,atau kamu mau disini silahkan aku akan pulang sendiri." ancam Yura sudah membalikan badannya siap-siap keluar dari toko tersebut.


Oke kita pulang tapi tunggu dulu mas bayar dulu ya.Kamu tunggu sebentar oke."bujuk Yuda buru-buru dia pun pergi ke kasir untuk membayar belanjaanya.


Setelah Yuda selesai membayar belanjaanya dia pun buru-buru menyusul istrinya yang sudah lebih dulu menuju parkiran.


Cepetan buka."titah Yura menunjuk pintu mobil dengan patuh Yuda pun membukakan pintu mobil untuk Yura.Lalu dia menyimpan belanjaannya di bagasi setelah itu dia pun buru2 masuk ke dalam karena sang Ratu sudah berteriak.


Sayang kamu kenapa sih.?marah-marah gajelas."tanya Yuda saat dia sudah duduk di kursi kemudi.


Kamu bilang aku kenapa.? ucap Yura jengkel karena suaminya tidak peka.


Loh iya memangnya aku salah apa.? tanya Yuda lagi yang belum tau titik kesalahannya.


Menyebalkan."cebik Yura menggrutu semakin kesal.


Coba katakan,apa kesalahan mas.?bujuk Yuda dengan lembut.


Mas itu kegenitan sama cewek-cewek disana,ketawa-ketiwi sama mereka,ladenin mereka ngobrol lah."kesal Yura sembari tangannya bersidekap di dada.


Ya ampun sayang, mereka cuman kasih saran mas baju yang cocok buat anak kita sebagian juga ada yang milihin model baju untuk anak kita tapi mas tolak." jelas Yuda membujuk istrinya dengan lembut agar tidak marah berkepanjangan.


Alasan." ucap Yura yang belum percaya akan penjelasan suaminya.


Mana pernah mas bohong sama kamu,mas selalu jujur sama kamu." bela Yuda untuk dirinya sendiri.


Sudah mending kita pulang saja.Mood ku sudah hancur." ucap Yura ketus,dan Yuda pun hanya bisa menghembuskan napasnya pelan saat menyikapi kecemburuan istrinya.

__ADS_1


Lalu dia pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan parkiran Mall.


Alamat tidur di luar lagi ini mah."batin Yuda sedikit melirik istrinya yang masih cemberut.


__ADS_2