
Hari telah berganti siang itu Vina berencana akan mengunjungi Tania,tapi sebelumnya dia mampir dulu di toko perlengkapan bayi membeli hadiah anak Tania.
Ya disini pak." ucap Vina kepada supir gocar sambil memberikan selembar uang berwana merah.
Gak ada yang pas neng.? tanya si supir gocar yang umurnya sekitar 50 tahunan.
Kembaliannya bapa ambil aja." ucap Vina ramah
Makasih neng." jawab si supir gocar senang.Lalu Vina pun turun dari mobil tersebut.
Hadiah apa ya yang cocok untuk anaknya Tania.???? gumamnya sembari matanya melihat-lihat barang yang ada di toko tersebut.
Ini aja kali ya." gumam Vina sembari matanya melihat stroller berwana biru.
Gapapa deh dia udah punya juga." gumamnya lagi karena dia yakin temannya itu pasti sudah memiliki banyak stroller.
Mass.. "teriak Vina kepada pegawai toko tersebut.
Iya mbak,ada yang bisa saya bantu.?tanya si pegawai tersebut.
Aku mau yang ini,tolong bawa ke depan kasir ya." ucap Vina menunjuk stroller tersebut.
Oh baik mbak." ucap pegawai tersebut mengangkat stroller.
Kini Vina pun sudah mengantri di depan kasir dia berada di urutan ke tiga, namun dari tadi tak kunjung maju antrian tersebut.Di lihatnya dari belakang seorang pria dan sang kasir sedang beradu mulut.Sekilas Vina bisa melihat wajah pria tersebut dia sangat tampan dengan hidung mancungnya,juga bibir yang tipis kulit putih seperti keturunan Turki dan tinggi badan sekitar 180 cm.
Maaf pak,tidak bisa kami belum menggunakan I-banking." ucap kasir wanita kepada seorang pria.
Bagaimana ini." gumam si pria tersebut.
Dompet saya benar-benar tertinggal di rumah,kalau saya gak jadi beli bisa.?tanya si pria tersebut sambil menahan malunya.
Oh bisa mas." jawab kasir tersebut.
Ganteng sih tapi pura-pura kaya."gumam si kasir tersebut pelan.
Maaf ini ada apa ya,dari tadi antriannya tidak maju-maju.? tanya Vina yang tiba-tiba menghampiri di meja kasir.
Oh ini mbak mas nya beli barang tapi katanya lupa gak bawa dompet."jelas kasir tersebut dan si pria tersebut hanya bersikap kikuk menahan malu.
Kalau begitu mas nya boleh minggir kasian yang lain sudah menunggu." ucapnya lagi.
Emang berapa harganya.? tanya Vina kepada si kasir wanita
__ADS_1
1 juta mbak." ucap kasir tersebut.
Yaudah satuin saja dengan belanjaan saya yang itu,biar saya yang bayar." jawab Vina sambil menunjuk strollernya
Lalu Vina pun membayar belanjaannya juga belanjaan pria tersebut.
Ini mas." ucap Vina menyodorkan paper bag yang berisikan pakaian bayi lengkap dengan sepatunya.
Makasih mbak,biar saya ganti lewat i-banking ya." ucap pria tersebut dengan lembut
Oh iya mas." lalu Vina pun memberikan norek nya dan si pria tersebut pun sudah mentransfernya.
Udah masuk mbak.?tanya Pria tersebut memastikan.
Bentar saya cek dulu."ucap Vina dan betapa terkejutnya pria itu mentransfer 5 x lipat dari uang yang Vina keluarkan.
Mas ini kebanyakan."ucap Vina sedikit protes.
Gapapa mbak itung-itung tanda terima kasih karena mbak nya sudah menolong saya."lembut pria tersebut.
Oiya,,,,kenalin nama saya Taha." ucapnya mengulurkan tangan.
Vina."jawab Vina menerima uluran tangan Taha.
Yasudah saya permisi dulu."ucap Vina tersenyum.
Panggil saja Vina, dan tidak usah saya bisa naik taxsi." tolak Vina
Jangan nolak mbak eh Vin tadi juga kan kamu sudah bantu saya." kekeh Taha
Menghela nafas." Hmmm,,,baiklah saya akan berkunjung ke rumah teman." ucap Vina dengan terpaksa dia menerima tawaran pria tersebut.
Biar saya yang bawa." ucap Taha mengambil alih stroller yang di pegang Vina.
Makasih."ucap Vina tersenyum.
Lalu Taha pun memasukan stroller tersebut ke dalam bagasi mobilnya.Lalu dia pun membukakan pintu mobil untuk Vina.
Makasih."lagi-lagi hanya kata itu yang keluar dari mulut Vina.
Buru-buru Taha pun masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi.
Dimana alamatnya.?tanya Taha sebelum menyalakan mesin mobilnya dan Vina pun memberitahu alamat Tania.
__ADS_1
Aku benar-benar terima kasih untuk bantuanmu tadi,aku sungguh malu tadi aku lupa tidak membawa dompet karena buru-buru." ucap Taha membuka suaranya.
Iya gapapa."jawab Vina.
Berapa usiamu.?tanya Taha dan seketika Vina pun mengernyitkan dahinya bingung mengapa orang ini tiba-tiba menanyakan usianya.
25 tahun." jawab Vina
Hah,,,Aku pikir 20 tahun" ucap Taha
Hahaha kau menghinaku atau memujiku." gelak tawa Vina keluar saat mendengar ucapan pria yang ada di sampingnya.
Serius kau terlihat sangat muda sekali." puji Taha tersenyum ke arah Vina sehingga membuat wajah Vina bersemu merah karena malu.
Hahaha,,, sepertinya kau pandai memuji wanita." ucap Vina terkekeh.
Tentu,tapi itu bukan pujian receh itu pujian kenyataan." Ucap Taha.Mereka tidak seperti orang yang baru kenal karena terlihat akrab.
Naaah...oke disini." ucap Vina menunjuk rumah yang berpagar warna hitam.
Disini.? tanya Taha memastikan.
Iyaa." ucap Vina lalu dia pun keluar dari mobil begitupun dengan Taha buru-buru dia menuju bagasinya menurunkan stroller.
Makasih ya,senang bertemu denganmu." ucap Vina ramah.
Aku juga." jawab Taha tersenyum.
Aku masuk dulu." ucap Vina siap melangkahkan kakinya.
Hey tunggu." teriak Taha sedikit keras.
Ada apa.?tanya Vina bingung.
Mmmmmpp...bolehkah aku meminta no hp mu,maksudku kita bisa jadi temankan." ucap Taha hati-hati.
Sejenak Vina pun terdiam dia bingung haruskah dia memberikan no hp nya pada orang yang baru dia kenal.
Tenang saja aku tidak akan macam-macam." ucap Taha paham saat melihat reaksi wajah Vina.
Mmmmpp...baiklah.!! berikan ponselmu." ucap Vina mengulurkan tangannya.Lalu Taha pun memberikan ponselnya dan langsung Vina mengetik nomornya.
Ini." ucap Vina mengembalikan ponsel Taha.
__ADS_1
Makasih ya,kalau gitu aku pamit." ucap Taha masuk ke dalam mobil dan di angguki oleh Vina.
Setelah di rasa mobil Taha sudah jauh dari pandangannya dia pun memencet bel rumah Tania dan tak butuh waktu lama satpam pun membukakan gerbang untuk Vina.