KUBIARKAN SUAMIKU SELINGKUH

KUBIARKAN SUAMIKU SELINGKUH
Penyakit hati


__ADS_3

Pukul 17.05 Wib. Aku dan Raisya sampai di rumah sakit. Ku simpan barang bawaanku di lemari. Dan kemudian aku pamit pada ibu, untuk pergi ke ruang rawat Mas Evan. Aku akan berikan uang sebanyak yang mereka minta. Tapi, sebelumnya aku tulis surat tanda bukti terima hitam di atas putih. Disitu juga ku muat isi, jika sudah bayar uang perdamaian. Tak akan dibawa lagi ke jalur hukum.


"Mas, semoga kamu cepat sembuh. Aku tak menyangka mas, beginilah cara kita berpisah." Ujarku sedih, dada terasa sesak mengatakan itu semua. Memang sudah saatnya aku melepaskan Mas Evan.


"Oouuww... Setelah suamimu cacat, mau kau tinggal kan!"


Keningku mengerut mendengar ucapan ibunya Juli. Ku langsung melempar pandangan pada wanita gemuk itu dengan bingungnya. Bukan nya mereka yang ingin kan mas Evan.


"Eemmm... Mentang mentang si Evan dan cacat. Kamu gak mau lagi." Pungkasnya lagi.


"Terserah ibu mau bilang apa." Jawabku datar.


Kulirik Mas Evan, yang juga ternyata sedang menatapku. Tatapan mata Mas Evan penuh penyesalan dan kesedihan. Aku tahu dia sangat tertekan saat ini. Karena ia sudah cacat. Tapi kan Juli ingin nya aku gugat cerai Mas Evan. Mas Evan juga seperti tak mau mempertahankan hubungan kami. Mungkin ia benci ayah.


Memutuskan untuk melepaskan Mas Evan, adalah suatu hal yang sulit buatku. Walau ia cacat, aku Sebenarnya, masih mau jadi istrinya. Aku sangat mencintainya. Tapi, jika ia masih bersama Juli, aku tak sanggup lagi. Apalagi Juli sikapnya tak pernah baik padaku. Selalu mau ajak ribut.


Aku tak mau lagi berlama lama di ruangan itu. Ku seret kakiku cepat, dengan hati yang hancur berkeping keping. Perselingkuhan adalah pengkhianatan terbesar. Harusnya dari awal aku Tegas, sehingga hal ini tak perlu terjadi.


Hufftt...


Ku tarik napas panjang dan menghembuskannya kasar. Sebelum aku membuka pintu ruangan ayah dirawat. Saat masuk ke ruangan ayah dirawat, tak kutemui keberadaan ibu.

__ADS_1


"Ibu di mana ayah?" tanyaku pada ayah yang menatapku lekat saat aku masuk ke kamar itu.


"Ibumu ke kamar sebelah. Mau jenguk istri Pak Armand." Jawab ayah tersenyum tipis. Ayah terlihat senang jika membahas pak Armand. Mungkin karena pak Armand, kasih uang kali.


"Oouuww.." Ku kupas buah jeruk dan ku berikan pada ayah.


"Kamu jenguk juga lah istri Pak Armand." Ujar ayah lemah.


"Iya ayah. Besok kan masih ada waktu." Sahutku lembut. Kembali menyuapi ayah jeruk yang ku kupas.


"Apa kata mereka saat kamu kasih uangnya nak?" tanya ayah menatapku lekat.


"Gak ada ayah." Jawabku dengan tak semangat.


"Iya ayah." Jawabku tersenyum tipis pada ayah.


Ceklek.


Pintu dibuka, ada Raisya dan ibu berjalan ke arah kami.


"Ma, mama.. Aku tadi belajar menggambar dengan Reza." Raisya bicara dengan riangnya.

__ADS_1


"Oh ya? emang kamu ada buku gambar?" Ujarku menatap sekilas Raisya. Kemudian menyibukkan diri, membersihkan meja yang berantakan, bekas ayah dan ibu baru selesai makan.


"Aku menggambar di buku nya Reza Ma." Ujarnya, kemudian berbaring berbantalkan paha ibu. Ibu yang memang sangat sayang pada Raisya, membelai kepala putriku yang baik hati itu. Terlihat Raisya menutup mulutnya dengan tangannya, karena menguap.


"Kasihan istrinya Nak Armand ya Da." Ujar ibu.


Hufftt..


Ku daratkan bokongku di atas ambal sebelah ibu.


"Emang istrinya Pak Armand kenapa bu?" tanyaku dengan penasaran nya. Aku yang sibuk dan banyak pikiran mana kepikiran ingin tahu masalah orang lain.


"Istri Nak Armand, menderita penyakit hati."


"Penyakit hati?" tanyaku penuh selidik. "Penyakit lever maksud ibu." Jelas ku lagi.


"Iya, bukan penyakit hati seperti selingkuhan si Evan itu." Ujar ibu dengan muka kesal nya.


"Iya ma." Sahutku, kemudian membaringkan badan. Rasanya tubuh lelah sekali. Begitu juga dengan perasaan ini.


Bu Suci penyakit liver? ku pikir perut nya yang terlihat sedikit besar itu, sedang hamil tapi, ternyata penyakit lever.

__ADS_1


Aakkhh.. Sudah lah, ngapain ku pikirkan Bu Suci. Masalahku lebih pelik lagi. Ku pejamkan mata, dan berdoa dalam hati. Semoga malam ini bisa istirahat yang cukup.


TBC


__ADS_2