KUBIARKAN SUAMIKU SELINGKUH

KUBIARKAN SUAMIKU SELINGKUH
Terkejut


__ADS_3

"Eemmm... Sini ku buatkan akun Tok tok kak!" mawar merampas hape dari tanganku.


"Gak usah Mawar, aku gak ada waktu main Tok Tok." Ku coba meraih hapeku dari tangannya. Tapi, ia menepis tanganku.


"Gak usah dimainkan kalau lagi sibuk." Ia sibuk dengan hapeku. Aku pun pasrah jadinya.


"Sudah selesai, sekarang kita buat vote pertama kak. Sini ku ajari buat konten."


Mawar yang pemaksa menyuruhku berfose sedih. Meratapi nasib yang terjadi padaku. Aku tak tahu mau diapakannya hasil jepretan foto serta video yabg diambilnya saat aku melakukan apa yang ia minta. Ia sibuk mengotak atik ponselku.


"Aku pakai hape kakak satu jam ya? aku akan masuk ke group live para pejuang tok Tok pemula. Agar kak dapat pengikut yang banyak." Ujarnya tertawa kecil.


"Suka sukamu lah Mawar." Ketusku beranjak dari tempat dudukku. Ku seret kaki ke depan. Aku lebih baik menyibukkam diri dengan beberes, yang bisa ku kerjakan. Warung ditutup setelah Akram pulang belanja saja. Mawar tak terharapkan lagi. Ia sibuk main Tok Tok


Satu jam kemudian


"Alda, Da.. Bangun...!" sayup sayup ku dengar namaku dipanggil. Aku ternyata ketiduran sambil duduk.


Ku buka sebelah mataku yang terasa sangat berat, seperti ditimpah batu besar saja. Malas sekali rasanya untuk bangun.

__ADS_1


"Astaga... Sudah emak emak masih ngences!'


" Masak sih?" dengan cepat ku lap bibirku


Rasa kantuk terbang sudah. "Iihh.. Dasar usil, siapa juga yang ences." Sahutku menatap kesal Akram yang tertawa cekikikan.


"Ku pikir kamu sudah nyampe di rumah. Eehh.. Disini betah tidur. Itu si Raisya sudah merengek cariin kamu." Ujar Akram ia pun mulai menarik pintu besi warung makan ini. Kami akan tutup.


"Iya sih, Raisya pasti nyariin aku. Ini sudah pukul lima ternyata." Aku bangkit dari dudukku dengan penuh kehati hatian. Berjalan ke dapur. Aku ingin menemui mawar. "Loh, koq gak ada orang sih?mawar ke mana?" ujarku dengan bingungnya celingak celinguk mencari keberadaan mawar.


"Sudah pulang dia. Tadi kami jumpa di rumah." Sahut Akram dengan suara sedikit keras. Karena ia ada di depan, sadangkan aku di bagian dapur.


"Jangan pelit, orang pelit kuburannya sempit." Ujar Akram tersenyum tipis melirikku.


Aku bangkit dari dudukku, mengikuti Akram keluar dari Ruko. Aku mengunci Ruko, sedangkan Akram sudah naik di atas motor.


"Tergantung pelit nya apa dulu kalau pelit soal kebaikan bisa jadi tapi kalau kejahatan insha Allah tidak."


Brugkk

__ADS_1


Tiba tiba saja ia ngerem mendadak, auto dadaku menabrak punggungnya. Kesal aku dibuatnya. Mana punggungnya keras seperti batu. Gunung kembarku rasanya mau meletus saja dibuatnya.


"Iihh.. Akram, jangan ngerem mendadak dong?!" protesku memukul kesal punggungnya kuat dengan tangan kiriku. Ia terdiam, ku lirikia dari spion yang wajahnya terlihat tegang. Sadar ku amati, ia pun langsung tersenyum.


"Lumayan kena senggol melon kembar." Ujarnya garing, ia pun tertawa lepas.


"Dasar buaya, kelihatannya aja kamu polos. Ternyata suhu nya." Ketusku kesal, memundurkan sedikit tubuhku.


"Ya Allah Alda, jangan mundur jauh. Bisa bisa motor ini jungkir balik." Ujarnya lagi menggodaku. Ia masih tertawa lepas.


"Kamu pikir aku gentong?" Ku tampilan éksprési wajah kesal, yang bisa ia lihat dari sipion.


"Eemmm... kamu gak asyik, orang bercanda, kamunya serius."


"Apa maksudmu bercandain aku dengan kelakuan seperti itu? kamu pikir aku ini wanita jablay, yang suka digoda dan menggoda." Ketusku kesal, kulirik ia dari spion. Ingin melihat gimana ekspresi wajahnya sekarang. Ternyata ia terlihat terkejut dengan ucapan ku. Motor yang ia kenderai, kini lajunya menurun.


"Maaf ya Da, aku tak ada niat lakuin seperti itu. Tadi memang tak sengaja aku rem mendadak."


TBC

__ADS_1


__ADS_2