KUBIARKAN SUAMIKU SELINGKUH

KUBIARKAN SUAMIKU SELINGKUH
Istri kedua


__ADS_3

Sesampainya di rumah Pak Arman aku disambut istrinya pak Arman Bu suci dengan ramahnya,di teras rumahnya.


"Raisa nggak ikut? Reza dari tadi nungguin Raisya juga, karena dia tahu Adek Alda mau datang kesini." Ujar Bu Suci ramah dia meraih tanganku menggenggamnya, menariknya lembut. Kami kini berjalan bergandengan tangan menuju sebuah Gazebo yang ada taman samping rumahnya. kami duduk di lesehan.


"Nggak Bu, dia tadi pergi ke rumah tetangga, saudaraku juga jadi dia nggak tahu, kalau aku datang ke sini." jawabku sopan dan sedikit merasa heran, menurutku sikap Bu suci ini terlalu berlebihan ya? kenapa begitu baik sama aku?


" Oh begitu, adek Alda sudah makan?" tanya nya masih dengan senyum yang mengembang.


"udah Bu suci." jawabku tersenyum ramah.


"Raihan bilang proses pencairanmu itu satu bulan lagi sudah selesai." Ujarnya dengan semangat, senyum manis terus terukir di wajah cantiknya.


"Tapi, pihak mas Evan masih ingin membuktikan gugatanku itu hanya fitnah." Jawabku dengan bingungnya.


"Iya Rehan bilang dia bisa urus secepatnya, itu hanya formalitas saja. Raihan sengaja mau melayani suamimu yang sok hebat di itu." Tegas Bu Suci memukul udara, sebagai tanda bahwa Mas Evan tak akan bisa membuktikan argumentnya.


"Oh begitu ya Bu, saya ucapkan terima kasih banyak. Ibu dan Rehan sudah sangat baik hati mau membantu saya." Jawabku Enggan. Dari tadi


aku tak menemukan keberadaan Pak Arman di rumahnya ini. Apakah dia sedang dinas luar? Biasanya kalau aku datang. Ia dengan istri ini pasti menyambutku dengan hangat.


"Dek Alda Ada hal penting dan serius yang ingin ku bicarakan denganmu. Kuharap kamu jangan salah paham dan benci denganku setelah aku mengatakan apa yang ada di benakku selama ini." Ujar Bu Suci dengan lembut. Ekspresi wajah ceriah yang dari tadi ia tunjukkan, kini berubah jadi penuh harap. Aku dibuat jadi penasaran. Apa sih yang ingin di bicara Bu Suci padaku. Dan sepertinya sangat penting.


"Hal penting apa ya Bu?" tanyaku dengan ragu, kutatap lekat wajah Bu suci yang penuh harap padaku.

__ADS_1


"kamu janji ya Dek Alda. Jangan salah paham dan marah padaku, dan juga pada Pak Arman, suamiku. Yang akan kukatakan ini adalah keinginanku. keinginan dari hatiku yang paling dalam, bukan atas perintah atau keinginan dari suamiku." Bu Suci menggenggam erat tanganku matanya menatap penuh harap padaku. Aku semakin dibuat penasaran dia ingin apa sih dariku nggak mungkin kan ingin harta.


"kalau aku sanggup aku akan memenuhi permintaan ibu tapi kalau aku tak sanggup. Ibu jangan kecewa namanya juga aku nggak sanggup Bu." Jawabku sopan, jantung ini tiba-tiba berdebar tak karuan aku merasa akan mendengar sesuatu hal yang akan membuatku syok.


Bu Suci menatapku dengan ragu tapi penuh harap tangannya masih tetap menggenggam tanganku ini.


"Jikalau masa indahmu sudah habis. Maukah kamu menikah dengan suamiku."


Duar...


Dorr...


nyut....


Aku sungguh terkejut mendengar pernyataan Bu suci, rasanya bagai habis disambar gledek saja. Ucapan Bu Suci ini sungguh membuat insecure. Apa apaan ini ? Bu Suci mau menawarkan aku jadi madunya. Ahhh.... ini gila, ini tidak mungkin terjadi.


"Pernah kucoba untuk tetap mendampingi mas Evan, walau dia sudah menikah dengan Juli. Itu semua kulakukan demi putriku Raisa. tetapi aku hanya bertahan Sebentar, aku tak sanggup melanjutkannya. Karena rasanya sangat menyakitkan.


kutatap wajah Bu suci lekat, mencari kebenaran di matanya atas ucapan yang keluar dari mulutnya. Benarkah Iya ikhlas dan Ridho aku ini jadi istri kedua suaminya? dan aku menemukan kesungguhan di netra matanya yang indah itu.


Aku dibuat bingung dan heran dengan permintaan bu Suci. Kuusap-usap tanganku ke Paha ku yang basah karena keringat, malam ini malam yang sangat menegangkan buatku. Aku merasa kepanasan di malam yang anginnya terasa dingin menusuk kulit hingga ke tulang, sungguh permintaan ibu Suci sangat meresahkan. Sebenarnya jelas aku akan menolak permintaan Bu suci ini, walau aku simpatik pada Pak Armand. Mana mungkin aku mau jadi istri keduanya.


" Ma, maaf ya Bu Suci. Aku tak bisa memenuhi permintaan ibu." Ujarku sedikit gugup. Ku tak tega melihat Ekspresi wajahnya yang kecewa padaku.

__ADS_1


Bu Suci kembali meraih kedua tanganku merangkumnya, memohon-mohon agar aku mau memenuhi permintaannya.


"Tolonglah aku dek Alda, aku merasa kamu sangat cocok dengan suamiku. aku ingin memberikan kebahagiaan pada suamiku. aku sangat mencintainya. makanya aku ingin bahagiakannya." ujarnya dengan menangis tersedu-sedih, aku semakin dibuat bingung dengan maksud semua ini. Dia ingin membahagiakan suaminya. Terus kalau aku jadi madunya. Apa dia bahagia? Dia Sanggup berbagi malam. Astaga ini, ini cobaan ini benar benar cobaan


"Aku ingin suamiku mendapat istri yang baik. pengganti diriku, aku ini, aku ini tak bisa membahagiakannya dek Alda. Aku ini, aku ini punya penyakit aku sudah 6 bulan tidak bisa melayani suamiku dengan baik. Aku tak bisa memuasknnya. Selain aku penyakit liver, peranakanku juga turun." Isakan bu Suci membuatku ibah. Ternyata ada lagi wanita yang lebih malang dariku.


"Maaf ya Bu Suci. Aku gak bisa jadi istri kedua Pak Armand. Kejadian yang ku alami cukup membuatku traumah. Aku sendiri tidak ada niat untuk menikah lagi. "Ujarku tegas.


Aneh aneh saja tingkah orang yang ada di sekelilingku. Si Akram lah yang jadi pencetus perselingkuhan Mas Evan. Ini Bu Suci, ingin aku jadi madunya.


"Aku doakan ibu cepat sembuh, turun peranakan kan bisa dioperasi bu. Lagi pula, aku melihat Pak Armand sangat mencintai ibu Suci." Jawabku tersenyum tipis.


Hadeuhh....


Aku merasa semua kejadian ini sangat lucu dan menggelikan. Apa maksudnya ini semua ? aku itu sudah tidak ingin menikah. Malah ada tawaran jadi istri kedua. Itu akan membuat pusing.


"kamu pikirkan dulu baik-baik permintaanku ini dik Alda. permintaanku ini sangat baik untuk kehidupanmu. kamu tidak perlu kerja keras lagi, kamu bisa bangun impianmu bersama Pak Arman. Kalian kan sama sama satu profesi." Ujarnya lembut, masih berusaha membujuk ku.


"Gak bu, aku gak bisa." Jawabku cepat, tak usah disuruh berfikir. Hari ini bisa ku putuskan. Aku tak akan menyesal jika menolak nya.


" Dek Alda pikirkanlah dulu dan kumohon jangan pernah bahas ini dengan suamiku. ini murni keinginanku, suamiku nggak tahu masalah ini. Ini benar-benar aku yang inginkan. Seumpamanya Dek Alda berubah pikiran dan mau. Nanti kita bicarakan dengan suamiku, aku yakin kalau dek Alda yang kusodorkan jadi istrinya Dia pasti mau." Ujar Bu Suci Tegas.


Aku pun akhirnya memilih diam saja, dari tadi sudah ku tolak, tetap disuruh berfikir.

__ADS_1


TBC


Hai Reader sayang beri dukungannya dengan like komen positif vot dan hadiahnya ya 🤭😁🙂


__ADS_2