KUBIARKAN SUAMIKU SELINGKUH

KUBIARKAN SUAMIKU SELINGKUH
Terbongkar


__ADS_3

"Baiklah, kalau kamu gak mau tahu tentang Akram. Aku pergi dulu!" Si Juli gila merapikan rambut pirang rebondingnya, sebelum membalik badan.


"Hei pelakor... Tunggu..!" Teriak Mawar, berlari mengejar langkah Juli, yang hendak masuk ke mobil nya. Ia berhasil menahan tangan Juli.


Juli menghempaskan kuat tangannya Mawar. Berbalik q, menatap kesal Mawar.


"Sialan kamu, enak saja bilang saya pelakor!" ketusnya menatap tajam Mawar.


"Lah, kamu kan memang pelakor." Mawar menantang Juli.


Ku hampiri mereka, aku tak mau ada keributan disini.


"Mawar, ayo masuk!" ku tarik tangan Mawar kuat.


"Sebentar kak, aku mau tahu tentang Abang Akram." Sahutnya.


"Kita bisa cari tahu tentang Akram, dari orang nya. Ngapain percaya sama wanita iblis ini!"


"Kamu yang iblis." Juli mendorong tubuh ku. Aku yang takut jatuh, berpegangan pada tubuhnya Mawar.


"Kakak.!" Mawar menahan tubuhku dengan kuat. Memastikan aku aman, mawar menatap kesal Juli.


"Kurang ajar kamu." Dengan gerakan cepat Mawar menampar pipinya Juli dengan kuat. Pipinya Juli sampai memerah dan meninggalkan bekas jarinya Mawar. Cepatnya gerakan Mawar, membuat Juli tak bisa menghindar.


"Berani kamu..!" tangan Juli hendak menampar Mawar. Tapi, Mawar menahan tangan itu. Menghempaskan kuat tangannya Juli, hingga Juli teruyung - uyung dan terhempas ke badan mobilnya.


"Kamu mau mati, ayo lawan kami.!" teriak Mawar seperti orang kesurupan. Ia juga menyingsingkan lengan bajunya.


Juli ketar ketir. Ia bergegas masuk ke dalam mobil nya. "Asal kamu tahu ya Alda. Akram lah penyebab kehancuranmu. Gara gara dia kamu ditinggalkan Mas Evan...!" Teriak Juli dari dalam mobilnya. Kemudian tancap gas.


Aku terkejut sekaligus bingung. Apa hubungannya Akram dengan Mas Evan yang selingkuh dengan Juli.


"Wanita gila itu bicara apa Kak?" tanya Mawar dengan alisnya yang naik sebelah kiri. Ia juga bingung dengan pernyataan Juli.


"Gak ngerti kak, Dek. kata dia, Akram lah penyebab kehancuran kakak."


Sumpah aku bingung dengan pernyataan si Juli


Apa Akram kenal denganku dan Mas Evan sebelumnya?

__ADS_1


"Maksudnya? abang Akram yang hancurkan rumah tangga kak? memang nya abang lakuin apa?' tanya Mawar dengan keponya.


Aku menggeleng dengan penuh kebingungan. " Sudah lah, ngapain kita pikirkan apa kata Juli. Lebih baik kita beres beres dan pulang. Lagian aku gak mau tahu lagi tentang Akram."


Kami pun bersih bersih dengan pekerjaku yang lain. Selesai beberes, warung ditutup. Aku dan Mawar perangkat ke pasar, belanjaan bahan untuk dimasak besok.


***


Malam harinya mawar datang ke rumah. Ia aku minta bantuin Bi Romlah ibunya mempersiapkan lauk untuk dijual besok. Mereka asyik di dapur ditemani ibu. Sambil kerja, Mawar cerita pada ibu tentang, kami yang bertengkar dengan si Juli di warung tadi sore. Aku yang ada di kamar sedang menidurkan Raisya, bisa mendengarkan cerita Mawar. Karena ia sangat semangat bercerita.


Ucapan Juli selalu terngiang ngiang di pikiranku. Kenapa pula Akram yang jadi penyebab hancurnya rumah tanggaku dengan Mas Evan. Kan mas Evan yang selingkuh.


Dert


Dert


Dert


Saat memikirkan itu semua, ponsel yang ada di atas mejaku bergetar. Ku ubah posisiku jadi terduduk dan mengambil ponsel itu. Ada nama juli yang mengirim pesan.


Akram yang meminta aku menggoda Abang Evan. Eehh... Gak tahunya kami malah jodoh. Terima kasih Akram. Gara gara kamu, aku dapat jodoh 😂🤭😁 Kasihan Dech loe... Entar lagi jadi janda!😭


Dasar wanita gila, apasih mau nya ini cewek. Geram aku baca chat nya, Ku pun langsung melakukan panggilan suara.


Saat telpon tersambung Juli langsung tertawa histeris.


"Penasaran kau kan? aku lebih penasarannya lagi, koq bisa kamu jumpa dengan Akram."


Aku semakin dibuat bingung dengan si Juli ini. Katanya dia tahu tentang Akram. Sekarang kenapa ia malah tanya, bagaimana aku bisa kenal dengan Akram?


"Kamu maunya apasih? belum puas kamu lihat aku menderita? memangnya aku salah apa samamu sebelumnya. Hingga kini aku tetap usik hidupku?" ujarku kesal pada Juli di sambungan telepon.


"Heii.. Kamu itu sainganku. Kalau kamu masih hidup, aku gak bisa tenang lah." Jawabnya santai, aku dibuat semakin bingung dengan Si Juli, alias si Julid. Kalau Akram bilang.


"Ooaallahh... Capek ngomong sama orang over dosis."


"Koq tahu kamu aku ini over dosis!" jawabnya enteng.


"Gila..!" Ku matikan ponsel, gak ada gunanya aku cari informasi dari Juli tentang si Akram. Mending, aku tanya in langsung aja nanti pada Akram, saat ia datang.

__ADS_1


Akram dalang dari kehancuranmu!


Juli kembali mengirimkan pesan padaku. Ia sepertinya belum puas menghasutku. Dasar wanita gila.


Huufftt...


Ku tarik napas panjang, aku perlu menenangkan diri sebelum gabung dengan ibu, bibi dan mawar di dapur. Aku gak mau menunjukkan kegelisahan, yang nanti nya akan membuat ibu ke pikiran. Saat aku keluar kamar, di ambang pintu, keberadaan mawar mengangetkanku.


"Kak, lihat ini. Lihat..lah." Mawar menunjukkan sebuah video.


"Video apa ini?" Aku belum melihatnya dengan jelas.


"Coba kakak tonton!" Mawar masih menunjukkan ponsel nya yang sedang memutar video kepada ku. Bahkan ia mereview ulang video itu.


"Ini, ini kan Akram." Tangan ku bergetar memegang ponselnya Mawar. Aku sangat terkejut melihat tingkah Akram yang terlihat sedang mabuk di video itu. Dan di video itu juga ada Juli, serta beberapa orang lainnya.


"Iya kak. Koq Abang Akram bersikap seperti itu?" tanya Mawar dengan bingung nya. Aku pun lebih bingung lagi, setelah melihat video Akram, yang memberi tantangan pada Juli.


"Jangan tanya kakak dek." Jujur, amarahku tersulut melihat video itu. Aku tak menyangka Akram seperti itu.


"Iiihh... Apaan sih, ini cowok. Ku viralkan nanti video ini di tok tok, baru tahu rasa dia." Mawar terlihat ilfeel sama Akram.


"Pudar cinta loe, setelah tahu sifat aslinya?!" ujarku menatap lekat Mawar, yang terlihat sangat kecewa. Ternyata pria idamannya tak sebaik yang ia bayangkan.


"Iya kak. Ilfel gua, koq abang Akram gitu sih? apa coba salah kak sama dia?" ujar Mawar sedih.


"Meneketehe, sudah.. Gak usah kita bahas dan ingat ingat dia lagi."


Kami berdua pun menuju dapur. Di dapur ibu dan Bi Romlah tampak sedih. Berarti mereka sudah menonton video nya Akram.


"Sekarang sudah kita tahu siapa dia. Kalau dia datang ke sini lagi. Mending kita usir saja dia..!" Tegas Bi Romlah kesal. Gara gara dia ternyata Evan selingkuh "


"Emang Evan nya mau juga Bi. Kalau dia gak mau, mana mungkin dia selingkuh." Sahutku tanpa ekspresi.


Kalau benar itu video. Aku tak bisa menyalahkan Akram seratus persen. Memang Mas Evan yang ingin selingkuh.


"Iya sih." Sahut bibi dengan muka sedih nya menatap ku.


"Jangan tatap aku seperti itu Bi. Aku sudah ikhlas dengan semua yang terjadi padaku.. Aku tak salah kan Akram seratus persen. Aku hanya kecewa saja pada nya. Koq dia bersandiwara pada kita semua, dia bohongi kita secara berjamaah. Sungguh dia layak dapat medali, dapat piagam penghargaan. Aktor dalam kategori. Best of the best." Ujar ku datar.

__ADS_1


TBC


Sumpah, ini novelku paling sepi. Sedih deh! susahnya cari pembaca setia.


__ADS_2