KUBIARKAN SUAMIKU SELINGKUH

KUBIARKAN SUAMIKU SELINGKUH
Resign


__ADS_3

"Apa ini Muallimah?" tanyanya menatapku lekat. Perlahan tangannya menjulur, meraih amplop putih itu.


"Surat pengunduran diri Muallim." Jawabku sopan dengan ekspresi datar.


"Pengunduran diri? kamu mau berhenti kerja?" tanyanya dengan tak percayanya.


"Ia Muallim." Jawabku cepat dan menunduk, aku tak mau bersitatap dengan pak Armand.


Hening


Kulirik Pak Armand, yang ternyata dari tadi menatapku. Dan disaat tatapan kami beradu, dia pun menunduk, fokus membuka amplop putih berisi surat pengunduran diri ku itu.


"Orang orang pada berebut mau kerja, bahkan mau bayar agar mau diterima kerja di sini. Eeh.. Kamu nya mau resign." Ujarnya datar, tatapan fokus membaca surat pengunduran diriku itu.


Aku Diam, merasa tak perlu menjawab perkataan pak Armand itu.


"Surat ini saya terima, tapi kamu boleh berhenti, jika kamu sudah menyelesaikan tugasmu. Laporan kamu sebagai kepala Lab belum masuk." Ujarnya tapi tak menatapku.


"Sudah Muallim, semua pekerjaanku sudah ku bereskan. Ini bulan baru, jadi di bulan ini aku tak perlu melaporkan apa pun. Karena aku mau berhenti kerja." Sahutku, emang tanggung jawab apa yang tak ku laksanakan. Laporan capaian kinerja mingguan sudah ku lapor seminggu yang lalu. Dan selama 9 hari ini kan aku memang libur kerja. Uang impal sudah ku bayarkan.


"Kamu temui WKM 1, kalau guru penggantimu belum dapat, kamu gak boleh berhenti. Lagian kalau kamu berhenti, kamu rugi. Kamu kan sudah masuk data guru untuk P3K." Ujar Pak Armand serius.


Aku kembali terdiam, gak mungkin kan aku katakan Gajiku sebagai guru honor tak cukup untuk biaya hidup. Ditambah, aku harus start dari pukul 7 pagi hingga pukul 3 sore di sekolah ini.


"Baik Muallim, aku akan temui Pak WKM 1, aku permisi dulu." Aku menunduk kan sedikit tubuh ku, sebagai rasa hormatku pada beliau. Kulirik sekilas Pak Armand yang terlihat kecewa itu. Aku pun bergegas keluar dari ruangan itu.


Sesampainya di ruang guru. Semua mata tertuju padaku. Saat ini guru sangat banyak di kantor guru, karena sedang istirahat pertama.


"Ya Allah.. Muallimah Alda.... Kenapa kamu bisa setegar ini?" Bu Silvia menghampiriku dan langsung memelukku. Entah kenapa aku jadi sensitif sekali. Air mata langsung mengucur deras. Aku malu, sedih, kecewa. aibku jadi konsumsi publik.

__ADS_1


"Iya muallimah, begitu lah dulu cerita nya." Ujarku terisak, mengurai pelukan Bu Silvia. Bu Silvia pun menuntunku untuk duduk di kursiku. Seketika, aku jadi dikerumumi para ibu ibu guru. Seperti semua yang mengerumuni sebuah permen.


"Kalau aku jadi kamu, cepat cepat aku minta cerai." Ujar Bu Widya kesal. Memang jika membahas Perselingkuhan orang dibuat greget.


"Iya, aku paling gak bisa diselingkuhi. Selingkuh itu penyakit yang gak ada obatnya. Sekali kamu maafkan perbuatannya , dia nya jadi kecanduan." Timpal Bu Dewi.


Semuanya memberi argumen, dan semuanya juga menyalahkanku, yang membiarkan suamiku selingkuh.


"Iya Bu, ibu ibu bisa bicara seperti itu, karena bukan ibu yang ngalamin. Sekarang bukan saatnya lagi kita salah kan Alda. Kejadian ini kita buat sebagai pelajaran, bahwa Perselingkuhan itu akan membuat rumah tangga jadi hancur." Jelas bu Rose


Kringg..


Kringg...


Kringg...


Suara bel terdengar kuat. Saatnya masuk lagi ke kelas. Acara ngerumpi pun bubar. Aku pun menghadap WKM 1. WKM 1 adalah jabatan wakil kepala bagian kurikulum. Ia yang mengatur jadwal mengajar guru - guru. Aku mau menghadap Bapak itu, ingin mengusulkan guru yang akan menggantikan jam kerja ku, atau les mengajar ku.


"Oouuhh.. Ayo duduk Muallim Alda." Ujar Muallim Amris ramah, akupun duduk di kursi yang ada di hadapan nya, yang dibatasi oleh meja.


"Iya Muallim, terima kasih. Aku ke sini, mau menyampaikan kalau aku mau berhenti kerja dan jam mengajar ku di limpahkan ke Muallim Rusdy. Muallim Rusdy, adalah guru IPA juga, sama seperti ku, guru honor.


" Eemmm... Gimana ya mengatakan nya muallimah. Kepala madrasah kita, tidak mengizinkan muallimah berhenti sekarang Karena muallimah sudah di SK kan, dalam program pembimbingan siswa dalam KSM (Kompetisi Sains Madrasah)."


"Guru IPA di sini kan banyak pak, bahkan PNS nya ada tiga. Belum lagi honor ada dua. Kenapa mesti harus ikut aku " Ujarku bete, aku mulai kesal.


"Itu instruksi kepala tadi padaku Muallimah Alda." Jelas Pak Amris.


"Baiklah Muallim, aku pamit dulu." Ujarku dengan tak bersemangat. Aku bangkit dari duduk ku, bergegas keluar dengan cepat dari ruangan itu.

__ADS_1


Rasanya bete sekali, mau berhenti dengan cara bagus bagus gak di terima. Ya sudah lah, besok dan seterusnya aku gak mau datang ke sekolah lagi. Yang jelas aku sudah kasih surat pengunduran diri.


"Kamu kenapa Alda?" tanya bu Rose, yang sudah ku anggap sebagai kakak kandungku.


"Eemmm... Aku mau berhenti kerja bu Rose, tapi gak dibolehkan kepala." Jawabku malas, kepalaku rasanya mulai pecah memikirkan semuanya.


"Loh, kamu koq mau berhenti kerja. Cari kerja sekarang sudah loh." Ujar Bu Rose sangat kaget dengan ucapanku.


"Bu Rose tahu kan gimana aku sekarang. Mas Evan gak menafkahi aku lagi. Ayahku sakit sakit an. Aku perlu uang biaya hidup, kalau andalkan gaji ku sebagai guru honor mana cukup." Jelasku menatap lekat Bu Rose.


"Kan, sambil kerja kamu bisa tetap jualan." Pungkasnya.


"Iya, tapi jadi gak fokus. Aku keteteran kalau seperti itu. Mana di sini harus full satu minggu." Jelasku mengerucutkan bibir.


"Iya sih, Terus kamu mau kerja apa emang?" tanyanya serius..


"Mau buka warung makan, di persimpangan sana."


"Oouuww.. Iya, itu bagus juga sih." Sahut Bu Rose tersenyum tipis.


"Iya bu Rose." Aku pun mulai mempacking barang barang ku yang ku anggap penting. Mulai dari SK SK ku selama mengajar. Ku masuk kan ke plastik besar.


"Mau pergi sekarang kamu?" tanya Bu Rose, memperhatikan aku dengan seksama yang sedang beberes.


"Iya bu Rose." Jawabku cepat.


"Sekarang?"


"Iya bu." Jawabku lagi, Tatapan sibuk mempaking barang barang.

__ADS_1


"Tunggu dulu, aku laporkan sama bu Silvia. Kamu belum terima uang sosial ayahmu yang sakit dan suamimu juga." Ujar Bu Rose, bangkit dari duduk nya untuk menjumpai Bu Silvia.


TBC


__ADS_2