KUBIARKAN SUAMIKU SELINGKUH

KUBIARKAN SUAMIKU SELINGKUH
Dilema


__ADS_3

" Iya Bu Suci. Aku mau mewujudkan keinginanmu..!"


Gubrak..


Terdengar suara pintu terbentur ke dinding. Auto, perhatianku teralih ke Asal suara. Ternyata, Akram ambruk terhempas membentur pintu ruangan ini.


"Akram...!" Ujarku Lemah.


Seketika Akram bangkit, dengan memegangi daun pintu dengan ekspresi wajah penuh keputus asaan. Ia pun berlari dari ruangan itu dengan sempoyongan. Akram pasto kecewa padaku


Ku kembali menoleh kepada Bu Suci, yang terlihat seneng dan bahagia. Kedua sudut bibirnya kini tertarik sempurna. Senyumnya lebar dan terbuka lebar, sehingga menampilkan deretan gigi putihnya yang rapi itu.


"Sa, sayang.. Ayo kesini mendekatlah..!" Ujar Bu Suci melambaikan tangannya Lemah, meminta . sang suami lebih mendekat kepadanya karena saat ini Pak Arman, berada di dekat kakinya. Sedangkan aku di dekat kepalanya bu Suci.


Pak Armand mendekati sang istri dengan ekspresi wajah tak bisa kubaca. Aku sedikit memindurkan langkah, memberi ruang untuk Pak Armand untuk bicara dengan istrinya. Pak Armand ku lihat, meraih tangan istrinya yang tak diinfus. Mencium lembut tangan kurus kering itu, juga mencium kening istrinya itu.


"Aku akan kabulkan permintaan mu. Tapi, kamu harus janji. Kamu harus sembuh!" Ujar Pak Armand penuh ketegasan pada Istrinya yang kini terlihat menangis bahagia itu.


"I, iyaa, aku, aku akan sem, buh." Ujar Bu Suci Lemah dan terbata bata. Bu Suci terlihat sudah sudah bicara, napasnya terlihat pendek pendek.


Bu Suci menoleh ke arahku. "Dek Alda, kemari lah!"

__ADS_1


Iya melambaikan tangannya yang kurus kerempeng itu kepadaku. Matanya yang cekung seperti mayat hidup menatapku sendu.


Hatiku bergetar hebat melihat keadaannya saat ini. Aku sangat kasihan pada Bu Suci. Di sisa helaan napasnya, dia ingin melihat suaminya menikah lagi. Sungguh, wanita yang baik dan sabar.


Ku seret kakiku lemah menghampiri Bu suci dan di saat itu Pak Arman sedikit menggeser tubuhnya. Bu Suci menghentikannya "Jangan menjauh..!" h?Ujarnya lembut kepada sang suami ia angkat tangan suaminya yang besar itu, menautkannya ke tanganku yang memegang tepi tempat tidurnya.


"Bahagia kan dia, seperti impianmu yang tertunda." Ujarnya tersenyum tipis pada sang suami. kemudian Bu Suci menatapku lembut


"Aku yakin kamu bisa jadi istri yang baik, sangat baik, seribu persen lebih baik dari aku. aku yakin kamu bisa membahagiakan Abang Armand lahir dan batin " Ujarnya lembut, kini Bu Suci bicara tidak terbata bata lagi.


"Ayah dimulai saja ijab kabulnya." Ujarnya menatap ke arah pria di belakangku.


Astaga.. ya Allah Inikah Takdirmu itu? Tidak menyangka Aku akan menikah dengan Pak Armand.


Karena semua nya sudah disiapkan. Aku dan Pak Armand kini duduk di atas ambal. Di hadapan bed bu Suci. Wanita baik hati itu, menatapku dengan tatapan mata yang berbinar Binar. Wajah tirus nan pucat itu, terlihat sedikit segar. Apa karena aku mau menikah dengan Pak Armand, sehingga bu Suci terlihat bahagia seperti itu?


***


Bagaimana saksi?" ucap pak penghulu.


"SAAAHHH....!"

__ADS_1


"Barakallahu laka wa baraka alaika wa jama’a bainakuma fi khoiir." Ucap orang-orang di ruangan ini secara bersamaan. Ada kedua belah pihak orang tua Pak Armand dan Bu Suci. Pak Hakim Rayhan yang terlihat murung.


Saat para saksi mengatakan sah hatiku berdebar kuat. Syok, aku syok dengan kejadian tak terduga ini. Tanganku bergetar, karena gugup untuk menandatangani berkas-berkas yang sudah ada di depan matak.


Sungguh aku merasa ini sebuah mimpi. Mimpi di siang bolong. Aku tak menyangka akan menikah dengan Pak Armand di sebuah ruangan rumah sakit, tanpa dihadiri oleh keluargaku. Bahkan Akram yang sudah kuanggap sebagai saudara laki lakiku, lari tergopoh gopoh, mengetahui Aku Akan menikah.


"Nak, berikan tanganmu..!" Aku tak tahu siapa wanita yang menarik tanganku ke arah Pak Armand. Aku sungguh tak konsentrasi saat ini, aku linglung. Aku tidak tahu apa yang kulakukan, makanya aku tak menyadari, aku sungguh kalut, di saat Pak Arman akan memasangkan Cincin Di Jari manisku.


"Ayo cium tangan suamimu dek Allda." ujar Bu Suci lemah. Ku tatap sendu Bu Suci, yang terlihat seperti susah menarik napas.


"Bu Suci....!" Saat ingin mencium tangan Pak Armand. Ku lihat Bu Suci, hendak sakratul Maut. Refleks aku bangkit, bergegas ke arah Bu Suci. Yang kini menatap lemah ke arah Pak Armand.


Pak Armand, mendekat kan wajahnya. Membisikkan sesuatu di telinga sang istri.


"La ilaha illallah.."


Bu suci pun menghadap sang Khalik.


Rasulullah saw berkata, 'Siapa pun yang akhir ucapannya (ketika menjelang ajal) kalimat La ilaha illallah maka ia masuk surga'


❤️❤️❤️TAMAT,❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2