KUBIARKAN SUAMIKU SELINGKUH

KUBIARKAN SUAMIKU SELINGKUH
Dia mencintaimu


__ADS_3

Mengetahui Bu Suci masuk rumah sakit. Aku pun berniat menjenguknya. ku ajak mawar temanku ke rumah sakit. Warung sudah Kami tutup, karena Akram sampai sore ini belum pulang juga sejak pergi bersama mantan istrinya tadi. Aku dan Mawar pergi ke rumah sakit dengan naik motor. Aku dibonceng mawar.


Sesampainya di rumah sakit, kami langsung menuju ruangan Bu Suci dirawat. aku sudah tahu di mana ruangannya itu dirawat, karena aku tanyakan ke teman-temanku yang makan di warung kami tadi.


Tok tok tok...


" Assalamualaikum ..!" Ucapku sopan, tanganku bergerak cepat mengelus dadaku yang berdebar-debar, entah kenapa Aku merasa sangat gugup untuk bertemu dengan Bu Suci. Aku perlu mental yang kuat. karena permintaan Bu suci yang ingin menjadikan aku madunya satu bulan yang lalu itu cukup mengganggu pikiranku dan terus terngiyang ngiyang yang di otakku. Permintaan itu sangat cukup mengurus energi.


"Waalaikumsalam.."


Terdengar suara seorang pria menjawab dari dalam dan aku kenal suara itu, itu adalah suara pak Armand.


Saat masuk ke dalam ruang rawat itu, mataku langsung tertuju kepada bu suci, yang terbaring lemah. Ia juga melihat ke arahku dengan mengangkat sedikit kepalanya. Mungkin ia ingin melihatku lebih jelas, Apakah benar aku yang datang?


"Semoga cepat sembuh ya Bu, maaf baru sempat datang sore ini." Ujarku lemah, aku turut prihatin melihat keadaan bu Suci, wanita ini sangat baik hatinya sangat mulia dia juga sangat mencintai suaminya.


" Amin ya robbal alamin...... Terima kasih ku ucapkan kepada Dek Alda, yang sudah meluangkan waktunya menjengukku " Ujarnya dengan mata berkaca-kaca tangannya yang tak diinfus menggenggam tanganku matanya menatap lekat mataku. Sekolah sangat mengharapkan sesuatu padaku.


Ya Allah semoga Bu Suci gak meminta jawaban atas ucapannya sebulan yang lalu. Aku tak siap membahasnya. Aku belum mau nikah lagi. Aku masih traumah.


"Gadis cantik ini siapa Dekat Alda?" Bu Suci menatap ke arah Mawar, yang kini terdiri di sebelahku dengan senyum manisnya. Ya, Mawar sangat cantik, tapi rada rasa bar bar.


"Ini sepupuku Bu." Ku senggol lengan mawar dengan sikuku, mawar pun nyengir kuda dan langsung berbasa-basi menyalami bu suci .


"Hai Bu, nama saya Mawar. Tapi, bukan Mawar Berduri ya..!" ujar Mawar nyengir,, celingak celinguk dengan sok polosnya.


Aduh mawar masih sempat-sempatnya, membuat lelucon di suasana yang sangat mencekam seperti ini.


" Lucu sekali sih kamu dek, udah punya pacar belum?" tanya Bu Suci pada mawar. Kini mawar menunduk malu-malu tepatnya malu-maluin.


" Belum Bu nggak ada yang mau takut sama aku." ujar Mawar cengengesan. Bu Suci ketawa karena tingkah Mawar, begitu juga dengan Pak Armand, yang kini berdiri Sisi bed dekat kaki istrinya itu.

__ADS_1


"Sayang, gimana kalau kita jodohin, Mawar ini dengan Rayhan."


"Sudah, kamu jangan bahas jodoh dulu. Fokus aja dengan kesehatanmu." Ujar Pak Arman tegas. Air mukanya juga kini berubah jadi tegang. Padahal tadi Pak Arman terlihat rileks dan santai.


karena melihat suasana di ruangan itu sudah tidak menyenangkan lagi aku pun pamit pada Bu Suci rasa nya tak ada gunanya berlama-lama di tempat itu.


"Tunggu sebentar Dek Alda. Ada yang ingin ku bicarakan denganmu sekarang!" Bu Suci menahan tanganku aku pun jadi mengurungkan niat untuk pulang. "Dek Mawar, bisa kamu tunggu di luar sebentar. Ada hal penting yang ingin ku sampai kan pada kakakmu." Bu Suci menatap lekat Mawar.


"Oohh.. Iya bu. Tentu." Mawar menunduk kan sedikit kepalanya sembari melirikku. " Kak aku tunggu di warung depan sana ya oke!"


"Iya Dek." Jawab ku pelan.


Mawar keluar dari ruangan itu. Tinggal lah aku beserta pasangan suami istri ini. Aku dilanda gugup saat ini. Situasi ini sangat menegangkan buatku.


"Sayang, persilahkan tamu kita duduk!" ujar Bu Suci menatap Pak Armand, yang masih berdiri di sisi bed.


Pak Arman meraih dua buah kursi plastik, satu kursi ia dekatkan kepadaku, dia memintaku duduk di situ dan dia juga duduk di kursi satunya lagi. kini kami duduk bersebelahan dengan jarak sekitar 1 meter aku di dekat kepala Bu suci sedangkan dia dekat dengan kaki istrinya.


Deg


Deg


Deg


Jantungku berdebar tak berima, karena ucapan Bu Suci yang terkesan memaksakan dan ingin jawaban pasti. Ku lirik Pak Arman, yang duduk di sebelah kananku, sedangkan beliau menatap kesal istrinya saat ini


Haaah....


Aku nggak tahu apa masalah dalam rumah tangga mereka, ku tak mau ikut-ikutan di dalamnya. Aku terjebak dalam kebaikan Bu suci.


"Sudahlah sayang, hal seperti ini tak perlu kita bahas. Kalau kamu ingin aku bahagia seperti yang kamu inginkan. Ya sudah kamu fokus pada kesembuhanmu. Semangat untuk sembuh. Aku sayang kamu, tak mungkin Aku Menduakanmu dalam keadaan sakit seperti ini, cari pengganti lagi. Kamu tak usah kau repot-repot sayang, kalau aku mau, aku bisa mencarinya." Tegas pak Armand penuh rasa kecewa menatap sang istri. Ternyata Pak Arman tidak setuju dengan keinginan istrinya itu.

__ADS_1


"Jadi kamu mau menikah lagi, setelah aku mati. Begitu, begitu ya pak?" Bu suci marah-marah, sudah sakit masih bisa marah.


Hadeuuh... Aku jadi bingung menyaksikan pertengkaran mereka, ingin rasanya pergi dari tempat ini. Aaah kenapa setelah berpisah dengan mas Evan, aku berjumpa dengan orang-orang yang aneh. Cobaan apa lagi ini ya Tuhan.


"Bu, Pak. Aku lebih baik pamit dulu. Maaf ya Bu Suci. Untuk saat ini aku gak mau bahas hal itu lagi. Semoga ibu lekas sembuh. Ku doakan kebahagian untuk ibu sekeluarga." Ujarku lembut, meraih tangan Bu suci. Aku cipika cipiki dengannya. Dan ku Salam Pak Armand tanpa mau melihat wajahnya dengan jelas.


Tanpa menunggu jawaban dari Bu Suci. Aku bergegas keluar dan teriakan Bu Suci membuatku menghentikan langkahku.


"Suamiku menyukaimu sejak dari dulu. Suamiku itu mencintaimu..!"


Deg


Dengan mata yang berbolak balik, ku ingat ingat lagi kalimat yang diucapkan Bu Suci.


Pak Armand mencintaimu? itu cerita nya dari mana? aku saja dengan Pak Armand baru kenal, saat ia jadi kepala sekolah di tempat ku kerja. Koq Ibu Suci bilang sejak dulu.


Aduhh..


Ini keluarga memang buat ribet, dan bingung.


Hehehehee..


Ku menoleh kebelakang dan nyengir kuda. Merasa Lucu dengan kalimat yang diucapkan Bu Suci.


"Aku pamit ya Bu. Assalamualaikum...!" Aku lebih baik, berpura pura budeg. Gak mendengar kalimat yang diucapkan Bu Suci tadi.


Ceklek


Huuffttt..


kutarik nafas panjang sepanjang-panjangnya, saking panjangnya, kakiku sampai berjingkat dan ku hembuskan kasar. Sungguh aku bisa mati kalau lama-lama berada di ruangan itu. Apa yang terjadi dengan keluarga itu? kenapa Bu Suci mengatakan kalau Pak Arman mencintaiku dari dulu?

__ADS_1


Gila, gila... Teriakku dalam hati, berlari menyisiri lorong gedung Rumah Sakit menuju kantin yang dikatakan oleh mawar. tempat ia menungguku. Kata-kata yang tadi ku dengar dari mulut Bu Suci kutepis kuat dari pikiranku.


__ADS_2