Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch102-Klan Ming


__ADS_3

" Benar Patriak, salah satu dari mereka adalah Putri Ming Xiyue." Ucap Tetua Ming Zhu sekali lagi.


Xi Qin sendiri langsung menangis memeluk suaminya. Dirinya begitu merindukan putrinya yang telah lama hilang entah kemana, bahkan semua orang yang berada di Klan Ming mempercayai bahwa Putri Ming Xiyue telah tewas bersama dengan yang lainnya.


Awalnya mereka semua tidak percaya dengan kabar mengenai Ming Xiyue, namun kini mereka semua mengetahui mengapa giok jiwa Ming Xiyue tidak ada pada tempatnya, yang tidak lain adalah ulah salah satu tetua Klan Ming yang ternyata berkhianat kepada mereka dengan menjebak anggotanya sendiri untuk keluar dari persembunyian.


Awalnya, salah satu tetua Klan Ming mengatakan bahwa terdapat tempat yang memiliki sumber daya yang begitu melimpah tidak jauh dari hutan kematian, sehingga beberapa anggota Klan Ming dan salah satunya adalah Ming Xiyue pergi menuju tempat yang di beritahukan oleh tetua tersebut.


Namun yang mereka tidak sadari, ternyata tetua tersebut telah menjadi orang suruhan Klan Tang. Setelah mendengar kabar bahwa anggota Klan dan Putrinya mendapatkan serangan, Ming Li Fang segera menuju tempat kejadian, hanya saja mereka tidak menemukan apapun dan hanya ada bekas pertarungan di tempat tersebut.


Dan anehnya lagi, giok jiwa milik Ming Xiyue tiba-tiba menghilang.


Patriak Ming Li Fang mencoba menenangkan sang istri.


" Sudahlah Qin'er, apakah kau tidak ingin menemui putri kita?"


" Gege benar, ayo kita segera menemuinya." Jawab Xu Qin dengan semangat dan langsung berdiri dari duduknya.


Akhirnya mereka semua segera menuju Aula Klan, sedangkan para anggota Klan Ming yang berjaga di kediaman Patriak sendiri begitu bingung melihat mereka yang keluar dengan terburu-buru.


*********


Di Aula Klan Ming.


Terlihat Ming Xiyue yang sedang duduk begitu gelisah.


" Nona, apa anda merasa tidak nyaman?" Tanya Xu Cang yang berada di sampingnya.


Ming Xiyue hanya diam, lalu beberapa saat kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Xu Cang.


" Emm.. Terima kasih, aku baik-baik saja."


Xu Tian sendiri hanya menatap keduanya, Xu Tian mengetahui bagaimana perasaan Ming Xiyue, setelah sekian lama tidak kembali pasti dia akan memiliki banyak pikiran tentang apa yang harus dia lakukan saat bertemu kedua orangtuanya.

__ADS_1


Hingga tidak lama kemudian, Patriak beserta yang lainnya tiba di Aula Klan.


Saat masuk ke dalam Aula, Xi Qin sendiri hanya diam mematung menatap gadis yang sedang duduk.


Hingga Patriak Ming Li Fang menyadarkannya, Xi Qin segera berlari ke arah gadis tersebut.


" Yue'er..."


" Ibu...."


Keduanya sama-sama berlari, kemudian saling memeluk satu sama lain untuk melepaskan segala kerinduan yang selama ini begitu menyiksa keduanya.


" Yue'er, apa yang terjadi dengan dirimu nak, Ibu sangat merindukanmu, mengapa kamu tidak kembali ke Klan?" Xi Qin menanyakan banyak hal kepada Ming Xiyue.


Ming Xiyue sendiri hanya diam tanpa menjawab, karena dirinya tidak tahu harus menjelaskan dari mana.


Patriak Ming Li Fang sendiri segera mendekat ke arah Istri dan Putrinya.


" Qin'er, sudahlah jangan membuat putri kita kesulitan. Putri kita sudah kembali dengan keadaan baik-baik saja sudah cukup untuk kita."


" Tidak apa-apa bu, Yue'er nanti akan menjelaskan semuanya kepada ibu." Lalu Ming Xiyue mengalihkan pandangannya ke arah ayahnya.


Ming Li Fang pun segera memeluk sang Putri. " Ayah begitu bahagia dapat bertemu kembali denganmu."


" Yue'er juga."


Sedangkan Xu Tian dan rombongannya hanya dapat menyaksikan pertemuan antara anak dan orang tuanya.


" Mohon maaf, jika membuat tuan muda dan lainnya merasa tidak nyaman." Ucap Tetua Ming Zhu yang mendekati Xu Tian, merasa tidak enak.


" Tetua tidak perlu sungkan, karena aku dapat memahami bagaimana perasaan mereka." Ucap Xu Tian dengan tersenyum.


Patriak Ming Li Fang kemudian melepaskan pelukannya, lalu mengalihkan pandangan ke arah Xu Tian dan rombongan.

__ADS_1


Ming Xiyue yang melihat bahwa ayahnya sedang memperhatikan Xu Tian pun kemudian menjelaskan.


" Ayah, Ibu, Tuan muda Xu Tian dan orang-orangnya lah yang telah membantuku dan Tetua Zhu yang sebelumnya mendapatkan serangan."


" Benar Patriak, mereka lah yang telah membantuku saat mendapatkan serangan saat akan kembali ke Klan." Tetua Zhu membenarkan ucapan Ming Xiyue.


Patriak Ming Li Fang pun segera mengucapkan terima kasih, begitupun dengan Xi Qin dan para tetua Klan Ming.


" Terima kasih banyak, karena kalian semua telah membantu putri serta anggota Klan Ming kami. Klan Ming berhutang budi kepada kalian semua." Ucap Ming Li Fang dengan penuh hormat, begitupun yang lainnya.


" Patriak serta yang lainnya tidak perlu merasa berhutang budi kepada kami, karena bagaimanapun membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan kita sudah menjadi sebuah kewajiban, tidak mungkin kita akan menutup mata melihat kejadian yang terjadi di depan mata kita, selagi orang tersebut tidak bersalah maka kami akan membantunya." Ucap Xu Tian dengan tenang, penuh kharisma dan wibawa.


Namun di setiap kata-kata yang terucap seperti sebuah sihir yang membuat semua orang merasa sedang berhadapan dengan seorang penguasa yang memiliki kedudukan sangat tinggi.


Ini adalah salah satu kelebihan dari Teknik Dewa Naga Surgawi yang di pelajari oleh Xu Tian, bagaimana Aura Naga bukan hanya berguna untuk menekan lawan, tetapi juga mampu membuat sang pemilik terlihat seperti seorang penguasa yang berwibawa, tegas, penuh kharisma, dan membuat orang di sekitarnya merasa aman berada di dekatnya.


" Tuan muda memiliki usia yang begitu muda, tetapi sudah memiliki pemikiran yang begitu luar biasa, bahkan jika di bandingkan dengan seorang kaisar sekalipun tuan muda masih berada jauh di atasnya." Ucap Patriak Ming Li Fang dengan tulus.


Semua orang pun menyetujui dengan apa yang di katakan oleh Ming Li Fang.


" Patriak terlalu memuji, aku tidak berani menganggap diriku begitu tinggi. Dengan dapat memastikan bahwa orang-orangku merasa nyaman dan bahagia pun itu sudah lebih dari cukup untuk diriku."


Xu Tian sendiri tidak memperdulikan tentang apa itu jabatan, kekuasaan dan lainnya. Karena tujuannya hanya satu, yaitu menjaga dan melindungi orang-orang yang berarti baginya.


Untuk masalah kekuasaan itu tidak terlalu penting, namun jika suatu saat nanti dirinya menjadi seorang penguasa maka dia akan melakukan yang terbaik.


Semua orang memiliki impian dan tujuannya masing-masing, jika suatu saat nanti mendapatkan sesuatu yang di luar impiannya, maka itu adalah sebuah bonus dari hasil kerja kerasnya.


Namun jangan pernah terlena dengan hal itu semua, dan akhirnya melupakan tujuan hidupnya. Karena begitu banyak orang yang mendapatkan sesuatu yang melebihi ekspektasi kita, kemudian menjadi orang lain yang memiliki sifat serakah karena merasa kurang puas dengan apa yang di milikinya.


Menjadi diri sendiri, dan selalu mengingat bagaimana tujuan kita adalah kuncinya. Karena mau bagaimanapun di atas langit masih ada langit, dan jangan pernah menjadi seekor katak yang berada di dalam sumur hingga tidak mampu memahami luasnya dunia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


1 Chapter nya menyusul ya kak, karena author baru pulang jam 3, setelah seharian sibuk. jadi cuman bisa buat 1 chapter dulu karena udah ngantuk. 1 chapter menyusul siangan.


__ADS_2