
Xu Tian yang sedang berjalan keluar dari dalam ruangan, bertemu dengan Long Hei.
" Tuan muda..."
" Bagaimana?"
" Semua pasukan sudah siap tuan muda. Mereka bahkan sangat bersemangat dengan penyerangan kali ini." Jelas Long Hei dengan cepat.
" Jika begitu, kita akan segera berangkat." Ucap Xu Tian, kemudian meminta Long Hei untuk segera memanggil yang lainnya.
" Baik."
Xu Tian kemudian berjalan keluar untuk menemui pasukan Istana Xufelong. Hingga beberapa saat kemudian Xu Tian tiba di depan Markas.
Terlihat puluhan ribu pasukan yang sedang berbaris dengan rapih. Terlihat juga kobaran api semangat dari setiap pasukan.
" Swusshh...." Xu Tian melesat ke atas langit, lalu berhenti setelah di rasa cukup.
Dengan pandangan ke bawah, Xu Tian melihat semua pasukan yang sedang memberikan hormat kepadanya.
" Aku meminta kesediaan kalian semua untuk bersama-sama berjuang di medan pertempuran, jangan pernah meremehkan lawan, tetap fokus dan saling berkerja sama. Jaga rekan kalian, kita pergi bersama-sama, kembali juga bersama-sama. Angkat senjata kalian, mari kita hancurkan musuh-musuh di depan sana!" Ucap Xu Tian, dengan mengitari pandangannya.
" Hancurkan semua musuh!" Teriak mereka semua dengan semangat yang berkobar.
" Bagus!" Ucap Xu Tian dengan senang.
Tidak lama kemudian, Qing Ling, Feng Louzhi, Long Hei dan dua tetua Klan Xu datang.
" Karena semua telah siap. Kita akan berangkat sekarang!"
" Swusshh...." Xu Tian memimpin pasukan di depan.
" Swusshh..." Pasukan dengan jumlah dua puluh lima ribu, dua jenderal Istana Xufelong, dua tetua Klan Xu, dan wakil pemimpin Istana Xufelong melesat mengikuti Xu Tian di belakangnya.
Mereka semua bergerak menuju bagian Utara Benua Selatan.
Tidak lama kemudian, mereka telah keluar dari kawasan hutan. Xu Tian segera melesat lebih tinggi saat melewati kota.
Para pejalan kaki yang melihat hal tersebut pun menjadi gempar, mereka semua bertanya-tanya tentang tujuan mereka.
" Saudara, apa kalian merasakannya?"
" Aku merasakan, tetapi apa yang terjadi?"
" Sepertinya ini pergerakan pasukan dengan jumlah besar. Meski tidak terlalu jelas, aku masih dapat merasakannya sedikit." Ucap salah satu pria paruh baya.
" Semoga saja bukan sesuatu yang membahayakan keselamatan kita semua."
" Kau benar, semoga saja."
Pihak-pihak yang mengetahui tentang pergerakan yang akan di lakukan Xu Tian dan pasukannya menuju Sekte Racun, juga merasakan hal yang sama seperti yang di rasakan para pejalan kaki.
" Sepertinya tuan muda Tian telah melakukan pergerakan." Ucap salah satu Komandan Kekaisaran menatap ke arah langit.
__ADS_1
" Semoga saja mereka mampu menghancurkan Sekte Racun." Komandan lainnya menimpali, lalu meminta prajurit Kekaisaran yang berkerja sama dengan prajurit kota untuk bersiap menjaga kota.
********
Istana Kekaisaran.
Pergerakan yang di lakukan oleh Xu Tian bersama pasukannya, menggemparkan pasukan Kekaisaran.
Begitu juga dengan Kaisar Meng Li Kai yang tidak menyangka Xu Tian akan bergerak dalam waktu yang singkat.
" Kaisar, apa kita akan berangkat sekarang?" Tanya salah satu Jenderal.
Kaisar Meng Li Kai dan beberapa Jenderal memang berniat untuk datang mengawasi penyerangan tersebut.
" Kita akan bergerak satu jam lagi. Jadi persiapkan diri kalian semua." Ucap Kaisar Meng Li Kai kemudian menuju ke Kamar Istri dan putrinya.
********
Di tempat lain.
" Swushh...." Kilatan cahaya melesat dengan kecepatan rata-rata.
" Tuan muda, kita akan melewati beberapa kota sebelum tiba di kawasan Hutan Racun, tempat di mana Sekte Racun berada." Jelas Feng Louzhi yang berada di samping Xu Tian.
Xu Tian menganggukan kepala. " Berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk tiba di Hutan Racun?"
" Mungkin menjelang malam kita baru tiba di sana." Ucap Feng Louzhi dengan cepat.
" Setelah tiba di kawasan Hutan Racun, kita akan berisitirahat sejenak untuk memulihkan diri. Saat tengah malam baru kita akan memulai penyerangan."
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan dengan menambahkan kecepatan.
Setelah menempuh perjalanan selama empat jam, mereka akhirnya melihat sebuah kota terdekat dengan Hutan Racun.
" Tuan muda, kota Hitam adalah kota kekuasaan mereka, apa kita akan menghancurkan nya juga?" Tanya Feng Louzhi, saat melihat kota Hitam yang berjarak sekitar lima kilometer di depan.
Xu Tian pun melihat kebelakang, memastikan pasukan yang terlihat mulai kelelahan.
" Bagaimana dengan para penduduk kota Hitam? Apa mereka orang-orang Sekte Racun?"
" Benar tuan muda, mereka semua adalah anggota Sekte Racun."
Xu Tian kemudian menghentikan pergerakannya, begitu juga dengan yang lain.
Xu Tian menatap ke arah Long Hei. " Bawa beberapa pasukan untuk menghancurkan kota! Lakukan dengan cepat! Aku akan menunggu di Hutan Racun."
" Baik tuan muda."
Long Hei segera membawa sekitar lima ribu pasukan untuk menghancurkan Kota Hitam, sedangkan Xu Tian dan lainnya kembali melanjutkan perjalanan menuju Hutan Racun.
*******
Kota Hitam.
__ADS_1
Di atas langit, terlihat ribuan pasukan yang berdiri di atas kota.
Long Hei menatap ke bawah dengan tersenyum. " Bersiaplah! Pembukaan pesta kita akan di mulai dengan menghancurkan kota ini!" Ucap Long Hei yang kemudian melesat serangan ke arah gerbang kota.
" Dhuaaarrrr....."
" Bergerak!" Teriak Long Hei memberikan perintah.
" Swusshh...." Pasukan Istana Xufelong segera melesat ke dalam kota dengan melepaskan berbagai serangan.
" Dhuaaarrrr...." Ledakan keras terus terjadi di dalam kota Hitam membuat para penduduk segera melihat ke arah langit.
Di dalam kota.
" Dasar bodoh! Apa mereka tidak mengetahui jika kota ini kekuasaan Sekte Racun." Ucap salah satu penduduk.
" Cih! Sebaiknya kita cegah mereka, jangan sampai kota ini hancur." Yang lainnya menimpali.
Pasukan prajurit kota yang tidak lain anggota Sekte Racun segera mempersiapkan diri untuk melawan pasukan yang di pimpin Long Hei.
Di Istana Kota.
Terlihat lima orang yang sedang duduk bersama, hingga sebuah suara ledakan membuat merek mengerutkan keningnya.
" Tetua, siapa yang berani membuat keributan di dalam kota?"
" Aku juga tidak mengetahuinya."
Tidak lama kemudian, datang seorang prajurit.
" Prajurit, ada apa?" Tanya tetua Sekte Racun yang menjabat sebagai tuan wali kota.
" Tetua, kota ini sedang di serang." Ucap prajurit dengan nafas tidak beraturan.
" Hahahaha...." Kelima tetua Sekte Racun tertawa dengan keras.
" Orang bodoh mana yang menjemput kematian nya sendiri." Ucap tuan walikota.
Mereka semua benar-benar meremehkan pasukan yang sedang menyerang kota Hitam. Hingga tidak lama kemudian, terdengar ledakan yang sangat keras di luar Istana kota.
" B*jingan! Mereka benar-benar mencari kematian!" Teriak salah satu tetua yang segera bangkit berdiri.
" Booms....." Pintu ruangan yang di tempati mereka hancur berkeping-keping.
Hingga tidak lama kemudian, terlihat Long Hei bersama ratusan pasukan Istana Xufelong.
" Apa kalian tidak ingin ikut berpesta?" Tanya Long Hei dengan tersenyum remeh.
" Siapa kalian!" Teriak tuan walikota dengan marah.
Long Hei berjalan mendekat ke arah mereka dengan langkah tenang. Di belakangnya, pasukan Istana Xufelong mengikuti langkah Long Hei.
" Bagaimana jika aku menginginkan kepala kalian untuk di gantung di depan pintu gerbang kota?" Tanya Long Hei dengan menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
" Hahahaha...." Pasukan Istana Xufelong tertawa mendengar ucapan Long Hei.