Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch132-Tiba Di Benua Timur


__ADS_3

Dunia Jiwa.


Di dalam dunia jiwa, Ming Zhou yang baru pertama kali muncul di tempat itu pun merasa begitu bingung, karena tiba-tiba dirinya berada di tempat yang sangat asing untuknya.


Meski merasa bingung, Ming Zhou merasa sangat takjub saat melihat keindahan dunia jiwa dengan tiga bangunan istana yang sangat megah.


Di tambah lagi energi spiritual di dalam dunia jiwa lebih tebal di bandingkan tempatnya berasal.


"Tempat yang sangat indah, bahkan energi spiritual di tempat ini cukup padat." Batin Ming Zhou dengan melihat sekelilingnya.


Tanpa menunggu waktu lama, Ming Zhou pun memutuskan untuk berkultivasi memanfaatkan energi spiritual yang padat.


"Sebaiknya aku berkultivasi, agar tingkat kultivasi ku mengalami peningkatan." Lalu segera mengambil sikap kultivasi.


*********


Di sebuah ruangan, terlihat seorang wanita muda yang menggunakan pakaian berwarna biru muda sedang duduk di depan kaca.


Terlihat wajahnya yang sangat cantik serta anggun, namun kini suasana hatinya begitu berbeda dengan penampilannya.


Rindu, itu lah yang kini sedang wanita muda yang memiliki paras cantik dan anggun itu alami.


Setelah sekian lama tidak pernah dekat dengan seorang pria, namun saat pertama kali dirinya bertemu sosok yang menyelamatkan dirinya dari rasa sakit yang begitu luar biasa, di sini lah cinta dan kasih sayang itu hadir.


Sifat yang dingin terhadap semua pria, kini berubah mencair saat berada di dekatnya.


Dia adalah Qing Ling, wanita yang di sebut sebagai wanita tercantik di benua timur.


"Entahlah, apa yang sedang kamu lakukan di luar sana. Aku hanya dapat berharap kau akan selalu dalam keadaan baik-baik saja." Qing Ling membatin, dirinya bertekad menjadi lebih kuat agar pantas berada di sampingnya.


Tok...Tok...


Qing Ling yang mendengar jika ada yang mengetuk pintu kamarnya pun segera membukakan pintu.


Ceklek..


Terlihat dua gadis kecil berdiri di depan pintu.


"Kakak.." Ucap keduanya bersamaan, saat pintu di buka.


"Mei'er, Shu'er.."


"Kakak, ayo kita sudah di tunggu yang lainnya." Ajak Xu Mei menarik tangan Qing Ling.


"Baiklah, tunggu sebentar." Qing Ling masuk ke dalam kamarnya terlebih dulu.


Tidak lama kemudian, mereka bertiga segera berjalan bersama menemui yang lainnya.


"Kakak." Panggil Xu Mei yang sedang berada di samping Qing Ling.


Qing Ling menatap Xu Mei. "Emm..ada apa?"

__ADS_1


"Apa kakak tidak merindukan kakak Tian?"


Qing Ling tersenyum. " Tentu saja kakak merindukannya."


Mendengar hal itu, Xu Mei dan Han Zishu pun tertawa kecil.


Qing Ling yang melihat kedua gadis kecil itu tertawa pun merasa bingung. "Kenapa kalian berdua tertawa hem...?"


"Tidak kak, hanya saja tanpa kakak menjawab pun kita berdua sudah tahu." Ucap Xu Mei dan Han Zishu bersamaan, di sertai tawa yang semakin keras.


Mendengar ucapan keduanya, membuat Qing Ling menjadi salah tingkah.


"Apa aku terlalu terlihat jika sedang merindukannya?" Qing Ling membatin.


Akhirnya mereka berjalan dengan di penuhi tawa dari kedua gadis kecil yang terus saja menggoda Qing Ling. Sedangkan Qing Ling sendiri hanya menggelengkan kepala melihat keduanya.


Hingga tidak lama kemudian, mereka bertiga tiba di Aula Keluarga.


Terlihat di dalam ruangan kini telah hadir banyak orang. Kaisar Qing Jiang bersama keluarga, begitupun Xu Yuan. Terlihat juga kehadiran kakek dan nenek Xu Tian.


Semua orang menatap kedatangan ketiganya dengan senyum, lalu meminta mereka untuk menuju tempat duduk yang sudah di sediakan.


Setelah Qing Ling, Xu Mei, dan Han Zishu duduk pada tempatnya, kemudian Kaisar Qing Jiang mulai membuka pembicaraan.


"Karena putri saya telah hadir, maka kita akan segera membahas rencana pertunangan yang akan kita lakukan untuk keduanya."


"Emm...ayah-"


Mendengar hal itu, akhirnya Qing Ling hanya menganggukan kepala setuju tentang rencana pertunangan antara dirinya dan Xu Tian.


Mereka pun akhirnya mulai menyampaikan pendapat tentang hari yang akan mereka pilih untuk acara pertunangan itu.


Hingga pada akhirnya, mereka semua setuju akan mengadakan pertunangan dua hari setelah Xu Tian kembali dari benua tengah.


"Karena kita telah menentukan harinya, lalu bagaimana dengan tema acara yang akan kita gunakan?" Tanya Yan Li Wei.


Lin Hua tersenyum kecut. "Aku tidak yakin jika putraku akan menyetujui hal ini."


"Emm..benar kata ibu Lin, dia tidak akan menyukai hal seperti itu." Timpal Qing Ling.


"Tidak masalah, karena ini hanya pertunangan, jadi kita tidak perlu untuk membuat pesta yang terlalu mewah. Namun saat nanti hari pernikahan kalian, maka harus menjadi pernikahan termewah." Ucap Kaisar Qing Jiang. semua orang pun setuju dengan ucapan Kaisar Qing Jiang.


Mereka semua pun terus mengobrol tentang hal lainnya.


*******


Perbatasan Benua.


Saat ini Xu Tian telah berada di perbatasan, terlihat beberapa prajurit yang sedang berada di tempat itu.


"Swushh..." Xu Tian turun kebawah.

__ADS_1


Prajurit segera bersiap siaga, hingga saat mereka melihat jika orang yang datang adalah Xu Tian, mereka segera memberikan hormat kepadanya.


"Tuan muda." Sapa seorang komandan.


"Kalian sudah berkerja dengan keras." Kemudian Xu Tian memberikan cincin penyimpanan kepada komandan yang menyapanya.


"Tuan muda-.."


"Terimalah, anggap saja itu hadiah untuk kalian semua." Xu Tian dengan tersenyum, kemudian segera pamit kepada mereka semua.


"Baiklah, aku akan segera menuju istana."


"Terima kasih banyak tuan muda." Ucap mereka semua dengan senang penuh hormat pada sosok Xu Tian.


Mereka semua begitu menyukai sifat Xu Tian yang ramah, baik, dan tidak memandang rendah orang lain.


Maka dari itu mereka semua begitu menghormati sosok Xu Tian.


"Tuan muda begitu baik, sangat cocok dengan putri Qing Ling." Ucap salah satu prajurit.


"Kau benar." Ucap yang lainnya menyetujui.


Kabar mengenai kedekatan di antara keduanya memang sudah di dengar oleh semua orang yang berada di Ibu kota.


Namun mereka belum mengetahui jika akan di adakan pertunangan di antara keduanya.


Xu Tian terus melesat menuju istana kekaisaran. Hingga tidak lama kemudian dia tiba di depan gerbang.


"Tuan muda." Ucap prajurit saat melihat Xu Tian, kemudian segera membukakan gerbang.


"Terima kasih." Kemudian Xu Tian segera masuk ke dalam istana.


Xu Tian segera memberikan kabar kepada kedua bawahnya untuk mengumpulkan anggota Faksi yang berada di ibu kota.


*********


Di tempat lain, saat ini Feng Louzhi dan Long Hei sedang bersantai menikmati araknya.


Hingga tidak lama kemudian, tiba-tiba batu komunikasi yang berada di dalam cincin penyimpanan Feng Louzhi bergetar.


"Saudara, apa ada kabar dari tuan muda?" Ucap Long Hei dengan penasaran.


"Sepertinya memang Tuan muda." Lalu segera memeriksa batu komunikasi.


Hingga beberapa waktu kemudian, Feng Louzhi selesai mendengarkan pesan yang di berikan oleh Xu Tian.


"Saudara." Ucap Feng Louzhi menatap Long Hei.


"Baik." Mengerti jika pesan yang di sampaikan oleh Xu Tian penting, Long Hei pun tidak banyak bertanya lagi kepada Feng Louzhi.


Lalu mereka berdua segera menghilang dari tempatnya.

__ADS_1


"Swushh....."


__ADS_2