Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Bab 218. Ular Berkepala Tiga


__ADS_3

Satu hari terlewati, Xu Tian yang berada di dalam dunia jiwa segera menyudahi kultivasinya.


" Sebaiknya aku membersihkan diri terlebih dahulu."


Beberapa waktu kemudian, Xu Tian telah rapih dengan menggunakan pakaian berwarna merah bercorak naga, dirinya melangkahkan kaki keluar dari istana naga.


" Semoga saja bukan hal yang merepotkan." Batin Xu Tian saat mengingat kejadian beberapa saat yang lalu.


Kemudian dengan segera bergerak menuju tempat di mana telur yang sebelumnya dia temukan.


" Swusshh...."


Hingga tidak lama kemudian akhirnya Xu Tian telah tiba di tempat tersebut.


" Apa yang sebenarnya terjadi?" Xu Tian dengan bingung memperhatikan keadaan telur tersebut dengan seksama.


" Tidak ada hal yang aneh, sepertinya aku harus menanyakan hal ini kepada kakek atau nenek. Mungkin saja mereka mengetahuinya." Batin Xu Tian, yang kemudian segera pergi dari tempat tersebut.


**********


" Swusshh...." Tubuh Xu Tian muncul di atas bukit yang sebelumnya dia tempati.


Dengan segera dirinya menghilangkan formasi yang sebelumnya dia pasang. Lalu kembali bergerak ke arah timur.


Baru saja Xu Tian bergerak sejauh lima kilometer, tiba-tiba Xu Tian merasakan aura yang cukup besar berada di ujung sungai yang dia lewati.


" Sungai yang cukup aneh, terlihat tenang namun memiliki bahaya yang begitu besar di dalamnya." Batin Xu Tian dengan mengawasi tempat di sekitarnya.


Matanya yang tajam terus mencari tahu tentang kekuatan yang tersembunyi di dalam sungai tersebut.


" Sumberdaya tingkat tinggi akan selalu berada di tempat berbahaya, tidak ada salahnya aku mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya ada di dalam sungai ini." Xu Tian kemudian melesat mendekati pinggiran sungai.


" Swusshh...." Xu Tian berada di pinggir sungai, lalu mencoba mencari sumber energi besar tersebut dengan menyebarkan persepsinya.


" Dhuaaarrrr...." Tubuh Xu Tian terlempar hingga lima meter.


Dengan cepat Xu Tian berdiri kembali. " Andai saja kekuatan jiwaku lemah, saat ini pasti aku akan terluka dengan parah." Xu Tian dengan ngeri.


Hingga tiba-tiba air sungai yang sebelumnya terlihat tenang kini muncul riak.

__ADS_1


Xu Tian yang melihat hal itu kembali mundur mencari tempat, dirinya merasakan bahaya besar akan terjadi.


" Cih! Selalu saja bersikap seperti pengecut!" Xu Tian merasa kesal dengan dirinya yang selalu bersembunyi saat merasakan kekuatan besar.


Andai saja dirinya memiliki kemampuan yang lebih tinggi, mungkin dia sudah memutuskan untuk masuk ke dalam sungai dan mencari tahu rahasia apa yang ada di dasar sungai.


Hingga tidak lama kemudian dari dalam sungai keluar seekor ular besar berkepala tiga yang masing-masing kepala menggunakan hiasan batu giok berbeda warna hijau, merah dan kuning.


" Hewan buas tingkat Holly Emperor." Batin Xu Tian dengan terdiam di tempatnya tanpa berani bergerak sedikitpun.


Di sungai sendiri mata ular yang tajam mengawasi tempat di sekitarnya dengan penuh kemarahan.


" Sasstttt....." Ular tersebut berdesis dengan mengeluarkan lidahnya.


Xu Tian yang melihat ular itu masih berdiam diri sibuk dengan pikirannya sendiri.


" Jika aku mampu mengalahkannya, maka kesempatan untuk kembali naik tingkat akan semakin mudah. Bisa saja setelah itu aku dapat keluar dari tempat ini lebih cepat sebelum waktu yang sudah di tentukan sebelumnya." Xu Tian dengan mencoba mencari cara untuk mengalahkan ular berkepala tiga itu.


Tidak lama kemudian Xu Tian mulai bergerak mencari tempat, matanya yang tajam fokus mencari ide untuk mempermudah dirinya mengalahkan ular berkepala tiga itu.


Sedangkan di atas air sungai ular berkepala tiga terus mengeluarkan desisnya mencari aura yang sebelumnya dia rasakan.


Terlihat beberapa hewan buas yang berjarak lima kilometer dari tempat itu berlarian menjauh.


" Kawanan hewan buas yang memang hidup di tempat ini saja tidak berani datang ke tempatku, sedangkan manusia lemah sepertimu dengan lancang terbang di atasnya. Tunjukan dirimu atau aku akan menghancurkan tempat ini!" Ular berkepala tiga mengancam sosok yang sebelumnya dia rasakan kehadirannya.


Xu Tian yang sedang bersembunyi dengan tenang mendengarkan teriakan kemarahan ular tersebut, hingga tidak lama kemudian terbit senyum tipis dari wajah tampannya.


" Tidak buruk, Naga memiliki darah lebih murni di bandingkan seekor ular, jika aku tidak mampu mengalahkannya maka tidak dengan darah yang mengalir di tubuhku." Xu Tian dengan tersenyum, lalu keluar dari tempat persembunyiannya.


" Swusshh....." Sosoknya muncul lima puluh meter dari tempat ular berkepala tiga yang menatap tajam kedatangannya.


" Akhirnya kau menunjukkan dirimu juga, aku kira semua manusia lemah sepertimu hanya mampu berlindung saja dan menunggu kematian datang dengan sendirinya." Ular berkepala tiga berbicara dengan nada arogan.


" Akhirnya aku dapat melihat seekor ular rendahan sepertimu di tempat ini, aku pikir ular rendahan sepertimu hanya mampu bersembunyi saja dan tidur dengan nyenyak tanpa melakukan apapun." Balas Xu Tian tidak mau kalah mencoba memprovokasi ular berkepala tiga.


Mendengar ucapan Xu Tian membuat ular berkepala tiga begitu marah, apalagi saat Xu Tian mengatakan jika dirinya ular rendahan.


" Hahahaha.... Andai saja dua orang itu tidak mengurung dan melukaiku dengan parah, mungkin saat ini aku akan tetap menjadi seorang penguasa."

__ADS_1


" Oh... Aku baru mendengar jika seorang penguasa dapat di kalahkan dan di kurung di tempat antah berantah seperti ini. Tidak salah jika aku memiliki pemikiran jika dirimu hanyalah seekor ular rendahan yang lemah."


Ular berkepala tiga terdiam menyadari kebodohannya, selama ini dia selalu tidak ingin membahas kejadian kelamnya itu.


Ular berkepala tiga menatap Xu Tian dengan tajam.


" Kau sudah mengetahui banyak tentang diriku, hanya kematian yang pantas kau terima setelah mendengarnya." Ular berkepala tiga kemudian melepaskan racun dari salah satu kepalanya.


Xu Tian yang melihat hal itu, segera bergerak menghindari racun berwarna hijau tersebut.


" Swusshh." Xu Tian bergerak dengan terus melemparkan api-api kecil di sekitar tempat yang dia lewati.


Ular berkepala tiga yang melihat apa yang di lakukan Xu Tian mendengus dengan kesal, lalu meningkatkan serangannya lebih cepat dari sebelumnya.


" Swusshh..." Xu Tian bergerak zig-zag mendekati ekor ular berkepala tiga.


Saat jaraknya hanya tersisa lima meter, tiba-tiba ular berkepala tiga terbang ke atas dengan mengayunkan ekornya ke arah Xu Tian.


Xu Tian sendiri hanya tersenyum melihat hal itu. Kemudian melepaskan Tapak Dewa Naga mengahalau serangan ekor ular berkepala tiga.


" Dhuaaarrrr...." Kedua serangan saling bertabrakan memukul mundur keduanya.


Xu Tian segera melesat kembali melepaskan serangan tapak secara terus-menerus.


" Dhuaaarrrr...."


" Dhuaaarrrr....."


Suara ledakan akibat kedua serangan yang saling bertabrakan terus terdengar membuat air sungai seperti ombak.


Kawanan hewan buas semakin bergerak menjauh dari pusat pertempuran itu untuk menyelamatkan diri mereka.


" Dhuaaarrrr....." Xu Tian terlempar belasan meter saat ular berkepala tiga menambahkan kekuatannya.


" Cih!" Xu Tian mendengus kesal, lalu segera bangkit kembali menggunakan tombak naga di tangannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Buat yang mau bisa mampir ke karyaku yang baru. REINKARNASI PENDEKAR DEWA NAGA. Klik profil aja.

__ADS_1


Di saat-saat seperti ini istirahat yang cukup adalah pilihan saya, jadi mohon maaf jika up berantakan. Stay safe & stay healthy


__ADS_2