
Setelah menguras semua harta dan sumber daya yang ada di Sekte Elang Hitam, semua orang kini sedang berkumpul di depan gerbang Sekte Elang Hitam yang telah hancur.
Xu Tian dan Jenderal Kun berdiri di barisan terdepan, begitupun An Xialin dan Tetua Agung An.
" Karena semua urusanku di kota ini sudah selesai, maka aku akan melanjutkan perjalananku kembali." Ucap Xu Tian, kepada mereka semua.
Mendengar jika Xu Tian akan segera pergi, semua orang yang berada di tempat tersebut pun merasa tidak rela.
" Tuan muda, sebaiknya tuan muda beristirahat terlebih dulu di kota Chuan untuk beberapa hari kedepan." Ucap An Xialin, dengan menatap ke arah Xu Tian.
Jenderal Kun dan Tetua Agung An pun menyetujui apa yang di katakan oleh An Xialin.
" Apa yang di katakan oleh Nona muda benar, sebaiknya tuan muda ikut kembali menuju kota Chuan terlebih dulu." Tetua Agung An menimpali.
Xu Tian tersenyum." Sebelumnya aku ucapkan terima kasih, namun aku harus segera pergi karena ada sesuatu yang harus aku kerjakan."
Xu Tian sendiri berniat akan melakukan latihan tertutup untuk meningkatkan kekuatannya, setelah itu baru dia akan kembali melanjutkan perjalanan menuju Kota Dong.
Dari informasi yang di katakan oleh Jenderal Kun sebelumnya, bahwa dunia kecil yang akan terbuka berada di kota Dong.
Jarak kota Dong sendiri membutuhkan waktu sekitar satu minggu perjalanan, maka dari itu Xu Tian akan memaksimalkan waktu sebaik mungkin untuk segera meningkatkan kekuatannya.
Untuk keberadaan putri walikota sendiri tidak ada yang mengetahuinya, namun Xu Tian meyakini jika putri walikota masih hidup.
Saat pertarungan sendiri, Xu Tian tidak melihat keberadaan tetua yang membawa pergi putri walikota dari istana kota Chuan.
Bisa saja putri walikota telah berhasil melarikan diri, atau tetua yang bersamanya telah membantu putri walikota untuk tetap bertahan hidup.
" Tuan muda, lalu bagaimana dengan harta dan sumber daya yang telah kita peroleh?" Tanya Jenderal Kun, dengan menatap Xu Tian yang sudah memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya.
" Semua itu milik kalian, gunakanlah untuk membangun kota Chuan menjadi kota yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Dan aku berharap kota Chuan memiliki walikota yang benar-benar tegas dan berjiwa besar, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi."
" Tuan mud-..."
" Jangan memintaku untuk menentukan siapa yang layak menjadi walikota kota Chuan, aku berharap kepada kalian mampu menentukan pilihan kalian sendiri karena bagaimanapun aku hanyalah orang yang tidak sengaja melewati kota Chuan." Ucap Xu Tian, yang telah mengetahui kemana arah pembicaraan yang akan di lakukan oleh Jenderal Kun.
Jenderal Kun pun menganggukan kepala pasrah.
" Bahkan aku belum mengatakan apapun, namun tuan muda telah mengetahuinya." Jenderal Kun membatin.
" Sepertinya sudah waktunya aku untuk kembali melanjutkan perjalananku." Ucap Xu Tian menatap semua orang.
" Tuan muda, kami harap tuan muda tidak melupakan kota Chuan dan kami semua." Ucap Jenderal Kun, dengan raut wajah sedih.
" Jenderal tenang saja, jika ada waktu aku akan kembali mengunjungi kalian semua." Ucap Xu Tian, kemudian segera berpamitan kepada semua orang.
Setelah berpamitan kepada mereka semua, Xu Tian segera melesat pergi.
Semua orang menatap kepergian Xu Tian dengan perasaan tak menentu, antara sedih, bahagia dan juga kagum penuh hormat.
__ADS_1
" Semoga kita dapat bertemu kembali, meski aku hanya mampu mengagumi dirimu." An Xialin membatin, dengan menatap ke arah di mana Xu Tian pergi.
Tetua Agung An yang melihat raut wajah An Xialin pun mengetahui apa yang di rasakan oleh nona mudanya.
" Baru kali ini nona muda tertarik dengan lawan jenisnya, hanya saja keberuntungan tidak memihaknya."
Setelah sosok Xu Tian menghilang dari pandangan, mereka semua pun segera melanjutkan perjalanan untuk kembali menuju Kota Chuan.
*************
Di tempat lain.
" Swushh..." Kilatan cahaya emas melesat dengan kecepatan tinggi.
" Aku harus segera tiba di kota Yan sebelum malam tiba." Ucap Xu Tian membatin, kemudian segera menambah kecepatan terbangnya.
Hingga tidak lama kemudian, dari atas langit dirinya dapat merasakan beberapa pasang mata yang mengawasi dirinya dari tempat tersembunyi.
Xu Tian yang merasa jika kekuatan mereka hanya berada di Ranah Kaisar dan yang tertinggi Nirwana 3 pun hanya bersikap cuek dan terus melesat tanpa memperdulikan mereka semua.
" Tetua..." Ucap salah satu orang yang berada di tempat tersembunyi, dengan bergerak mengikuti Xu Tian dari jarak jauh.
" Kau benar, sepertinya dia menyembunyikan kekuatan sejatinya." Ucap pria paruh baya yang memimpin kelompok tersebut.
" Apa kita akan terus mengikutinya?"
Kelompok yang berjumlah lima orang itu pun terus bergerak mengikuti Xu Tian dengan menjaga jarak.
Xu Tian yang merasa terus di ikuti pun mulai merasa tidak nyaman. " Apa yang ingin mereka lakukan sebenarnya, Baru saja aku ingin beristirahat dengan tenang."
Karena merasa tidak nyaman, Xu Tian pun melepaskan aura miliknya.
" Aura Dewa Naga! "
" Swushh...." Aura yang begitu besar muncul, membuat kelompok yang mengikuti dirinya begitu kaget.
" Tetua... sepertinya keberadaan kita telah di ketahui olehnya."
" Tenanglah..."
" Tap-...."
Belum sempat menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba datang gelombang petir yang begitu besar ke arah mereka.
" Menghindar!" Perintah Tetua yang memimpin kelompok tersebut.
" Swushh.... Swushh..." Kelimanya pun segera melesat menghindari gelombang petir tersebut.
Xu Tian yang melihat hal itu pun segera menambah kecepatannya.
__ADS_1
" Swushh....." Xu Tian melesat ke arah Utara dengan kecepatan dua kali lipat dari sebelumnya.
" Dhuaaarrrr...." Gelombang petir yang di lepaskan oleh Xu Tian sebelumnya pun menghancurkan area di sekitarnya.
" Mengerikan.." Ucap salah satu dari kelompok tersebut yang memiliki tingkat kultivasi paling rendah.
" Yan Ji..." Ucap Tetua yang memimpin kelompok.
" Tetua Zo, tenanglah.. aku baik-baik saja."
" B*jingan! Apa dia ingin membunuh kita!" Teriak salah satu pemuda yang berada di kelompok itu dengan marah.
Kemudian berniat mengejar Xu Tian, namun Tetua yang di panggil Tetua Zo segera mencegahnya.
" Yan Thang! Hentikan, kau bukan lawan nya!"
" Tetua Zo benar, jangan bertindak gegabah. Tujuan kita di tempat ini hanya mengawasi siapa saja yang bergerak memasuki Kota Yan." Ucap Yan Ji dengan tenang, karena tugas mereka hanya menjaga wilayah perbatasan.
" Sebaiknya kita segera melaporkan masalah ini kepada Patriak, aku yakin jika dia memiliki latar belakang yang kuat." Ucap Tetua Zo, menatap keempat orang lainnya.
" Benar, jangan sampai kita menyinggungnya."
" Cih...." Dengus Yan Thang, yang masih tidak terima dengan apa yang di lakukan oleh Xu Tian sebelumnya.
********
Di tempat lain, Xu Tian dengan tenang terus melanjutkan perjalanannya.
" Sepertinya mereka sudah tidak mengikutiku.." Xu Tian membatin, kemudian segera menambah kecepatannya.
Hingga tidak lama kemudian, dirinya dapat melihat sebuah kota yang cukup indah dengan dinding kota yang memiliki tinggi sekitar sepuluh meter.
Xu Tian pun segera memperlambat kecepatan terbangnya, hingga saat jarak antara gerbang kota dan dirinya berada sekitar seratus meter, Xu Tian segera turun kebawah.
Dengan tenang dirinya berjalan menuju gerbang kota.
" Tuan muda.. tunjukan tanda pengenal." Ucap penjaga gerbang.
" Baik..." Xu Tian segera memberikan lencana Klan Xu.
Namun tiba-tiba datang sekelompok yang mendahului dirinya.
" Pergilah! Tuan muda kami ingin memasuki Kota Yan.." Seorang Prajurit dengan mendorong tubuh Xu Tian.
Xu Tian yang melihat hal itu pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
1 Chapter ya kak . 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
__ADS_1