
Di dalam Goa Xu Tian yang baru saja menyelesaikan kultivasinya merasakan sebuah energi yang cukup besar berasal dari dalam hutan segera saja keluar untuk melihat keadaan para saudaranya.
Saat berada di luar Goa Xu Tian melihat ke arah para saudara-saudarinya yang sedang duduk di bawah pohon namun Xu Tian tidak melihat keberadaan Xu Cang dan Xu Jin raut wajahnya langsung berubah.
" Saudara apa saudara Cang dan Xu Jin berada di bagian dalam hutan?" Tanya Xu Tian.
" Saudara benar mereka berdua sedang berburu." Jawab Xu Lou.
" Sial.. Semuanya ikuti aku!" Xu Tian memberikan perintah lalu segera saja bergerak dengan kecepatan penuh memasuki hutan lebih dalam ke tempat energi yang dia rasakan.
" Semoga kalian baik-baik saja." Ucap pelan Xu Tian mengkhawatirkan mereka berdua.
Sedangkan saudara yang lainnya terlihat bingung dengan tingkah laku Xu Tian yang begitu khawatir serta terburu-buru, memang para saudara Xu Tian tidak dapat merasakannya karena kekuatan jiwa dan persepsi mereka masih belum mampu menjangkau jarak yang cukup jauh namun berbeda dengan Xu Tian yang memiliki kekuatan jiwa yang cukup tinggi hingga persepsinya mampu menjangkau jarak sekita 5km saat dia menggunakan kekuatan jiwanya.
Meski jarak Xu Tian dengan energi tersebut lebih dari 5km tetapi Xu Tian masih sedikit merasakan secara samar bahwa ada kekuatan yang cukup besar di sana.
Di Dalam Hutan.
" Rooaaarrrghhh... "
" Saudara apa yang harus kita lakukan." Ucap Xu Jin melihat kearah Xu Cang.
" Saudara tenanglah aku yakin pasti ada jalan, saudara harus ingat apa yang di katakan oleh saudara Tian untuk selalu tenang dalam menghadapi apapun." Xu Cang yang mengingat ucapan Xu Tian.
" Saudara benar." lalu Xu Jin mulai agak sedikit tenang.
" Saudara aku akan mencoba mengalihkan perhatian nya dan saudara coba lah untuk segera pergi dan beritahu yang lainnya." Ucap Xu Cang memutuskan untuk menahan Naga tersebut agar Xu Jin dapat pergi.
" Aku tidak mau! Jika saudara tidak pergi aku pun tidak akan pernah pergi." Jawab Xu Jin tegas karena tidak ingin mengorbankan saudaranya sendiri.
" Xu Jin tidak ada tawar menawar segera ikuti apa yang aku katakan!" Dengan suara meninggi dan tegas.
" Aku tidak perduli kau akan membenciku atau tidak suka terhadapku tetapi aku tidak akan pernah meninggalkan saudaraku sendiri."D engan nada yang tak kalah tinggi.
" Baiklah jika itu keinginanmu maka kau jangan sampai mati!." Ucap Xu Cang lalu mulai bergerak kedepan.
" Kau juga!." Balas Xu Jin mengikuti Xu Cang bergerak.
" Hahahaha... Manusia lemah!!" Ucap sang Naga.
__ADS_1
" Aku tidak tahu mengapa Naga sepertimu berada disini dan kami juga tidak mengganggu dirimu lalu mengapa kau menyerang kami.!" Ucap Xu Cang yang begitu kesal terhadap naga tersebut.
" Kalian sudah berani memasuki kawasanku artinya kalian sudah mengganggu ketenangan ku manusia!" Ucap Sang Naga lalu mulai melancarkan serangan ke arah Xu Cang dan Xu Jin.
" Saudara menghindar.!" Teriak Xu Cang.
" Boooommmsss.... " Namun Xu Jin telat untuk menghindari serangan tersebut.
" B*jingan..!!!!" Teriak Xu Cang saat melihat Xu Jin terlempar lalu dia segera saja mengeluarkan Pedang tingkat raja dari cincin penyimpanan.
" Pedang Petir - Gelombang Petir!.." sebuah energi petir menyelimuti pedang kemudian energi tersebut bergerak seperti gelombang air ke arah Sang Naga.
" Serangan sampah..!!" Lalu Sang Naga menghancurkan serangan tersebut kemudian bergerak ke arah Xu Cang.
" Mati kau manusia..!!!" Mengayunkan cakarnya ke arah Xu Cang namun beberapa meter lagi serangan tersebut mengenai Xu Cang tiba-tiba sebuah pertahanan terbuat dari tanah muncul di depan Xu Cang.
" Langkah Bayangan." Xu Jin bergerak cepat membantu menyelamatkan Xu Cang dari serangan sang naga lalu membawanya mundur.
" Saudara terimakasih." Ucap Xu Cang.
" Simpan terimakasihmu untuk nanti saudara." Ucap Xu Jin yang merasa mereka berdua belum aman.
" Kau benar... Jika begitu aku akan mengucapkan rasa terimakasih ku ini setelah kehidupan kita selanjutnya." Xu Cang dengan senyum yang merasakan apa yang di rasakan Xu Jin.
" Hahahaha saudara benar.." tertawa seperti orang kehilangan akal " Saudara mari kita lakukan semampu kita." Lanjut Xu Cang yang sudah tidak perduli kepada hidupnya.
" Hahaha... Mari saudara." Lalu mereka berdua maju menyerang kembali.
"Boooommmsss...." Mereka berdua kembali terlempar dengan luka yang cukup parah bahkan darah segar keluar dari hidung dan mulut mereka.
" Manusia apa kalian sudah menyerah?" Sang Naga mengejek mereka berdua.
" Cih.. lebih baik kami mati dari pada harus menyerah kepada naga jelek sepertimu." Jawab mereka berdua.
" Manusia Kalian berdua terlalu naif..!! Mati...!!!. Lalu sang naga maju menyerang ke arah mereka berdua.
" Kau yang begitu naif ingin membunuh saudaraku..!!!!" Teriak sebuah suara tiba-tiba muncul menghalau serangan tersebut.
" Booommss..." Serangan tersebut beradu membuat kepulan asap yang menghalangi pandangan dan membuat naga tersebut kaget karena ada yang menahan serangannya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat kemudian asap yang menghalangi pandangan mereka menghilang, terlihat seorang pemuda tampan menggunakan pakaian berwarna putih berdiri di tengah-tengah mereka.
" Saudara Tian.." Ucap Xu Cang dan Xu Jin bersama dengan senang.
" Saudara pulihkan diri kalian berdua, saudara yang lainnya akan segera tiba." Xu Tian menoleh ke arah saudaranya lalu memberikan sebuah pil.
" Siapa kau!" Ucap Sang Naga saat melihat Xu Tian karena dia tidak menyangka ada yang mampu menahan serangannya bahkan membuat nya sedikit tertekan.
" Kau tidak perlu tahu siapa aku. Yang harus kau tahu siapa saja yang mencoba melukai orang-orangku harus mati.!" Suara Xu Tian dengan tegas saat melihat bagaimana keadaan saudaranya yang begitu terluka dengan parah.
Jika dia terlambat sedikit saja mungkin saudaranya sudah di pastikan akan kehilangan nyawanya dan Xu Tian akan merasa begitu bersalah karena tidak mampu menjaga orang-orangnya.
Xu Tian kemudian mengeluarkan seluruh Aura Naga miliknya sebuah aura emas menyelimuti tubuhnya yang membuat sang Naga langsung tertekan.
Tidak lama kemudian semua saudaranya datang ke tempat tersebut dengan ekspresi kaget namun saat melihat bagaimana keadaan kedua saudaranya mereka semua terlihat begitu marah dan sedih.
" Saudari Meng Saudari Ying segera bantu mereka, aku dan saudara lainnya akan mencoba membantu saudara Tian." Ucap Xu Feng lalu segera bergerak ke arah Xu Tian bersama yang lainnya.
" Baik.." jawab mereka berdua lalu segera membantu Xu Cang dan Xu Jin.
" Saudara bagaimana kalian sampai bisa bertemu dengan Naga tersebut." Tanya Xu Ying dengan sedih melihat luka mereka.
" Saudari ceritanya begitu panjang." Jawab Xu Cang dengan lemah.
" Baik jika begitu segera pulihkan diri kalian kami berdua akan membantunya." Ucap Xu Meng lalu membantu menyembuhkan luka mereka begitupun Xu Ying.
Di tempat Xu Tian kini sudah ada saudara yang lain berdiri di sampingnya.
" Kalian tetap berada di belakangku untuk melindungi saudara yang terluka dan juga Xu Meng dan Xu Ying yang sedang membantunya, biar aku yang menghadapinya." Ucap Xu Tian karena saudara yang lainnya bukanlah lawan naga tersebut jadi dia tidak ingin membuat ada saudaranya yang kembali terluka.
" Tapi saudara.."
" Lakukan apa yang aku perintahkan!" Dengan tegas memotong ucapan Xu Feng.
" Baik... Jika begitu saudara hati-hati." Ucap Xu Feng yang mengerti maksud Xu Tian dan mereka juga tidak ingin mengganggu konsentrasi Xu Tian nantinya.
Meskipun Xu Tian masih berada pada Ranah Raja tingkat 4 setelah naik tingkat tetapi dia merupakan pembudidaya Manual teknik Dewa Naga Surgawi yang merupakan manual seorang Kaisar Naga bahkan untuk saat ini sudah tidak ada lagi yang menggunakan manual tersebut.
Xu Tian dan Naga tersebut kini saling berhadapan sekitar 10meter jaraknya,
__ADS_1
Xu Tian bahkan kini telah menggunakan tubuh dewa naganya yang baru 10%.
" Kauu....."