Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch195-Lantai Dasar Penginapan


__ADS_3

Satu hari kemudian.


Dunia Jiwa.


Xu Tian yang berada di Istana Naga kemudian keluar menuju tempat di mana telur yang sebelumnya dia dapatkan berada.


Dengan segera Xu Tian melesat menuju selatan dunia jiwa.


Beberapa saat kemudian, Xu Tian tiba yang langsung di sambut oleh Jin Kai.


" Tuan muda." Jin Kai menatap Xu Tian dengan hormat.


" Jin Kai, apa telur ini menunjukkan reaksi?" Tanya Xu Tian, dengan menatap ke arah telur.


" Tidak ada tuan muda, hanya saja aura dingin yang di keluarkan lebih kuat dari pertama kali tiba di dunia jiwa." Jelas Jin Kai.


" Terima kasih, jika begitu kau boleh kembali."


" Baik tuan muda." Jin Kai kemudian pergi meninggalkan Xu Tian untuk kembali melanjutkan tugasnya memanen buah-buahan yang sudah matang.


Xu Tian kemudian mendekat ke arah telur, dengan menyelimuti tubuhnya dengan aura panas untuk menahan aura dingin yang di keluarkan.


Dengan tenang dirinya mencoba mencari tahu tentang telur itu.


" Sepertinya memang masih membutuhkan waktu yang cukup lama. Meski sudah terlihat retakan, namun kulit cangkang nya cukup kuat dan terlihat sangat keras." Ucap Xu Tian pelan, dengan memperhatikan secara seksama.


" Sebaiknya aku membuat formasi ruang dan waktu, agar lebih mempersingkat waktu penetasan nya." Kemudian Xu Tian segera membuat segel tangan dengan kecepatan tinggi.


" Swusshh...." Aura berwarna emas mengambang di kehampaan, kemudian melesat menuju sekitar telur dengan membentuk persegi.


Xu Tian kembali melanjutkan pekerjaannya dengan menggerakkan tangannya untuk membuat formasi ruang dan waktu.


" Swusshh..." Sekali lagi aura berwarna emas keluar, kemudian berubah menjadi serpihan bintang kecil-kecil.


Segel yang berbentuk persegi bergetar beberapa saat, kemudian kembali tenang.


Setelah membuat formasi ruang dan waktu, Xu Tian kemudian keluar dari dunia jiwa.


" Swusshh...." Xu Tian muncul di dalam kamar, kemudian segera melangkahkan kaki keluar dari kamarnya.


" Dimana Bai Luan dan lainnya." Batin Xu Tian, yang terus melangkah menuju lantai dasar.


Hingga saat tiba di lantai dasar Penginapan, Xu Tian melihat Bai Luan, Shang Hai, Shang Gou, dan Shang Lun yang sedang duduk bersama dua orang yang pernah Xu Tian liat sebelumnya.


Sedangkan di meja, Bai Luan yang melihat kedatangan Xu Tian segera berdiri dari duduknya. Begitupun Shang bersaudara yang mengikuti apa yang di lakukan oleh Bai Luan.

__ADS_1


" Tuan muda." Ucap mereka berempat bersamaan.


Dua orang yang duduk bersama dengan Bai Luan dan Shang bersaudara pun begitu kaget saat melihat apa yang terjadi di depannya.


" Apa dia yang di maksud tuan muda oleh mereka." Batin salah satu dari mereka.


Sedangkan orang di sebelahnya menatap dengan bingung reaksi yang di tunjukan oleh rekanya itu. Meski dirinya merasa kaget, namun tidak terlalu berlebihan sepertinya.


Xu Tian tersenyum menatap keempat pelayan nya itu, kemudian mengalihkan pandangan ke arah keduanya.


Bai Luan yang mengikuti pandangan Xu Tian pun kemudian menjelaskan.


" Tuan muda, mereka adalah Jenderal besar dan tetua dari kekaisaran Bing ini." Bai Luan menjelaskan melalui telepati.


" Aku sudah mengenalnya." Balas Xu Tian, kemudian berjalan ke arah meja.


Dengan tenang dirinya duduk, kemudian memanggil seorang pelayan.


" Silahkan tuan muda." Pelayan bersiap mencatat pesanan Xu Tian.


" Aku ingin makanan dan minuman terbaik di tempat ini." Xu Tian dengan cepat.


" Baik tuan muda. Mohon tuan muda menunggu ." Pelayan pun segera pergi untuk mempersiapkan pesanan Xu Tian.


Bai Luan dan Shang bersaudara pun segera mendekat ke arah Xu Tian, kemudian duduk dengan tenang.


Perlakuan Bai Luan dan Shang bersaudara kepada Xu Tian begitu membuat kedua orang yang bersamanya bertanya-tanya tentang identitasnya.


Xu Tian menatap Jenderal besar.


" Jenderal, ada keperluan apa Jenderal besar seperti anda menemui orang-orangku?"


Jenderal besar yang di beri pertanyaan mencoba bersikap tenang.


" Tuan muda, mohon maaf karena telah lancang menemui orang-orang tuan muda. Hanya saja aku di perintahkan oleh Leluhur Bing untuk mengundang tuan muda dan yang lainnya untuk menuju Istana Kekaisaran." Jenderal besar menjelaskan maksud dirinya menemui Bai Luan dan Shang bersaudara.


" Apa hanya itu?" Tanya Xu Tian, mencoba memancing mereka.


" Untuk hal lainnya saya tidak mengetahuinya."


" Jika begitu aku tidak akan pergi menuju Istana Kekaisaran." Ucap tegas Xu Tian.


Bai Luan, Shang Hai, Shang Gou, dan Shang Lun begitu bingung dengan rencana Xu Tian selanjutnya.


Namun mereka berempat tidak ada yang berani menanyakan hal itu kepada Xu Tian. Sedangkan Xu Tian yang di tatap semua orang hanya bersikap cuek.

__ADS_1


" Tetua, bagaimana?" Jenderal besar melalui telepati.


" Tidak ada cara lain lagi." Ucap tetua yang bersamanya.


Jenderal besar menganggukkan kepala.


" Tuan muda, Leluhur ingin mengetahui tentang identitas tuan muda dan lainnya. Leluhur juga ingin menanyakan beberapa hal mengenai formasi yang sebelumnya melindungi Ibu kota Bing." Jelas sang Jenderal.


Xu Tian menggelengkan kepalanya, kemudian menatap tajam Jenderal besar dan tetua itu.


" Apa memang kalian selalu mencari tahu latar belakang seseorang terlebih dahulu jika ingin mengundangnya menuju Istana?"


Jenderal besar tercekat ludahnya sendiri mendengar pertanyaan Xu Tian.


" Tuan muda, apa maksud tuan muda?"


" Aku tahu jika kalian sedang mencari sesuatu yang penting, dan cara kalian mengundang kami membuat aku sedikit kecewa." Jelas Xu Tian dengan raut wajah berpura-pura kecewa.


Jenderal besar menarik nafasnya dalam-dalam sebelum kembali menjelaskan tujuan yang sebenarnya.


" Tuan muda, sebenernya leluhur meminta kami semua untuk mencari seorang yang memiliki kemampuan di luar tingkatan dunia ini." Jelas sang Jenderal sekali lagi.


" Apa tujuan kalian mencari orang itu?"


" Leluhur ingin meminta bantuan kepadanya untuk melindungi Benua Utara dari serangan pihak luar."


" Lalu?"


" Leluhur juga mengatakan jika orang tersebut memiliki sumber daya tingkat tinggi, dan kami semua membutuhkan sumber daya untuk meningkatkan kemampuan pihak kekaisaran."


" Tidak tahu malu!" Ucap pelan Xu Tian, namun setiap kata yang terucap begitu menekan mereka berdua.


Hal ini terjadi karena Xu Tian sengaja melepaskan serangan jiwa kepada keduanya.


Xu Tian masih bertanya-tanya tentang motif yang di lakukan oleh Klan Rong sebelumnya. Dari apa yang dia pikirkan jika Klan Rong seperti memiliki dendam tertentu dengan pihak Kekaisaran.


Setelah mendengar penjelasan sang jenderal sebelumnya, Xu Tian sedikit tidak menyukai dengan sifat dan pikiran Leluhur Bing.


Dirinya pun mulai sedikit memahami jika memang orang luar tidak menyukai pihak kekaisaran di karenakan hal ini. Bukankah begitu lancang untuk orang yang ingin meminta bantuan namun memiliki tujuan lain seperti menginginkan sumber daya untuk keperluan mereka.


Mereka semua terdiam, tidak ada yang berani membuka obrolan sebelum Xu Tian mulai berbicara.


Hingga tidak lama kemudian dua orang pelayan datang dengan membawa pesanan milik Xu Tian.


" Tuan muda, silahkan.." Ucap pelayan yang baru saja selesai menghidangkan makan di atas meja.

__ADS_1


__ADS_2