Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Bab 257. Pertempuran kedua Pasukan


__ADS_3

" Baik!" Teriak semua pasukan Istana Xufelong dengan semangat yang berkobar.


Mereka semua segera bergerak membentuk formasi.


Setelah semua orang berada pada posisinya, Tetua Xu Hou segera memimpin pasukan Istana Xufelong untuk mulai bergerak.


" Swusshh...."


" Swusshh...."


Kilatan cahaya melesat dengan tajam di penuhi aura yang di lepaskan oleh mereka membuat tempat di sekitarnya bergetar.


Saat akan tiba di dekat barak Aliansi sekte aliran hitam, Xu Han, Xu Feng dan Xu Cang segera melepaskan serangan untuk menghancurkan formasi yang ada.


" Dhuaaarrrr....."


" Dhuaaarrrr...."


" Dhuaaarrrr....."


Ledakan keras terdengar, tempat yang sebelumnya tenang kini mulai mencekam dengan ledakan yang terjadi.


" Krak....." Formasi secara perlahan retak, hingga hantaman serangan Bai Mo langsung menghancurkan formasi menjadi berkeping-keping.


***********


Di Barak Aliansi sekte aliran hitam.


Para Patriak dan Tetua Agung yang sedang membicarakan mengenai penyerangan yang akan di lakukan, tiba-tiba di kagetkan dengan kedatangan beberapa tetua yang masuk ke dalam ruangan tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.


" Lancang!" Teriak Tetua Agung menatap tetua dari sekte nya dengan marah.


" Tetua Ag-.."


" Sejak kapan kalian berani-..."


" Tetua Agung, biarkan mereka menjelaskan kepada kita terlebih dulu. Sepertinya ada hal penting yang akan di sampaikan." Patriak Sekte Kalajengking merah menenangkan Tetua Agung Sekte Tanduk Iblis.


Tetua Agung Sekte Tanduk Iblis terdiam, dia hanya mampu menahan kekesalan nya itu.


" Jelaskan...!"


" Para Patriak dan Tetua Agung, saat ini Barak sedang di serang."


" Apa!" Ucap seluruh Patriak dan Tetua Agung yang langsung berdiri dari tempat duduknya dengan kaget dan tidak percaya.


" Benar Patriak, bahkan tembok di sisi kanan sudah di hancurkan."

__ADS_1


Patriak sekte dan Tetua Agung saling menatap satu sama lain.


" Segera bersiap dan kumpulkan semua pasukan. Kita sambut semut yang telah dengan lancang menyerang Barak kita!." Perintah Patriak Sekte Tanduk Iblis, yang kemudian segera meninggalkan tempat pertemuan bersama Tetua Agung Sekte Tanduk Iblis.


Dalam waktu singkat, puluhan ribu murid serta para tetua dari Aliansi sekte aliran hitam mulai berdatangan. Mereka membuat kelompok dan bersiap langsung masuk ke dalam pertempuran yang terjadi.


" Kepa*rat! Siapa mereka sebenarnya, mampu mengetahui Barak pasukan Aliansi sekte aliran hitam, bahkan kini melakukan penyerangan secara terang-terangan." Ucap salah satu Tetua dengan terus bergerak ke arah pertempuran.


Hingga saat mereka baru saja tiba, tampak wajah penuh keterkejutan dari para tetua itu.


" Pasukan Istana Xufelong! Bukankah mereka telah lama tidak menunjukkan diri!" Ucap salah satu Patriak Aliansi sekte aliran hitam.


" Semuanya! Dengarkan aku. Aku Xu Hou tetua dari Klan Xu memberikan perintah kepada kalian semua. Hancurkan mereka semua tanpa menyisakan satu pun!" Ucap Tetua Xu Hou yang berdiri di barisan depan Pasukan Istana Xufelong dengan suara lantang.


Pasukan Istana Xufelong yang mendengar perintah tersebut, segera mengeluarkan senjata mereka dan bersiap untuk bertarung lebih ganas lagi.


" Hanya seorang tetua Klan sudah berlagak seakan memiliki kemapuan tinggi!!" Ucap Patriak Kalajengking merah mendengus kesal.


" Patriak, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Tetua agung yang berdiri di sampingnya.


" Perintahkan anggota kita untuk menahan diri, biarkan Aliansi yang menyerang di barisan terdepan?"


Tetua Agung Sekte Kalajengking merah tersenyum, dia memahami rencana yang akan di lakukan Patriak nya.


" Patriak sangat cerdas, dengan ini Sekte kita akan menjadi penentu kemenangan." Tetua Agung dengan bersemangat.


" Kalian benar-benar bodoh!" Bai Mo dengan pelan, dia juga berniat memberikan kejutan kepada keduanya nanti.


Kembali ke dalam pertempuran.


Kombinasi serangan serta pertahanan yang di bangun Pasukan Istana Xufelong benar-benar membuat murid maupun para tetua dari pihak Aliansi sekte aliran hitam begitu kewalahan.


Serangan dari berbagai arah membuat pihak Aliansi di kurung di tengah-tengah pusat pertempuran.


Xu Feng, Xu Han, Xu Cang, dan Bai Mo bergerak menuju ke arah timur, barat, selatan, dan Utara untuk memimpin pasukan di setiap sisi.


Tetua Xu Hou sendiri dengan tenang mengawasi jalannya pertempuran, dia akan masuk ke dalam pertempuran saat Patriak Aliansi sekte aliran hitam juga ikut turun dalam pertempuran tersebut.


" Swusshh...." Xu Feng bergerak dengan kecepatan tinggi menyusup ke tengah-tengah pasukan aliansi.


" Dhuaaarrrr...." Tiba-tiba di tengah pasukan aliansi terdengar ledakan akibat serangan petir yang di lepaskan oleh Xu Feng.


" Hentikan dia!" Teriak salah satu tetua agung yang melihat Xu Feng terus melesat dengan melepaskan serangan.


Xu Han dan Xu Cang segera melepaskan serangan tapak ke arah pasukan aliansi yang mencoba menghentikan Xu Feng.


Bai Mo segera meminta pasukan yang ada di belakangnya membantu Xu Han dan Xu Cang, sedangkan dirinya melesat ke arah Tetua agung pasukan Aliansi.

__ADS_1


" Swusshh...." Bai Mo muncul di samping salah satu tetua agung.


" Kau yang pertama!"


" Booms...." Sebuah cakar harimau mengenai tubuh tetua agung dengan telak dan melemparnya hingga puluhan meter.


" Sangat kuat!" Teriak kaget para tetua agung yang lain, mereka segera melesat pergi menjaga jarak dengan Bai Mo.


Bai Mo tidak tinggal diam, dia segera mengejar mereka dengan kecepatan tinggi.


" Swusshh...."


" Dhuaaarrrr...."


" Dhuaaarrrr...."


Cakar harimau yang di lepaskan Bai Mo benar-benar membuat pertempuran itu menjadi semakin menggila. Pasukan Istana Xufelong yang melihat kekuatan Bai Mo semakin bersemangat dengan terus melesatkan serangan.


Satu persatu satu Sekte aliran hitam mulai terbunuh akibat kombinasi yang di lakukan oleh Xu Han, Xu Feng, dan Xu Cang.


Patriak Sekte Kalajengking merah dan Sekte Tanduk Iblis saling menatap satu sama lain.


" Jika seperti ini terus, pasukan kita benar-benar akan hancur sebelum melakukan rencana." Ucap Patriak Tanduk Iblis.


" Patriak benar. Aku tidak menyangka kekuatan yang di miliki Pasukan Istana Xufelong sangat menakutkan." Timpal Patriak Sekte Kalajengking merah dengan tidak berdaya.


" Apa kita akan tetap diam saja?"


" Dhuaaarrrr...." Saat mereka sedang berbincang, Tetua Xu Hou datang melesatkan serangan tapak ke arah mereka berdua.


" Biar aku saja yang memulai. Kalian berdua sangat lambat, jadi biarkan aku yang memulai." Ucap Tetua Xu Hou dengan tersenyum tipis.


" Swusshh..." Bai Mo muncul di sampingnya dengan penuh senyum di wajahnya.


" Tetua Hou, bagaimana jika kita membagi tugas. Aku akan sedikit bermain dengan Patriak Sekte Kalajengking merah." Bai Mo dengan tertawa kecil.


" Tidak masalah." Tetua Xu Hou dengan tersenyum.


" Swusshh..." Mereka berdua menghilang dari tempatnya.


" Dhuaaarrrr...." Serangan tapak muncul menyerang di tengah-tengah Patriak Sekte Kalajengking merah dan Patriak Sekte Tanduk Iblis yang membuat keduanya berpisah.


" Swusshh...." Tetua Xu Hou segera mengejar Patriak Tanduk Iblis, begitu juga dengan Bai Mo.


Pertarungan di antara keempat nya membuat Pasukan Istana Xufelong dan Pasukan Aliansi sedikit menjaga jarak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Othor lagi sibuk real...


__ADS_2