Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch149-Ketegangan Di Aula Istana


__ADS_3

Di dalam aula istana.


Di kursi utama, duduk seorang pria paruh baya yang tidak lain tuan wali kota Chuan. Dengan aura kekuatan berada pada tingkat Nirwana 8 yang keluar dari dalam tubuh nya.


Dengan tenang, dirinya menatap semua orang yang berada di dalam ruangan.


Hingga tidak lama kemudian, terdengar suara pintu terbuka.


" Ceklek.." Pintu aula istana terbuka, memperlihatkan keempat sosok yang tidak lain Jenderal Kun, Xu Tian, Komandan Ru dan Jin Kai.


Semua orang segera mengalihkan pandangannya ke arah mereka.


" Tuan muda, mari.." Ajak Jenderal Kun kepada Xu Tian.


Xu Tian menganggukan kepala, lalu berjalan beberapa langkah kedepan untuk memberikan hormat kepada semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut.


" Salam kepada tuan wali kota dan para tetua sekalian." Ucap Xu Tian dengan menyatukan kedua tangannya ke depan dada, yang di ikuti oleh Jin Kai.


Tuan wali kota pun menganggukan kepala, namun dirinya sama sekali tidak menganggap Xu Tian.


Begitupun semua orang yang berada di dalam ruangan, mereka terkesan cuek dengan kedatangan Xu Tian.


Melihat reaksi yang di tunjukan oleh mereka semua, membuat wajah Jenderal Kun dan Komandan Ru begitu buruk.


" Apa jenderal tidak menjelaskan kepada mereka semua?" Tanya Komandan Ru melalui telepati.


" Aku sudah mengatakan, hanya saja aku tidak menjelaskan kepada mereka siapa sosok tuan muda Xu Tian sebenarnya." Jawab Jenderal Kun.


Komandan Ru hanya menggelengkan kepala, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, setelah berbincang kepada Xu Tian beberapa waktu yang lalu, dirinya telah menaruh hormat kepada Xu Tian.


Saat Jenderal Kun akan menjelaskan kepada mereka semua, tiba-tiba salah satu tetua yang berada di dalam ruangan itu pun berdiri.


" Nak, siapa dirimu? mengapa dengan beraninya masuk ke dalam ruangan ini! bahkan dirimu tidak memberikan hormat dengan benar kepada tuan wali kota." Ucapnya dengan nada tinggi.


Semua orang yang berada di dalam ruangan itu pun menyetujui ucapan tetua itu, karena Xu Tian tidak membungkukkan badannya, saat memberikan hormat kepada tuan wali kota.


Xu Tian sendiri tetap bersikap tenang, dirinya tidak terlalu memperdulikan apa yang ada di dalam pikiran mereka semua.


Kedatangan dirinya ketempat ini karena dia membutuhkan informasi mengenai Benua Utara.


Dan yang paling penting, dirinya tidak dapat berpangku tangan saat melihat kejahatan yang terjadi di depan matanya.

__ADS_1


Jika saja dia tidak membutuhkan hal itu, mungkin dia sudah pergi dari kota Chuan untuk melanjutkan perjalanannya.


Melihat Xu Tian yang hanya diam saja, membuat salah satu tetua begitu marah.


" Lancang! Apa orang tuamu tidak mengajarkan dirimu dengan benar hah..!!!" Teriak tetua tersebut dengan marah.


Mendengar jika orang tuanya di bawa-bawa, membuat Xu Tian begitu marah.


Dengan gerakan cepat, dirinya melesatkan pukulan tapak ke arah tetua yang telah dengan berani membawa nama orang tuanya.


" Swushh..."


" Dhuaaarrrr....." Pukulan tapak Xu Tian mengenai bagian perut, lalu melemparkannya hingga menabrak dinding.


Semua orang yang berada di dalam ruangan begitu kaget, saat melihat gerakan Xu Tian yang tiba-tiba sudah berada di depan tetua yang kini terluka dengan parah.


Plakkkk..... Plakkkk....


Suara tamparan terdengar begitu menyakitkan, membuat wajah tetua tersebut kini sudah tidak dapat di kenali lagi.


Melihat apa yang di lakukan oleh Xu Tian, membuat mereka semua bergedik ngeri, bahkan tetua yang lainnya kini hanya mampu menundukkan kepalanya dan tidak berani bergerak sedikitpun.


" Dengarkan aku!" Xu Tian menatap semua orang dengan melepaskan aura Naga, membuat semua orang kini tertekan.


" Dan untuk dirimu." Xu Tian menunjuk tuan wali kota, yang sedang berusaha menahan tekanan yang di berikan oleh Xu Tian.


" Jadilah pemimpin yang tegas, jangan bersikap seperti seorang pengecut! Jangan pernah memandang rendah orang lain, jika dirimu masih ingin tetap hidup di dunia ini."


" Kalian semua terlalu menganggap tinggi diri kalian, dan tidak mengetahui luasnya dunia ini! Pantas saja kota ini menjadi target dari mereka yang berniat jahat, semua itu tidak terlepas dari kalian para petinggi yang terlalu b*doh!"


" Tuan muda, tolong maafkan kami semua tuan muda." Ucap Komandan Ru dengan susah payah.


Xu Tian pun kemudian menatap ke arah Jenderal Kun, Komandan Ru, dan Jin Kai yang saat ini tengah duduk di lantai akibat tidak kuat menahan tekanan yang di berikan oleh Xu Tian.


Melihat ketiganya sudah tidak mampu menahannya, Xu Tian pun segera menarik kembali auranya.


Xu Tian melemparkan pil cedera emas kepada mereka bertiga.


" Telanlah.."


Ketiganya pun segera menelan pil yang di berikan oleh Xu Tian.

__ADS_1


Hingga tidak lama kemudian, ketiganya kembali seperti semula, saat sebelum terkena tekanan yang di lepaskan oleh Xu Tian.


Tuan wali kota, serta para tetua yang berada di dalam ruangan begitu kaget saat melihat khasiat yang di tunjukan oleh pil cedera emas.


Xu Tian lalu menatap ke arah Jin Kai.


" Jin Kai, ayo kita pergi dari tempat ini, kedatangan kita tidak di perlukan oleh mereka semua." Ucap Xu Tian, kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.


Mendengar hal itu, Jin Kai pun segera berdiri mengikuti Xu Tian.


Jenderal Kun dan Komandan Ru saling pandang, lalu menganggukan kepala berlari ke arah Xu Tian.


" Tuan muda, mohon pengampunan tuan muda." Ucap keduanya bersujud.


Xu Tian pun menghentikan langkah kakinya, lalu menarik nafasnya dalam-dalam.


" Jenderal, Komandan.. apa yang kalian lakukan? bersikap lah layakanya seorang Jenderal dan Komandan. Jangan pernah perlihatkan apa yang kalian lakukan saat ini lagi, penghormatan dan sujud kalian, hanya milik kedua orang tua kalian, bukan kepadaku, maupun para penguasa yang ada di dunia ini."


" Tap-"


" Tenanglah, aku tidak marah kepada kalian." Lalu Xu Tian berbalik badan.


" Jadilah lebih kuat, lindungi mereka yang lemah, dan juga lindungi orang-orang yang kalian sayangi. Jadilah orang yang tidak menganggap tinggi diri sendiri, karena sekuat apapun kalian, di atas langit masih ada langit." Xu Tian dengan memberikan mereka berdua masing-masing cincin penyimpanan.


Jenderal Kun dan Komandan Ru pun segera bangkit, lalu cincin yang di berikan oleh Xu Tian.


" Tuan muda, terima kasih banyak. Kami berdua berjanji akan selalu mengingat apa yang di katakan oleh tuan muda." Jenderal Kun menghentikan ucapannya, dirinya merasa ragu untuk melanjutkannya.


" Katakanlah..." Ucap Xu Tian dengan tersenyum ramah.


" Tuan muda, apa tuan muda dapat membantu kota Chuan ini?" Ucap Jenderal Kun dengan penuh harap.


Komandan Ru pun ikut mengatakan hal yang sama, mereka berdua percaya, jika hanya Xu Tian yang mampu membebaskan kota ini dari bayang-bayang Sekte Elang Hitam.


" Kita lihat saja nanti, aku akan segera kembali ke penginapan." Ucap Xu Tian, lalu segera keluar dari aula istana. Jin Kai pun mengikuti di belakangnya.


" Semoga saja rencanaku berhasil." Xu Tian membatin, dengan tersenyum tipis.


Dirinya telah memiliki rencana yang akan dia lakukan di kota Chuan ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Maaf kalo banyak Typo, karena aku belum tidur dari kemaren. Semalam pun begadang. See You.


__ADS_2